Joe Bugner Penantang Muhammad Ali dan Joe Frazier Meninggal di Usia 75
Selasa, 02 September 2025 - 21:03 WIB
loading...
A
A
A
Itu adalah perjalanan panjang dan penuh kisah menuju puncak bagi pria yang pernah dijuluki 'Dewa Yunani' karena fisiknya. Lahir dengan nama Jozsef Kreul Bugner di Szoreg, Hongaria, pada tahun 1950, keluarganya melarikan diri dari invasi Soviet dan akhirnya menetap di Cambridgeshire, Inggris.
Ia mulai bertinju di Bedford dan, setelah karier amatir yang singkat, beralih menjadi profesional di usia 17 tahun dan kalah dalam debutnya saat dihentikan oleh Paul Brown dengan skor 1-3 di ronde ketiga dari enam ronde mereka. Hanya 40 hari kemudian, ia kembali ke ring, meraih kemenangan pertama dalam kariernya di York Hall, Bethnal Green melalui penghentian di ronde kedua melawan petinju kidal Paul Cassidy.
Malam-malam yang lebih besar dan cahaya yang lebih terang menanti Bugner, yang pindah ke Australia pada tahun 1986, memberinya julukan 'Aussie Joe'. Ia sedang berada di rumahnya di Australia ketika menerima panggilan telepon dari seorang calon promotor tinju bernama Barry Hearn yang akan mengubah sejarah tinju Inggris selamanya.
Promotor snooker Hearn, yang sebelumnya tidak pernah terlibat dalam promosi tinju, memutuskan untuk mempertemukan Bugner dan Frank Bruno dalam sebuah pertarungan. Ia sedang makan malam bersama istrinya, Susan, ketika ia menelepon Bugner dan mengajukan tawaran yang tak bisa ditolaknya.
Ia dihentikan oleh Bruno pada ronde kedelapan dari 10 ronde pertarungan mereka di White Hart Lane, yang saat itu merupakan kandang Tottenham Hotspur FC, pada 24 Oktober 1987, tetapi itu menjadi awal perjalanan Matchroom Boxing yang berlanjut hingga kini bersama putra Hearn, Eddie.
Promotor tinju Inggris ternama lainnya juga berterima kasih kepada Bugner atas momen penting dalam kariernya. Anggota Hall of Fame, Warren, menulis di media sosial: “Berita sedih mendengar meninggalnya Joe Bugner, mantan juara Inggris, Eropa, dan Persemakmuran, dan seorang pria yang berjuang keras melawan Muhammad Ali dan Joe Frazier.
Ia mulai bertinju di Bedford dan, setelah karier amatir yang singkat, beralih menjadi profesional di usia 17 tahun dan kalah dalam debutnya saat dihentikan oleh Paul Brown dengan skor 1-3 di ronde ketiga dari enam ronde mereka. Hanya 40 hari kemudian, ia kembali ke ring, meraih kemenangan pertama dalam kariernya di York Hall, Bethnal Green melalui penghentian di ronde kedua melawan petinju kidal Paul Cassidy.
Malam-malam yang lebih besar dan cahaya yang lebih terang menanti Bugner, yang pindah ke Australia pada tahun 1986, memberinya julukan 'Aussie Joe'. Ia sedang berada di rumahnya di Australia ketika menerima panggilan telepon dari seorang calon promotor tinju bernama Barry Hearn yang akan mengubah sejarah tinju Inggris selamanya.
Promotor snooker Hearn, yang sebelumnya tidak pernah terlibat dalam promosi tinju, memutuskan untuk mempertemukan Bugner dan Frank Bruno dalam sebuah pertarungan. Ia sedang makan malam bersama istrinya, Susan, ketika ia menelepon Bugner dan mengajukan tawaran yang tak bisa ditolaknya.
Ia dihentikan oleh Bruno pada ronde kedelapan dari 10 ronde pertarungan mereka di White Hart Lane, yang saat itu merupakan kandang Tottenham Hotspur FC, pada 24 Oktober 1987, tetapi itu menjadi awal perjalanan Matchroom Boxing yang berlanjut hingga kini bersama putra Hearn, Eddie.
Promotor tinju Inggris ternama lainnya juga berterima kasih kepada Bugner atas momen penting dalam kariernya. Anggota Hall of Fame, Warren, menulis di media sosial: “Berita sedih mendengar meninggalnya Joe Bugner, mantan juara Inggris, Eropa, dan Persemakmuran, dan seorang pria yang berjuang keras melawan Muhammad Ali dan Joe Frazier.
Lihat Juga :