Janice Tjen Kalah dari Juara US Open Emma Raducanu di Babak 2
Kamis, 28 Agustus 2025 - 00:15 WIB
loading...
A
A
A
Petenis Indonesia itu memenangkan 100 dari 113 pertandingan di level ITF bawah sejak menjadi petenis profesional pada Mei 2024, tetapi dalam sekejap papan skor kembali menunjukkan 3-0. Pengembalian Raducanu terus melesat melewati net, servisnya sangat kencang (mendarat 37 dari 47 servis pertama) saat petenis Inggris itu melesat menuju garis finis.
Kembali ke hari Minggu, Raducanu hanya kebobolan tiga game dari petenis Jepang, Ena Shibahara. Kemenangan ini terasa "sangat istimewa" bagi petenis Inggris itu karena ini adalah kemenangan pertamanya di pertandingan AS Terbuka setelah mengangkat gelar di Stadion Arthur Ashe empat tahun lalu.
Dengan target tersebut tercapai, petenis peringkat 36 dunia ini dapat bermain dengan bebas di New York City. Musim panas ini merupakan musim yang penuh dengan keyakinan dan momentum untuk momen-momen seperti ini.
Sejak memasuki lapangan keras Amerika Utara, Raducanu mencapai semifinal WTA pertamanya sejak memenangkan AS Terbuka 2021 di Washington. Laju tersebut semakin terpacu dengan keberhasilannya mencapai Putaran 3 di Montreal dan kemudian berlanjut ke Cincinnati, di mana petenis berusia 22 tahun itu memaksa petenis nomor 1 dunia Aryna Sabalenka hingga tiebreak set ketiga dalam pertandingan maraton tiga jam 20 menit.
Keyakinan dan keyakinan pukulan telah mengubah sang juara utama, Raducanu, yang kini mencatatkan rekor 6-6 di pertandingan Putaran 2 Grand Slam. Ia membutuhkan semua kepositifan itu di babak 32 besar untuk menghadapi unggulan ke-9 Elena Rybakina atau pemain muda berbakat Tereza Valentova.
"Saya sangat senang dengan permainan saya hari ini. Melawan Janice, dia lawan yang sangat berbahaya dan bermain sangat baik," ujar Raducanu yang ramah, setelah memperpanjang rekor kemenangan terbaiknya musim ini, yaitu 26 kemenangan.
Kembali ke hari Minggu, Raducanu hanya kebobolan tiga game dari petenis Jepang, Ena Shibahara. Kemenangan ini terasa "sangat istimewa" bagi petenis Inggris itu karena ini adalah kemenangan pertamanya di pertandingan AS Terbuka setelah mengangkat gelar di Stadion Arthur Ashe empat tahun lalu.
Dengan target tersebut tercapai, petenis peringkat 36 dunia ini dapat bermain dengan bebas di New York City. Musim panas ini merupakan musim yang penuh dengan keyakinan dan momentum untuk momen-momen seperti ini.
Sejak memasuki lapangan keras Amerika Utara, Raducanu mencapai semifinal WTA pertamanya sejak memenangkan AS Terbuka 2021 di Washington. Laju tersebut semakin terpacu dengan keberhasilannya mencapai Putaran 3 di Montreal dan kemudian berlanjut ke Cincinnati, di mana petenis berusia 22 tahun itu memaksa petenis nomor 1 dunia Aryna Sabalenka hingga tiebreak set ketiga dalam pertandingan maraton tiga jam 20 menit.
Keyakinan dan keyakinan pukulan telah mengubah sang juara utama, Raducanu, yang kini mencatatkan rekor 6-6 di pertandingan Putaran 2 Grand Slam. Ia membutuhkan semua kepositifan itu di babak 32 besar untuk menghadapi unggulan ke-9 Elena Rybakina atau pemain muda berbakat Tereza Valentova.
"Saya sangat senang dengan permainan saya hari ini. Melawan Janice, dia lawan yang sangat berbahaya dan bermain sangat baik," ujar Raducanu yang ramah, setelah memperpanjang rekor kemenangan terbaiknya musim ini, yaitu 26 kemenangan.
Lihat Juga :