Suporter PSIM Yogyakarta vs Persib Terlibat Ricuh, Begini Respons PSSI
Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:07 WIB
loading...
Suporter PSIM Yogyakarta vs Persib Terlibat Ricuh, Begini Respons PSSI
A
A
A
JAKARTA – - Ketua Umum PSSI , Erick Thohir memberi tanggapan usai ricuh suporter PSIM Yogyakarta versus Persib Bandung pada Minggu (24/8/2025) lalu. Erick mengingatkan operator kompetisi, yakni I.League dan pihak klub untuk bertanggung jawab.
Kericuhan terjadi usai pertandingan PSIM Yogyakarta versus Persib Bandung di pekan ketiga Super League 2025-2026. Kedua suporter terlibat bentrokan di Kawasan Malioboro, Yogyakarta hingga mengakibatkan satu bus hancur dan 15 korban luka-luka.
Soal kericuhan ini, Erick mengatakan PSSI tak bisa mengambil langkah lebih jauh. Menurut Erick, tugas dari federasi yang tak lain adalah PSSI hanya sebagai pengawas dari kinerja I.League dan klub-klub yang berkompetisi.
“Tanya ke Liga, kan kita dari PSSI sudah menyerahkan secara penuh tanggung jawab ke Liga dan klub. Dan kami akan monitoring langkah-langkah apa yang dilakukan oleh Liga, yang pasti kami berposisi sejak awal bahwa kita ingin menyelamatkan sepak bola Indonesia, ingin memastikan supporter pulang ke rumah dengan selamat,” kata Erick kepada awak media, termasuk iNews Media Group di Jakarta pada Senin (25/8/2025).
“Nah, jadi Liga harus bertanggung jawab, klub-klub harus bertanggung jawab. Dan ini sudah berkali-kali kami ingatkan, bahkan kita sudah punya komite supporter yang terus coba kerja sama,” tambahnya.
Erick kemudian memberikan contoh bagaimana penanganan kerusuhan kecil yang terjadi saat Persija Jakarta versus Malut United di Jakarta International Stadium (JIS) belum lama ini. Mantan pemilik Inter Milan itu mengatakan, setiap klub harus punya cara sendiri untuk mengawasi suporternya.
“Saya apresiasi kemarin dari Persija, melakukan self-control dengan suporternya, saya apresiasi. Saya berharap ya klub-klub di seluruh Indonesia mesti ada tadi kerjasama yang baik dengan suporternya,” tutur Erick.
Pun begitu, dia mengingatkan kepada I.League untuk membuat kebijakan yang sesuai. Jika kebijakan dari operator kompetisi tak kunjung menyelesaikan masalah, Erick menegaskan PSSI baru akan mengambil langkah serius untuk mengintervensi.
“Liga juga harus punya policy yang benar-benar keras dan sesuai dengan pembicaraan dengan PSSI, kan kita sudah warning. Bahkan dari FIFA sudah me-warning. Cuma ya itu yang kita bilang makanya kita keras dan saya akan intervensi Liga percaya saya,” ujar Erick.
“Ya kalau saya udah keras saya keras seperti PSSI mengintervensi Liga ketika VAR Liga 1 Liga 2 berhasil kita juga intervensi perwasitan dan terbukti perwasitan membaik ya tetapi kalau operasionalnya Li
Kericuhan terjadi usai pertandingan PSIM Yogyakarta versus Persib Bandung di pekan ketiga Super League 2025-2026. Kedua suporter terlibat bentrokan di Kawasan Malioboro, Yogyakarta hingga mengakibatkan satu bus hancur dan 15 korban luka-luka.
Soal kericuhan ini, Erick mengatakan PSSI tak bisa mengambil langkah lebih jauh. Menurut Erick, tugas dari federasi yang tak lain adalah PSSI hanya sebagai pengawas dari kinerja I.League dan klub-klub yang berkompetisi.
“Tanya ke Liga, kan kita dari PSSI sudah menyerahkan secara penuh tanggung jawab ke Liga dan klub. Dan kami akan monitoring langkah-langkah apa yang dilakukan oleh Liga, yang pasti kami berposisi sejak awal bahwa kita ingin menyelamatkan sepak bola Indonesia, ingin memastikan supporter pulang ke rumah dengan selamat,” kata Erick kepada awak media, termasuk iNews Media Group di Jakarta pada Senin (25/8/2025).
“Nah, jadi Liga harus bertanggung jawab, klub-klub harus bertanggung jawab. Dan ini sudah berkali-kali kami ingatkan, bahkan kita sudah punya komite supporter yang terus coba kerja sama,” tambahnya.
Erick kemudian memberikan contoh bagaimana penanganan kerusuhan kecil yang terjadi saat Persija Jakarta versus Malut United di Jakarta International Stadium (JIS) belum lama ini. Mantan pemilik Inter Milan itu mengatakan, setiap klub harus punya cara sendiri untuk mengawasi suporternya.
“Saya apresiasi kemarin dari Persija, melakukan self-control dengan suporternya, saya apresiasi. Saya berharap ya klub-klub di seluruh Indonesia mesti ada tadi kerjasama yang baik dengan suporternya,” tutur Erick.
Pun begitu, dia mengingatkan kepada I.League untuk membuat kebijakan yang sesuai. Jika kebijakan dari operator kompetisi tak kunjung menyelesaikan masalah, Erick menegaskan PSSI baru akan mengambil langkah serius untuk mengintervensi.
“Liga juga harus punya policy yang benar-benar keras dan sesuai dengan pembicaraan dengan PSSI, kan kita sudah warning. Bahkan dari FIFA sudah me-warning. Cuma ya itu yang kita bilang makanya kita keras dan saya akan intervensi Liga percaya saya,” ujar Erick.
“Ya kalau saya udah keras saya keras seperti PSSI mengintervensi Liga ketika VAR Liga 1 Liga 2 berhasil kita juga intervensi perwasitan dan terbukti perwasitan membaik ya tetapi kalau operasionalnya Li
(sto)
Lihat Juga :