Janice Tjen dan 7 Petenis Putri Indonesia Pengguncang Grand Slam Tenis Dunia
Jum'at, 29 Agustus 2025 - 09:49 WIB
loading...
A
A
A
Lita bermain di ajang Grand Slam antara tahun 1968 dan 1975, di nomor tunggal, ganda, dan ganda campuran. Di nomor ganda putri, Lita menggandeng Lany Kaligis dan mencapai dua perempat final Grand Slam: Australia Terbuka pada tahun 1970 dan Wimbledon pada tahun 1971.
Di nomor tunggal, pencapaian terbaiknya adalah tersingkir di putaran ketiga Kejuaraan Australia tahun 1968, Australia Terbuka tahun 1970, Wimbledon tahun 1972, dan Prancis Terbuka tahun 1974.
3. Romana Tedjakusuma
Romana Tedjakusuma pernah bermain di tunggal putri Grand Slam Australian Open, French Open, dan US Open. Romana Tedjakusuma (lahir 24 Juli 1976) adalah mantan pemain tenis profesional Indonesia. Pada tahun 1993 dan 1994, ia bermain di sejumlah Kejuaraan Grand Slam Junior. Berpasangan dengan Park Sung-hee, ia mencapai semifinal Kejuaraan Wimbledon Junior 1993.
Selama tahun 1994, ia juga berkompetisi di tiga turnamen Grand Slam profesional. Hasil terbaiknya di level tersebut adalah penampilannya di babak ketiga Australia Terbuka.
4. Yayuk Basuki
Mencapai perempat final di Wimbledon dan berpartisipasi di beberapa Grand Slam lainnya. Yayuk Basuki lahir 30 November 1970 adalah mantan pemain tenis profesional Indonesia.
Yayuk adalah pemain tenis dengan peringkat tertinggi sepanjang masa dari Indonesia, mencapai peringkat 19 tunggal dalam peringkat WTA pada Oktober 1997. Ia pensiun dari dunia tenis tunggal putra pada tahun 2000, tetapi tetap aktif bermain ganda hingga tahun 2013.
Yayuk Basuki tampil di tunggal, ganda putri dan ganda campuran di semua Grand Slam sepanjang kariernya. Prestasi terbaik Yayuk di tunggal mencapai perempat final Wimbledon 1997. Yayuk juga mencapai semifinal ganda putri di US Open 1993. Sedangkan di ganda campuran, Yayuk menembus perempat final Wimbledon 1996 dan French Open 1997.
Di nomor tunggal, pencapaian terbaiknya adalah tersingkir di putaran ketiga Kejuaraan Australia tahun 1968, Australia Terbuka tahun 1970, Wimbledon tahun 1972, dan Prancis Terbuka tahun 1974.
3. Romana Tedjakusuma
Romana Tedjakusuma pernah bermain di tunggal putri Grand Slam Australian Open, French Open, dan US Open. Romana Tedjakusuma (lahir 24 Juli 1976) adalah mantan pemain tenis profesional Indonesia. Pada tahun 1993 dan 1994, ia bermain di sejumlah Kejuaraan Grand Slam Junior. Berpasangan dengan Park Sung-hee, ia mencapai semifinal Kejuaraan Wimbledon Junior 1993.
Selama tahun 1994, ia juga berkompetisi di tiga turnamen Grand Slam profesional. Hasil terbaiknya di level tersebut adalah penampilannya di babak ketiga Australia Terbuka.
4. Yayuk Basuki
Mencapai perempat final di Wimbledon dan berpartisipasi di beberapa Grand Slam lainnya. Yayuk Basuki lahir 30 November 1970 adalah mantan pemain tenis profesional Indonesia.
Yayuk adalah pemain tenis dengan peringkat tertinggi sepanjang masa dari Indonesia, mencapai peringkat 19 tunggal dalam peringkat WTA pada Oktober 1997. Ia pensiun dari dunia tenis tunggal putra pada tahun 2000, tetapi tetap aktif bermain ganda hingga tahun 2013.
Yayuk Basuki tampil di tunggal, ganda putri dan ganda campuran di semua Grand Slam sepanjang kariernya. Prestasi terbaik Yayuk di tunggal mencapai perempat final Wimbledon 1997. Yayuk juga mencapai semifinal ganda putri di US Open 1993. Sedangkan di ganda campuran, Yayuk menembus perempat final Wimbledon 1996 dan French Open 1997.
Lihat Juga :