3 Kriteria Utama PSSI Pilih Alexander Zwiers Jadi Direktur Teknik
Selasa, 26 Agustus 2025 - 06:36 WIB
loading...
PSSI akhirnya memiliki Direktur Teknik (Dirtek) baru. Setelah sekian lama kosong, posisi strategis ini kini diisi oleh Alexander Zwiers / Foto: iNews Media Group
A
A
A
JAKARTA - PSSI akhirnya memiliki Direktur Teknik (Dirtek) baru. Setelah sekian lama kosong, posisi strategis ini kini diisi oleh Alexander Zwiers, pria asal Belanda yang memiliki pengalaman segudang di kancah sepak bola internasional.
Penunjukan Zwiers diumumkan secara resmi oleh PSSI, Senin (25/8/2025). Ketua Umum PSSI, Erick Thohir , mengungkapkan ada tiga alasan kuat di balik keputusan ini, yakni rekam jejak, komitmen, dan filosofi kerja.
Erick Thohir menegaskan bahwa pengalaman Zwiers adalah salah satu faktor utama. Pria berusia 50 tahun ini sebelumnya menjabat sebagai Direktur Teknik di Asosiasi Sepak Bola Yordania (2019–2025) dan klub Al-Wahda di Uni Emirat Arab (2015–2018).
Baca Juga: Kenapa Marselino Ferdinan Tak Dipanggil Timnas Indonesia U-23 Proyeksi Kualifikasi Piala Asia U-23 2026?
"Kalau lihat rekam jejak, pengalamannya sudah tidak bisa diargumentasikan," ujar Erick.
Ia menambahkan bahwa pengalaman Zwiers di Asia sangat penting, mengingat PSSI ingin fokus pada persaingan di benua ini sebelum melangkah lebih jauh. "Kita harus benar-benar memetakan kekuatan di Asia dulu bagaimana kita bisa berkompetisi," tegasnya.
Selain pengalaman, komitmen Zwiers untuk tinggal dan bekerja di Indonesia menjadi pertimbangan penting bagi PSSI. Erick menjelaskan, Zwiers akan menandatangani kontrak selama empat tahun dan akan tinggal di Indonesia.
Baca Juga: PSSI Resmi Tunjuk Alexander Zwiers sebagai Direktur Teknik
"Kita lihat Alex ini kerjasamanya 4 tahun dan Alex benar-benar tinggal di sini. Akan bersama-sama kita membangun ekosistem sepak bola secara menyeluruh," ungkap Erick, menekankan betapa seriusnya PSSI dalam mengembangkan sepak bola nasional.
Terakhir, PSSI juga menilai filosofi kerja Zwiers. Dalam beberapa kali wawancara, Zwiers kerap menekankan pentingnya membangun sistem, bukan mengandalkan kerja individu.
"Filosofinya, membangun sepak bola ini harus dengan sistem. Bukan kerja individu, jadi kebersamaan," kata Erick.
Filosofi ini dinilai sejalan dengan visi PSSI untuk menciptakan ekosistem sepak bola yang solid dan berkelanjutan. Penunjukan Alexander Zwiers diharapkan dapat membawa angin segar dan strategi baru bagi kemajuan sepak bola Indonesia, terutama dalam upaya meningkatkan peringkat dan daya saing di tingkat internasional.
Penunjukan Zwiers diumumkan secara resmi oleh PSSI, Senin (25/8/2025). Ketua Umum PSSI, Erick Thohir , mengungkapkan ada tiga alasan kuat di balik keputusan ini, yakni rekam jejak, komitmen, dan filosofi kerja.
Erick Thohir menegaskan bahwa pengalaman Zwiers adalah salah satu faktor utama. Pria berusia 50 tahun ini sebelumnya menjabat sebagai Direktur Teknik di Asosiasi Sepak Bola Yordania (2019–2025) dan klub Al-Wahda di Uni Emirat Arab (2015–2018).
Baca Juga: Kenapa Marselino Ferdinan Tak Dipanggil Timnas Indonesia U-23 Proyeksi Kualifikasi Piala Asia U-23 2026?
"Kalau lihat rekam jejak, pengalamannya sudah tidak bisa diargumentasikan," ujar Erick.
Ia menambahkan bahwa pengalaman Zwiers di Asia sangat penting, mengingat PSSI ingin fokus pada persaingan di benua ini sebelum melangkah lebih jauh. "Kita harus benar-benar memetakan kekuatan di Asia dulu bagaimana kita bisa berkompetisi," tegasnya.
Selain pengalaman, komitmen Zwiers untuk tinggal dan bekerja di Indonesia menjadi pertimbangan penting bagi PSSI. Erick menjelaskan, Zwiers akan menandatangani kontrak selama empat tahun dan akan tinggal di Indonesia.
Baca Juga: PSSI Resmi Tunjuk Alexander Zwiers sebagai Direktur Teknik
"Kita lihat Alex ini kerjasamanya 4 tahun dan Alex benar-benar tinggal di sini. Akan bersama-sama kita membangun ekosistem sepak bola secara menyeluruh," ungkap Erick, menekankan betapa seriusnya PSSI dalam mengembangkan sepak bola nasional.
Terakhir, PSSI juga menilai filosofi kerja Zwiers. Dalam beberapa kali wawancara, Zwiers kerap menekankan pentingnya membangun sistem, bukan mengandalkan kerja individu.
"Filosofinya, membangun sepak bola ini harus dengan sistem. Bukan kerja individu, jadi kebersamaan," kata Erick.
Filosofi ini dinilai sejalan dengan visi PSSI untuk menciptakan ekosistem sepak bola yang solid dan berkelanjutan. Penunjukan Alexander Zwiers diharapkan dapat membawa angin segar dan strategi baru bagi kemajuan sepak bola Indonesia, terutama dalam upaya meningkatkan peringkat dan daya saing di tingkat internasional.
(yov)
Lihat Juga :