Momen Putri KW Sujud, Beri Kedamaian Lewat Sejarah di BWF World Championship 2025
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 09:43 WIB
loading...
Saat shuttlecock lawan jatuh dan dinyatakan poin untuk Putri KW, semua mata menyaksikan adegan yang sama. Putri KW tak meluapkan emosi dengan teriakan. Ia hanya melangkah perlahan ke tengah lapangan, menjatuhkan lututnya, dan bersujud / Foto: @BadmintonLi
A
A
A
PARIS - Di tengah riuhnya pemberitaan mengenai demo yang berujung bentrok di berbagai wilayah Indonesia. Ada satu nama yang mampu mengalihkan perhatian masyarakat Indonesia. Dia adalah Putri Kusuma Wardani .
Suasana di Indonesia dan Paris tentunya sangat berbeda jauh. Di Tanah Air, linimasa media sosial dipenuhi berita yang mengiris hati, tentang amarah, dan kekecewaan, yang seolah memantik emosi masyarakat setelah pengendara ojek online (ojol) dilindas rantis Brimob.
Di tengah bisingnya hiruk pikuk yang memanas di Tanah Air, jutaan pasang mata di Indonesia mengalihkan perhatian ke pertandingan perempat final BWF World Championships 2025. Mereka berharap menemukan sedikit ketenangan saat menyaksikan atlet kebanggaan Indonesia berjuang memikul beban di Adidas Arena, Paris, Jumat (29/8/2025).
Baca Juga: Kisah Putri KW di BWF World Championships 2025: Samai Rekor Lindaweni Fanetri hingga Geser Posisi Gregoria
Putri KW begitu ia disapa tengah berjuang dan meneteskan keringat untuk mengalahkan Pusarla V. Sindhu. Pertandingan yang penuh ketegangan berubah menjadi momen haru ketika poin penentu itu akhirnya tiba.
Saat shuttlecock jatuh dan dinyatakan poin untuk Putri KW, semua mata menyaksikan adegan yang sama. Putri KW tak meluapkan emosi dengan teriakan. Ia hanya melangkah perlahan ke tengah lapangan, menjatuhkan lututnya, dan bersujud.
Dahi menyentuh lantai, bahunya sedikit bergetar. Dalam sujud itu, tak ada kata-kata. Hanya ada rasa syukur yang begitu mendalam dan kelegaan yang luar biasa saat menyingkirkan wakil India melalui pertarungan sengit rubber game 21-14, 13-21, dan 21-16.
Baca Juga: Jonatan dan Ana/Tiwi Kandas, Putri Kusuma Wardani Pikul Harapan Indonesia di BWF World Championships 2025
Di saat bangsa ini terasa begitu rapuh, sujudnya menjadi pengingat bahwa di balik semua luka, masih ada harapan yang bisa digenggam. Sujud Putri KW bukan sekadar selebrasi kemenangan.
Sujud itu adalah doa, persembahan, dan simbol dari ketabahan yang dimiliki seorang atlet. Ia berdiri sendirian sebagai harapan terakhir, dan di tengah kegelapan, ia muncul sebagai cahaya yang menyatukan.
Kemenangan ini sekaligus memastikan dirinya menjadi tunggal putri pertama Indonesia yang kembali meraih medali di kejuaraan dunia setelah penantian 10 tahun. Terakhir kali medali ini diraih oleh Lindaweni Fanetri pada tahun 2015 dengan medali perunggu.
Suasana di Indonesia dan Paris tentunya sangat berbeda jauh. Di Tanah Air, linimasa media sosial dipenuhi berita yang mengiris hati, tentang amarah, dan kekecewaan, yang seolah memantik emosi masyarakat setelah pengendara ojek online (ojol) dilindas rantis Brimob.
Di tengah bisingnya hiruk pikuk yang memanas di Tanah Air, jutaan pasang mata di Indonesia mengalihkan perhatian ke pertandingan perempat final BWF World Championships 2025. Mereka berharap menemukan sedikit ketenangan saat menyaksikan atlet kebanggaan Indonesia berjuang memikul beban di Adidas Arena, Paris, Jumat (29/8/2025).
Baca Juga: Kisah Putri KW di BWF World Championships 2025: Samai Rekor Lindaweni Fanetri hingga Geser Posisi Gregoria
Putri KW begitu ia disapa tengah berjuang dan meneteskan keringat untuk mengalahkan Pusarla V. Sindhu. Pertandingan yang penuh ketegangan berubah menjadi momen haru ketika poin penentu itu akhirnya tiba.
Saat shuttlecock jatuh dan dinyatakan poin untuk Putri KW, semua mata menyaksikan adegan yang sama. Putri KW tak meluapkan emosi dengan teriakan. Ia hanya melangkah perlahan ke tengah lapangan, menjatuhkan lututnya, dan bersujud.
Dahi menyentuh lantai, bahunya sedikit bergetar. Dalam sujud itu, tak ada kata-kata. Hanya ada rasa syukur yang begitu mendalam dan kelegaan yang luar biasa saat menyingkirkan wakil India melalui pertarungan sengit rubber game 21-14, 13-21, dan 21-16.
Baca Juga: Jonatan dan Ana/Tiwi Kandas, Putri Kusuma Wardani Pikul Harapan Indonesia di BWF World Championships 2025
Di saat bangsa ini terasa begitu rapuh, sujudnya menjadi pengingat bahwa di balik semua luka, masih ada harapan yang bisa digenggam. Sujud Putri KW bukan sekadar selebrasi kemenangan.
Sujud itu adalah doa, persembahan, dan simbol dari ketabahan yang dimiliki seorang atlet. Ia berdiri sendirian sebagai harapan terakhir, dan di tengah kegelapan, ia muncul sebagai cahaya yang menyatukan.
Kemenangan ini sekaligus memastikan dirinya menjadi tunggal putri pertama Indonesia yang kembali meraih medali di kejuaraan dunia setelah penantian 10 tahun. Terakhir kali medali ini diraih oleh Lindaweni Fanetri pada tahun 2015 dengan medali perunggu.
(yov)
Lihat Juga :