Ranking BWF Pebulu Tangkis Indonesia usai Kejuaraan Dunia 2025: Putri KW Salip Gregoria Mariska
Selasa, 02 September 2025 - 07:04 WIB
loading...
Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025 di Paris, Prancis, telah usai. Meskipun Indonesia hanya membawa pulang satu medali perunggu, ajang paling bergengsi ini memberikan dampak pada peringkat dunia / Foto: PBSI
A
A
A
JAKARTA - Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025 di Paris, Prancis, telah usai. Meskipun Indonesia hanya membawa pulang satu medali perunggu, ajang paling bergengsi ini memberikan dampak pada peringkat dunia BWF (Badminton World Federation), terutama bagi para wakil Merah Putih.
Perubahan paling mencolok terjadi di sektor tunggal putri. Pencapaian luar biasa Putri Kusuma Wardani (Putri KW) yang berhasil meraih medali perunggu setelah menembus semifinal, membuat posisinya melesat drastis.
Putri KW kini menempati peringkat ketujuh dunia, menggeser seniornya, Gregoria Mariska Tunjung, yang turun satu peringkat ke posisi kedelapan. Prestasi ini tidak hanya menjadi sejarah bagi Putri KW, tetapi juga mengakhiri dominasi Gregoria sebagai tunggal putri nomor satu Indonesia yang telah bertahan sejak 2018.
Baca Juga: Pebulu Tangkis Jesita Putri Miantoro Pensiun di Usia 23 Tahun
Sayangnya, situasi kurang ideal menimpa sektor ganda putra. Meskipun menjadi andalan, beberapa pasangan ganda putra Indonesia mengalami penurunan peringkat. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto harus puas turun ke peringkat kelima dunia.
Hal serupa juga dialami oleh pasangan lain. Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani turun ke peringkat kedelapan. Sementara Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana melorot ke peringkat ke-13.
Di sisi lain, sektor tunggal putra Indonesia menunjukkan konsistensi. Jonatan Christie masih kokoh di peringkat 5 dunia, sementara pemain muda berbakat, Alwi Farhan, menunjukkan tren positif dengan naik ke peringkat 23 dunia.
Baca Juga: Pembuktian 3 Gelar Diborong Pebulu Tangkis Indonesia di Lagos
Performa tunggal putra ini sedikit memberi angin segar di tengah tantangan yang dihadapi sektor ganda putra. Bagaimana dengan ganda putri dan ganda campuran?
Di ganda putri, Indonesia tertinggal jauh dari pasangan China. Tim Merah Putih yang diwakili Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi dan Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti, tercecer di peringkat 10 dan 13.
Sedangkan di sektor ganda campuran, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta dan Rehan Naufal/Gloria Emanuelle Widjaja masih kesulitan menembus 10 besar. Kedua pasangan ini hanya mampu menempati peringkat 12 dan 15 dunia.
Secara keseluruhan, hasil Kejuaraan Dunia 2025 menjadi pengingat bagi para pebulu tangkis Indonesia untuk terus berbenah. Meskipun ada beberapa kabar baik, terutama dari Putri KW, penurunan peringkat di sektor ganda putra yang menjadi andalan utama harus menjadi evaluasi serius bagi PBSI demi mencapai prestasi yang lebih tinggi di turnamen-turnamen mendatang.
Perubahan paling mencolok terjadi di sektor tunggal putri. Pencapaian luar biasa Putri Kusuma Wardani (Putri KW) yang berhasil meraih medali perunggu setelah menembus semifinal, membuat posisinya melesat drastis.
Putri KW kini menempati peringkat ketujuh dunia, menggeser seniornya, Gregoria Mariska Tunjung, yang turun satu peringkat ke posisi kedelapan. Prestasi ini tidak hanya menjadi sejarah bagi Putri KW, tetapi juga mengakhiri dominasi Gregoria sebagai tunggal putri nomor satu Indonesia yang telah bertahan sejak 2018.
Baca Juga: Pebulu Tangkis Jesita Putri Miantoro Pensiun di Usia 23 Tahun
Sayangnya, situasi kurang ideal menimpa sektor ganda putra. Meskipun menjadi andalan, beberapa pasangan ganda putra Indonesia mengalami penurunan peringkat. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto harus puas turun ke peringkat kelima dunia.
Hal serupa juga dialami oleh pasangan lain. Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani turun ke peringkat kedelapan. Sementara Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana melorot ke peringkat ke-13.
Di sisi lain, sektor tunggal putra Indonesia menunjukkan konsistensi. Jonatan Christie masih kokoh di peringkat 5 dunia, sementara pemain muda berbakat, Alwi Farhan, menunjukkan tren positif dengan naik ke peringkat 23 dunia.
Baca Juga: Pembuktian 3 Gelar Diborong Pebulu Tangkis Indonesia di Lagos
Performa tunggal putra ini sedikit memberi angin segar di tengah tantangan yang dihadapi sektor ganda putra. Bagaimana dengan ganda putri dan ganda campuran?
Di ganda putri, Indonesia tertinggal jauh dari pasangan China. Tim Merah Putih yang diwakili Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi dan Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti, tercecer di peringkat 10 dan 13.
Sedangkan di sektor ganda campuran, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta dan Rehan Naufal/Gloria Emanuelle Widjaja masih kesulitan menembus 10 besar. Kedua pasangan ini hanya mampu menempati peringkat 12 dan 15 dunia.
Secara keseluruhan, hasil Kejuaraan Dunia 2025 menjadi pengingat bagi para pebulu tangkis Indonesia untuk terus berbenah. Meskipun ada beberapa kabar baik, terutama dari Putri KW, penurunan peringkat di sektor ganda putra yang menjadi andalan utama harus menjadi evaluasi serius bagi PBSI demi mencapai prestasi yang lebih tinggi di turnamen-turnamen mendatang.
(yov)
Lihat Juga :