PSSI Ungkap Alasan Ganti Lawan Kuwait dengan Taiwan: Solusi Jangka Pendek
Kamis, 28 Agustus 2025 - 12:00 WIB
loading...
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, akhirnya buka suara terkait pergantian lawan mendadak untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday September 2025 / Foto: Isra Triansyah
A
A
A
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, akhirnya buka suara terkait pergantian lawan mendadak untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday September 2025. Taiwan ditunjuk sebagai pengganti Kuwait yang tiba-tiba mundur.
Erick Thohir menyebut keputusan ini adalah solusi jangka pendek demi kebaikan Timnas Indonesia. Awalnya, Skuad Garuda dijadwalkan menghadapi Kuwait untuk menguji kekuatan jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Namun, karena suatu hal, PSSI harus bergerak cepat mencari lawan lain. Pilihan jatuh kepada Taiwan yang bersedia memenuhi undangan dalam waktu singkat. "Dahulu kita ingin bermain dengan negara Timur Tengah untuk persiapan (kualifikasi) Oktober mendatang," ujar Erick Thohir di Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Baca Juga: Eliano Reijnders Menghilang dari Latihan PEC Zwolle, Sinyal Kuat Gabung Persib?
"Tapi, karena satu dan lain hal, kita harus cari solusi. Kita bertanding dengan Taiwan yang kebetulan mereka juga menghormati undangan kita dalam waktu pendek."
Pertandingan melawan Taiwan akan tetap berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada 5 September, dilanjutkan dengan laga melawan Lebanon pada 8 September. "Mereka (Taiwan) akan hadir di tanggal 5 September," sambungnya.
Erick Thohir juga memastikan PSSI akan bertanggung jawab penuh terhadap para suporter yang sudah membeli tiket. Ia menawarkan opsi refund atau pengembalian dana bagi mereka yang ingin membatalkan kehadiran.
Baca Juga: Nilai Pasar Persib Bandung di Super League 2025-2026 Masih Kalah dari Mees Hilgers
"Saya juga sudah informasikan kepada PSSI semua tiket yang sudah dibeli untuk pertandingan tentu lawan Kuwait itu refundable. Jadi, silahkan kalau mau dibalikkan," kata Erick.
"Tapi, kalau mau di-keep atau seperti apa, saya minta juga kepada pihak PSSI dan GSI ada sebuah, mungkin kompensasi, yang tetap mau keep tiketnya. Karena kita harus menghormati juga para suporter yang sudah punya komitmen untuk membantu Timnas,” tutupnya.
Erick Thohir juga meminta PSSI dan GSI untuk memberikan kompensasi bagi para suporter yang tetap ingin menonton. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas komitmen para penggemar.
Erick Thohir menyebut keputusan ini adalah solusi jangka pendek demi kebaikan Timnas Indonesia. Awalnya, Skuad Garuda dijadwalkan menghadapi Kuwait untuk menguji kekuatan jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Namun, karena suatu hal, PSSI harus bergerak cepat mencari lawan lain. Pilihan jatuh kepada Taiwan yang bersedia memenuhi undangan dalam waktu singkat. "Dahulu kita ingin bermain dengan negara Timur Tengah untuk persiapan (kualifikasi) Oktober mendatang," ujar Erick Thohir di Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Baca Juga: Eliano Reijnders Menghilang dari Latihan PEC Zwolle, Sinyal Kuat Gabung Persib?
"Tapi, karena satu dan lain hal, kita harus cari solusi. Kita bertanding dengan Taiwan yang kebetulan mereka juga menghormati undangan kita dalam waktu pendek."
Pertandingan melawan Taiwan akan tetap berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada 5 September, dilanjutkan dengan laga melawan Lebanon pada 8 September. "Mereka (Taiwan) akan hadir di tanggal 5 September," sambungnya.
Erick Thohir juga memastikan PSSI akan bertanggung jawab penuh terhadap para suporter yang sudah membeli tiket. Ia menawarkan opsi refund atau pengembalian dana bagi mereka yang ingin membatalkan kehadiran.
Baca Juga: Nilai Pasar Persib Bandung di Super League 2025-2026 Masih Kalah dari Mees Hilgers
"Saya juga sudah informasikan kepada PSSI semua tiket yang sudah dibeli untuk pertandingan tentu lawan Kuwait itu refundable. Jadi, silahkan kalau mau dibalikkan," kata Erick.
"Tapi, kalau mau di-keep atau seperti apa, saya minta juga kepada pihak PSSI dan GSI ada sebuah, mungkin kompensasi, yang tetap mau keep tiketnya. Karena kita harus menghormati juga para suporter yang sudah punya komitmen untuk membantu Timnas,” tutupnya.
Erick Thohir juga meminta PSSI dan GSI untuk memberikan kompensasi bagi para suporter yang tetap ingin menonton. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas komitmen para penggemar.
(yov)
Lihat Juga :