Lini Depan Timnas Indonesia U-23 Tumpul, Gerald Vanenburg Lupa Kerjakan PR?
Kamis, 04 September 2025 - 15:07 WIB
loading...
Pengamat sepak bola nasional, Harris Pardede, yang akrab disapa Bung Harpa, menyoroti tajam performa lini depan Timnas Indonesia U-23 / Foto: Timnas Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Pengamat sepak bola nasional, Harris Pardede, yang akrab disapa Bung Harpa, menyoroti tajam performa lini depan Timnas Indonesia U-23 . Menurutnya, sang pelatih, Gerald Vanenburg, seolah tidak serius dalam mengevaluasi kekurangan timnya.
Hal ini terlihat dari minimnya produktivitas gol skuad Garuda Muda, terutama setelah pesta delapan gol ke gawang Brunei Darussalam di Piala AFF U-23 pada Juli lalu. Bung Harpa menggarisbawahi, di turnamen tersebut, Timnas Indonesia U-23 hanya mampu mencetak satu gol tambahan.
Gol ini dicetak oleh pemain naturalisasi, Jens Raven, saat menahan imbang Thailand di semifinal, yang ironisnya berawal dari skema bola mati, yaitu tendangan penjuru. Satu gol lainnya justru berasal dari bunuh diri pemain Filipina.
Baca Juga: Peluang Timnas Indonesia U-23 Lolos Kualifikasi Piala Asia 2026 Setipis Sutra, Bung Harpa: Sudah Hampir Habis!
"Di AFF U-23 kemarin itu kita hanya mencetak satu gol, ya Brunei di pertandingan pertama enggak usah dihitunglah. Lawan Malaysia kita enggak bisa cetak gol, lalu saat melawan Laos yang secara individu kita jauh di atas mereka pun kita kembali gagal menang dan gagal mencetak gol," ujar Bung Harpa dalam kanal YouTube pribadinya, Kamis (4/9/2025).
Bung Harpa membandingkan performa saat ini dengan keberhasilan Timnas Indonesia U-23 menembus semifinal Piala Asia U-23 setahun lalu. Saat itu, mereka berhasil mengalahkan tim-tim kuat seperti Australia dan Yordania, bahkan menghadapi Korea Selatan secara dramatis.
Namun, performa cemerlang tersebut seolah lenyap. "Sesuatu yang sangat salah terjadi di Timnas Nasional kita. Sepertinya PR yang muncul sejak kekalahan di final Piala AFF U-23 kemarin itu tidak dikerjakan, tidak ada perubahan."
Baca Juga: Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026 Diprediksi Meroket hingga 4 Kali Lipat
Bung Harpa juga mengkritik gaya bermain yang hanya mengandalkan penguasaan bola, namun minim hasil. "Kalian bisa lihat sendiri, seperti yang gua bilang tadi, buat apa kita menguasai pertandingan, bermain cantik, tapi hasilnya seperti ini," tegasnya.
Meski demikian, Bung Harpa mengajak para penggemar untuk tetap realistis. Ia menyinggung pernyataan Vanenburg yang meminta semua pihak menatap dua pertandingan tersisa di fase grup Piala Asia U-23, yaitu melawan Makau dan Korea Selatan.
Namun, ia pesimistis dengan kondisi yang ada. "Ini sudah seperti harus lolos dari lubang jarum. Sangat kecil dan kita realistis, bukannya kita enggak mau lolos, tapi ya come on lah ya dengan gaya bermain seperti itu apa yang bisa kita harapkan? Jangan-jangan lawan Makau kita juga enggak bisa menang. Ini sudah enggak ada obatnya lagi kalau ini," imbuh Bung Harpa
Hal ini terlihat dari minimnya produktivitas gol skuad Garuda Muda, terutama setelah pesta delapan gol ke gawang Brunei Darussalam di Piala AFF U-23 pada Juli lalu. Bung Harpa menggarisbawahi, di turnamen tersebut, Timnas Indonesia U-23 hanya mampu mencetak satu gol tambahan.
Gol ini dicetak oleh pemain naturalisasi, Jens Raven, saat menahan imbang Thailand di semifinal, yang ironisnya berawal dari skema bola mati, yaitu tendangan penjuru. Satu gol lainnya justru berasal dari bunuh diri pemain Filipina.
Baca Juga: Peluang Timnas Indonesia U-23 Lolos Kualifikasi Piala Asia 2026 Setipis Sutra, Bung Harpa: Sudah Hampir Habis!
"Di AFF U-23 kemarin itu kita hanya mencetak satu gol, ya Brunei di pertandingan pertama enggak usah dihitunglah. Lawan Malaysia kita enggak bisa cetak gol, lalu saat melawan Laos yang secara individu kita jauh di atas mereka pun kita kembali gagal menang dan gagal mencetak gol," ujar Bung Harpa dalam kanal YouTube pribadinya, Kamis (4/9/2025).
Bung Harpa membandingkan performa saat ini dengan keberhasilan Timnas Indonesia U-23 menembus semifinal Piala Asia U-23 setahun lalu. Saat itu, mereka berhasil mengalahkan tim-tim kuat seperti Australia dan Yordania, bahkan menghadapi Korea Selatan secara dramatis.
Namun, performa cemerlang tersebut seolah lenyap. "Sesuatu yang sangat salah terjadi di Timnas Nasional kita. Sepertinya PR yang muncul sejak kekalahan di final Piala AFF U-23 kemarin itu tidak dikerjakan, tidak ada perubahan."
Baca Juga: Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026 Diprediksi Meroket hingga 4 Kali Lipat
Bung Harpa juga mengkritik gaya bermain yang hanya mengandalkan penguasaan bola, namun minim hasil. "Kalian bisa lihat sendiri, seperti yang gua bilang tadi, buat apa kita menguasai pertandingan, bermain cantik, tapi hasilnya seperti ini," tegasnya.
Meski demikian, Bung Harpa mengajak para penggemar untuk tetap realistis. Ia menyinggung pernyataan Vanenburg yang meminta semua pihak menatap dua pertandingan tersisa di fase grup Piala Asia U-23, yaitu melawan Makau dan Korea Selatan.
Namun, ia pesimistis dengan kondisi yang ada. "Ini sudah seperti harus lolos dari lubang jarum. Sangat kecil dan kita realistis, bukannya kita enggak mau lolos, tapi ya come on lah ya dengan gaya bermain seperti itu apa yang bisa kita harapkan? Jangan-jangan lawan Makau kita juga enggak bisa menang. Ini sudah enggak ada obatnya lagi kalau ini," imbuh Bung Harpa
(yov)
Lihat Juga :