Turnamen Sepak Bola Usia Dini Andre Rosiade Cup Jilid 2 Sukses Digelar
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 20:34 WIB
loading...
Turnamen Sepak Bola Usia Dini Andre Rosiade Cup Jilid 2 Sukses Digelar
A
A
A
Turnamen usia dini bertajuk Andre Rosiade Cup jilid 2 sukses digelar di Asiop Training Ground (ATG) Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2025). Hal itu dibuktikan peserta sangat antusias mengikuti ajang tersebut
"Alhamdulillah acara lancar. Tadi ada 1.200 lebih anak yang hadir sebagai peserta dan ada 3.000 orangtua juga yang hadir jadi begitu ramai acara hari ini," kata Andre selalu Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade
Penasihat Semen Padang itu menyampaikan Oktober mendatang akan kembali diadakan Andre Rosiade Cup Jilid 3. Dia optimistis ajang itu akan lebih meriah dari kali ini.
"Insyaallah kita akan adakan 25 Oktober di Andre Rosiade Cup Jilid 3 di lapangan Asiop Training Ground. Kemungkinan 80 tim yang ikut hari ini kita kurangi menjadi 60 tim supaya pemakaian lapangan lebih optimal, sehingga pelayanan kita jauh lebih baik ke depan," ucapnya.
Andre menegaskan permintaan untuk menyelenggarakan turnamen ini datang dari berbagai daerah. Menurutnya, banyak hal yang menjadi pertimbangan termasuk ketersediaan waktu dan dana sponsor, tetapi dia berkomitmen menyelenggarakan turnamen ini paling banyak enam kali setahun.
"Sebagai anggota DPR RI mewakili Sumbar, Insyaallah di akhir November saya juga akan upayakan Andre Rosiade Cup akan diselenggarakan di Sumbar. Nanti kita akan evaluasi juga, karena permintaan dari berbagai daerah itu banyak. Ini kita lagi mempertimbangkan," kata Andre.
"karena kan ada aspek banyak hal, pertama ketersediaan waktu dan ketersediaan dana sponsor. Insyaallah secara bertahap, kalua enam kali setahun kita akan upayakan tiga kali di Jabodetabek, dan tiga kali di luar Jabodetabek," tambahnya.
Menurut Andre yang paling penting dari turnamen yang disponsori Bank Mandiri ini adalah bagaimana dirinya berkontribusi membantu bangkitnya bibit-bibit sepakbola Indonesia. Hal tersebut agar sepak bola Indonesia lebih baik di tahun-tahun akan datang.
"Saya punya keyakinan kalau kita serius mengurus kompetisi usia muda, membenahi kompetisi liga satu, kompetisi liga satu kita bebas mafia, berkualitas dan profesional, akan memunculkan pemain timnas yang tangguh sehingga kita tidak perlu lagi 2034 pemain-pemain naturalisasi," katanya.
"Itulah beda kita dengan Korea dan Jepang. Mungkin di U-16 dan U-17 kita bisa mengalahkan Korea dan Jepang tapi di senior kenapa kita kalah? Karena di Jepang dan Korea punya kompetisi kelompok umur yang mengasah U-16 dan U-17 mereka untuk sampai di tingkat senior. Ini yang seharusnya dibenahi PSSI ke depan supaya 2034 dan seterusnya kita tidak lagi bergantung mencari pemain naturalisasi," sambung Andre.
Andre menekankan bahwa dirinya tak anti-naturalisasi. Akan tetapi, dia ingin PSSI mulai memikirkan bahwa jutaan anak Indonesia juga punya mimpi menjadi pemain Timnas.
"Itulah yang harus menjadi prioritas PSSI, bukan memikirkan naturalisasi. 2026, 2030 saya memahami butuh naturalisasi karena memang ada disparitas kita. Tapi mohon maaf 2034 dan seterusnya saatnya anak-anak Indonesia. Ini masih ada kesempatan 9 tahun lagi," ucap Andre.
PSSI harus bikin kompetisi kelompok umur untuk memastikan pemain kita dari U-16 dan U-17 sampai ke senior punya fasilitas kompetisi kelompok umur. Kalau kompetisi yang sehat dan berjenjang kita siapkan, kita gak akan kalah lawan Jepang dan Korea kedepannya," tuturnya.
"Alhamdulillah acara lancar. Tadi ada 1.200 lebih anak yang hadir sebagai peserta dan ada 3.000 orangtua juga yang hadir jadi begitu ramai acara hari ini," kata Andre selalu Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade
Penasihat Semen Padang itu menyampaikan Oktober mendatang akan kembali diadakan Andre Rosiade Cup Jilid 3. Dia optimistis ajang itu akan lebih meriah dari kali ini.
"Insyaallah kita akan adakan 25 Oktober di Andre Rosiade Cup Jilid 3 di lapangan Asiop Training Ground. Kemungkinan 80 tim yang ikut hari ini kita kurangi menjadi 60 tim supaya pemakaian lapangan lebih optimal, sehingga pelayanan kita jauh lebih baik ke depan," ucapnya.
Andre menegaskan permintaan untuk menyelenggarakan turnamen ini datang dari berbagai daerah. Menurutnya, banyak hal yang menjadi pertimbangan termasuk ketersediaan waktu dan dana sponsor, tetapi dia berkomitmen menyelenggarakan turnamen ini paling banyak enam kali setahun.
"Sebagai anggota DPR RI mewakili Sumbar, Insyaallah di akhir November saya juga akan upayakan Andre Rosiade Cup akan diselenggarakan di Sumbar. Nanti kita akan evaluasi juga, karena permintaan dari berbagai daerah itu banyak. Ini kita lagi mempertimbangkan," kata Andre.
"karena kan ada aspek banyak hal, pertama ketersediaan waktu dan ketersediaan dana sponsor. Insyaallah secara bertahap, kalua enam kali setahun kita akan upayakan tiga kali di Jabodetabek, dan tiga kali di luar Jabodetabek," tambahnya.
Menurut Andre yang paling penting dari turnamen yang disponsori Bank Mandiri ini adalah bagaimana dirinya berkontribusi membantu bangkitnya bibit-bibit sepakbola Indonesia. Hal tersebut agar sepak bola Indonesia lebih baik di tahun-tahun akan datang.
"Saya punya keyakinan kalau kita serius mengurus kompetisi usia muda, membenahi kompetisi liga satu, kompetisi liga satu kita bebas mafia, berkualitas dan profesional, akan memunculkan pemain timnas yang tangguh sehingga kita tidak perlu lagi 2034 pemain-pemain naturalisasi," katanya.
"Itulah beda kita dengan Korea dan Jepang. Mungkin di U-16 dan U-17 kita bisa mengalahkan Korea dan Jepang tapi di senior kenapa kita kalah? Karena di Jepang dan Korea punya kompetisi kelompok umur yang mengasah U-16 dan U-17 mereka untuk sampai di tingkat senior. Ini yang seharusnya dibenahi PSSI ke depan supaya 2034 dan seterusnya kita tidak lagi bergantung mencari pemain naturalisasi," sambung Andre.
Andre menekankan bahwa dirinya tak anti-naturalisasi. Akan tetapi, dia ingin PSSI mulai memikirkan bahwa jutaan anak Indonesia juga punya mimpi menjadi pemain Timnas.
"Itulah yang harus menjadi prioritas PSSI, bukan memikirkan naturalisasi. 2026, 2030 saya memahami butuh naturalisasi karena memang ada disparitas kita. Tapi mohon maaf 2034 dan seterusnya saatnya anak-anak Indonesia. Ini masih ada kesempatan 9 tahun lagi," ucap Andre.
PSSI harus bikin kompetisi kelompok umur untuk memastikan pemain kita dari U-16 dan U-17 sampai ke senior punya fasilitas kompetisi kelompok umur. Kalau kompetisi yang sehat dan berjenjang kita siapkan, kita gak akan kalah lawan Jepang dan Korea kedepannya," tuturnya.
(sto)
Lihat Juga :