Dibandingkan dengan Shin Tae-yong, Gerald Vanenburg: Buat Apa Lihat ke Belakang, Toh Tidak Juara!
Rabu, 03 September 2025 - 11:11 WIB
loading...
Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, menanggapi perbandingan dirinya dengan pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong / Foto: iNews Media Group
A
A
A
SIDOARJO - Pelatih Timnas Indonesia U-23 , Gerald Vanenburg, menanggapi perbandingan dirinya dengan pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong . Perbandingan ini mencuat setelah kegagalan Garuda Muda di Piala AFF U-23 pada Juli 2025, saat Garuda Muda harus takluk 0-1 dari Vietnam di final.
Publik sepak bola Indonesia ragu Timnas U-23 bisa berbicara banyak di Kualifikasi Piala Asia U-23, terutama karena mereka berada satu grup dengan Korea Selatan. Di bawah asuhan Shin Tae-yong, Indonesia pernah mengejutkan dengan mengalahkan Korea Selatan di Piala Asia U-23 2024.
Menanggapi hal tersebut, Vanenburg menegaskan fokusnya ada pada masa depan. "Tidak ada gunanya kita melihat ke belakang lagi, kecuali kita mempelajari kesalahan untuk dievaluasi," ujar Vanenburg dalam konferensi pers di Surabaya.
Baca Juga: Statistik Ciamik Adrian Wibowo, Calon Winger Anyar Timnas Indonesia
Pelatih berusia 61 tahun itu menekankan bahwa setiap tim butuh proses dan berkembang secara bertahap. Ia juga mengingatkan bahwa belum ada pelatih yang pernah mempersembahkan gelar juara di level U-23.
"Jadi tidak mungkin juga dari posisi paling bawah langsung ke atas, itu tidak mungkin, kita berkembang setahap demi setahap. Kalau kita melihat ke belakang U-23 juga tidak memiliki juara dengan pelatih-pelatih sebelumnnya," tuturnya.
Vanenburg menyadari Timnas U-23 memiliki masalah pada penyelesaian akhir, terutama saat melawan Vietnam di final Piala AFF U-23. Meskipun mendominasi penguasaan bola, timnya kesulitan mencetak gol.
Baca Juga: Pelatih Laos Sibuk Bahas Pemecatan Shin Tae-yong ketimbang Persiapan Lawan Timnas Indonesia U-23
"Saat melawan Vietnam, kita memiliki penguasaan bola hampir 60-70 persen. Itu sudah bagus, hanya saja kita tidak memiliki banyak kesempatan mencetak gol," jelas Vanenburg.
Berbeda dengan taktik Shin Tae-yong yang lebih mengedepankan efektivitas, Vanenburg memilih pendekatan khas Belanda yang mengutamakan penguasaan bola. "Timnas Indonesia akan bermain dengan caranya sendiri, menjaga bola, menguasai bola, dan bermain lebih leluasa, supaya bisa menang," pungkasnya.
Timnas Indonesia U-23 akan memulai perjuangannya di Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 dengan menghadapi Laos pada Rabu, 3 September 2025, pukul 19.30 WIB, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Publik sepak bola Indonesia ragu Timnas U-23 bisa berbicara banyak di Kualifikasi Piala Asia U-23, terutama karena mereka berada satu grup dengan Korea Selatan. Di bawah asuhan Shin Tae-yong, Indonesia pernah mengejutkan dengan mengalahkan Korea Selatan di Piala Asia U-23 2024.
Menanggapi hal tersebut, Vanenburg menegaskan fokusnya ada pada masa depan. "Tidak ada gunanya kita melihat ke belakang lagi, kecuali kita mempelajari kesalahan untuk dievaluasi," ujar Vanenburg dalam konferensi pers di Surabaya.
Baca Juga: Statistik Ciamik Adrian Wibowo, Calon Winger Anyar Timnas Indonesia
Pelatih berusia 61 tahun itu menekankan bahwa setiap tim butuh proses dan berkembang secara bertahap. Ia juga mengingatkan bahwa belum ada pelatih yang pernah mempersembahkan gelar juara di level U-23.
"Jadi tidak mungkin juga dari posisi paling bawah langsung ke atas, itu tidak mungkin, kita berkembang setahap demi setahap. Kalau kita melihat ke belakang U-23 juga tidak memiliki juara dengan pelatih-pelatih sebelumnnya," tuturnya.
Vanenburg menyadari Timnas U-23 memiliki masalah pada penyelesaian akhir, terutama saat melawan Vietnam di final Piala AFF U-23. Meskipun mendominasi penguasaan bola, timnya kesulitan mencetak gol.
Baca Juga: Pelatih Laos Sibuk Bahas Pemecatan Shin Tae-yong ketimbang Persiapan Lawan Timnas Indonesia U-23
"Saat melawan Vietnam, kita memiliki penguasaan bola hampir 60-70 persen. Itu sudah bagus, hanya saja kita tidak memiliki banyak kesempatan mencetak gol," jelas Vanenburg.
Berbeda dengan taktik Shin Tae-yong yang lebih mengedepankan efektivitas, Vanenburg memilih pendekatan khas Belanda yang mengutamakan penguasaan bola. "Timnas Indonesia akan bermain dengan caranya sendiri, menjaga bola, menguasai bola, dan bermain lebih leluasa, supaya bisa menang," pungkasnya.
Timnas Indonesia U-23 akan memulai perjuangannya di Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 dengan menghadapi Laos pada Rabu, 3 September 2025, pukul 19.30 WIB, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
(yov)
Lihat Juga :