Piala Asia U-19 Ditunda, Kesempatan Garuda Muda Matangkan Tim
Jum'at, 11 September 2020 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
Tidak hanya itu, Arab Saudi diyakini tidak ingin mengakhiri turnamen tanpa poin. Karena itu, Witan Sulaeman dkk wajib mewaspadai motivasi Arab Saudi untuk mendulang kemenangan dalam laga nanti.
Namun demikian, Garuda Muda bukan tanpa modal positif jelang laga kontra Arab Saudi. Meski kalah dalam dua pertandingan, sisi positifnya timnas U-19 sudah bisa mencetak satu gol dalam laga kontra Kroasia. Amiruddin Bagas Kaffa menyumbangkan gol semata wayang lewat sepakan kerasnya.
Padahal, pada laga perdana melawan Bulgaria, mereka nyaris tidak mampu mengembangkan permainan. Sepanjang pertandingan, Garuda Muda dipaksa bermain di bawah tekanan dan hanya bermain bertahan.
Pelatih Tae-yong menyebut mental bermain skuad Garuda Muda masih harus diasah agar lebih percaya diri di dalam lapangan. Alasannya, anak asuhnya kerap kehilangan momentum yang seharusnya bisa menjadi pembeda jika dimanfaatkan dengan baik. Dia mencontohkan dalam laga kontra Kroasia di mana ada beberapa momentum, namun tidak dieksekusi dengan baik.
"Ada momentum yang seharusnya bisa dieksekusi dengan baik, namun tidak dieksekusi. Kekurangan ini harus diperbaiki karena memang tim masih berproses dengan latihan intensitas tinggi, terutama peningkatan fisik pemain," katanya. (Baca juga: Baru Disuntik Vaksin Buatan China, Pulang dari Semarang Relawan Ini Positif Corona)
Namun demikian, Garuda Muda bukan tanpa modal positif jelang laga kontra Arab Saudi. Meski kalah dalam dua pertandingan, sisi positifnya timnas U-19 sudah bisa mencetak satu gol dalam laga kontra Kroasia. Amiruddin Bagas Kaffa menyumbangkan gol semata wayang lewat sepakan kerasnya.
Padahal, pada laga perdana melawan Bulgaria, mereka nyaris tidak mampu mengembangkan permainan. Sepanjang pertandingan, Garuda Muda dipaksa bermain di bawah tekanan dan hanya bermain bertahan.
Pelatih Tae-yong menyebut mental bermain skuad Garuda Muda masih harus diasah agar lebih percaya diri di dalam lapangan. Alasannya, anak asuhnya kerap kehilangan momentum yang seharusnya bisa menjadi pembeda jika dimanfaatkan dengan baik. Dia mencontohkan dalam laga kontra Kroasia di mana ada beberapa momentum, namun tidak dieksekusi dengan baik.
"Ada momentum yang seharusnya bisa dieksekusi dengan baik, namun tidak dieksekusi. Kekurangan ini harus diperbaiki karena memang tim masih berproses dengan latihan intensitas tinggi, terutama peningkatan fisik pemain," katanya. (Baca juga: Baru Disuntik Vaksin Buatan China, Pulang dari Semarang Relawan Ini Positif Corona)
Lihat Juga :