Lupakan Chimaev! Paulo Costa Pilih Petarung Mata Satu Rusia Duel di UFC Qatar
Kamis, 04 September 2025 - 19:09 WIB
loading...
Bukan Paulo Costa namanya jika tidak membuat gebrakan / Foto: MMA Rocks!
A
A
A
JAKARTA - Bukan Paulo Costa namanya jika tidak membuat gebrakan. Setelah kemenangan comeback-nya di UFC 318, mantan penantang gelar kelas menengah ini kembali mencuri perhatian dengan pengumuman yang mengejutkan.
Alih-alih mendapatkan pertarungan yang diinginkan melawan Khamzat Chimaev , Costa justru mengonfirmasi bahwa ia telah menyetujui pertarungan melawan petarung tak terkalahkan, Shara 'Bullet' Magomedov, di ajang UFC Qatar.
Pada Rabu (3/9/2025), melalui akun X (sebelumnya Twitter) pribadinya, Paulo Costa seolah membocorkan berita pertarungannya sendiri. "Ditawari Shara Bullet di Qatar. Itu terlihat menarik, saya setuju," tulis Costa.
Baca Juga: Duel Comeback Danny Garcia vs Daniel Gonzalez Digelar 18 Oktober
Acara UFC Fight Night tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22 November di ABHA Arena, Doha, Qatar. Hingga berita ini ditulis, belum ada pertarungan lain yang diumumkan secara resmi untuk kartu tersebut.
Keputusan Costa untuk melawan Magomedov mengejutkan banyak pihak, terutama setelah ia gencar menantang Chimaev pasca kemenangannya atas Roman Kopylov. Kemenangan mutlak atas Kopylov di UFC 318 pada bulan Juli lalu seolah menjadi pembersih dari rentetan kekalahan yang ia alami sebelumnya.
Dalam wawancara pasca-pertarungan, ia bahkan mengkritik Chimaev, menjulukinya sebagai pengendus bola-bola membosankan karena gaya gulatnya yang dominan. "Ini akan menjadi petarung Rusia kedua berturut-turut yang kalah," ungkap Costa, merujuk pada Magomedov dan Kopylov.
Baca Juga: Brandon Figueroa Rebut Peringkat 1 Kelas Bulu WBA yang Lowong
"Kalian bertiga, siapa lagi yang akan jadi sasaran empuk si pengendus bola-bola membosankan itu," sindirnya lagi, menargetkan Chimaev.
Costa bahkan membuat video mengejek gaya bertarung Chimaev. Tantangan ini muncul setelah rencana pertarungan mereka di UFC 294 tahun lalu gagal terwujud karena Costa mundur akibat infeksi siku.
Namun, dengan pengumuman pertarungan melawan Magomedov, sepertinya impian untuk bertemu Chimaev harus tertunda. Meskipun bukan grappler seperti Chimaev, Paulo Costa dikenal memiliki kekuatan yang luar biasa.
Tingkat penyelesaiannya mencapai 100 persen dalam 12 pertarungan pertamanya. Salah satu bukti ketangguhannya adalah kemampuannya menahan tiga dari empat upaya takedown dari peraih medali perak Olimpiade gulat gaya bebas, Yoel Romero, dalam pertarungan sengit tiga ronde pada tahun 2019.
Costa juga memiliki tingkat pertahanan takedown yang impresif, mencapai 80 persen di kelas menengah. Ia belum pernah dijatuhkan lebih dari dua kali dalam satu pertarungan di UFC.
Meskipun banyak orang mempertanyakan rekor ini karena ia belum banyak melawan pegulat top di masa jayanya, kemampuannya menahan takedown dari para grappler elite seperti Romero menjadi bukti nyata kekuatannya. Dengan Magomedov yang dikenal sebagai striker ulung, pertarungan di Qatar nanti diprediksi akan menjadi duel yang menarik. Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang?
Alih-alih mendapatkan pertarungan yang diinginkan melawan Khamzat Chimaev , Costa justru mengonfirmasi bahwa ia telah menyetujui pertarungan melawan petarung tak terkalahkan, Shara 'Bullet' Magomedov, di ajang UFC Qatar.
Pada Rabu (3/9/2025), melalui akun X (sebelumnya Twitter) pribadinya, Paulo Costa seolah membocorkan berita pertarungannya sendiri. "Ditawari Shara Bullet di Qatar. Itu terlihat menarik, saya setuju," tulis Costa.
Baca Juga: Duel Comeback Danny Garcia vs Daniel Gonzalez Digelar 18 Oktober
Acara UFC Fight Night tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22 November di ABHA Arena, Doha, Qatar. Hingga berita ini ditulis, belum ada pertarungan lain yang diumumkan secara resmi untuk kartu tersebut.
Keputusan Costa untuk melawan Magomedov mengejutkan banyak pihak, terutama setelah ia gencar menantang Chimaev pasca kemenangannya atas Roman Kopylov. Kemenangan mutlak atas Kopylov di UFC 318 pada bulan Juli lalu seolah menjadi pembersih dari rentetan kekalahan yang ia alami sebelumnya.
Dalam wawancara pasca-pertarungan, ia bahkan mengkritik Chimaev, menjulukinya sebagai pengendus bola-bola membosankan karena gaya gulatnya yang dominan. "Ini akan menjadi petarung Rusia kedua berturut-turut yang kalah," ungkap Costa, merujuk pada Magomedov dan Kopylov.
Baca Juga: Brandon Figueroa Rebut Peringkat 1 Kelas Bulu WBA yang Lowong
"Kalian bertiga, siapa lagi yang akan jadi sasaran empuk si pengendus bola-bola membosankan itu," sindirnya lagi, menargetkan Chimaev.
Costa bahkan membuat video mengejek gaya bertarung Chimaev. Tantangan ini muncul setelah rencana pertarungan mereka di UFC 294 tahun lalu gagal terwujud karena Costa mundur akibat infeksi siku.
Namun, dengan pengumuman pertarungan melawan Magomedov, sepertinya impian untuk bertemu Chimaev harus tertunda. Meskipun bukan grappler seperti Chimaev, Paulo Costa dikenal memiliki kekuatan yang luar biasa.
Tingkat penyelesaiannya mencapai 100 persen dalam 12 pertarungan pertamanya. Salah satu bukti ketangguhannya adalah kemampuannya menahan tiga dari empat upaya takedown dari peraih medali perak Olimpiade gulat gaya bebas, Yoel Romero, dalam pertarungan sengit tiga ronde pada tahun 2019.
Costa juga memiliki tingkat pertahanan takedown yang impresif, mencapai 80 persen di kelas menengah. Ia belum pernah dijatuhkan lebih dari dua kali dalam satu pertarungan di UFC.
Meskipun banyak orang mempertanyakan rekor ini karena ia belum banyak melawan pegulat top di masa jayanya, kemampuannya menahan takedown dari para grappler elite seperti Romero menjadi bukti nyata kekuatannya. Dengan Magomedov yang dikenal sebagai striker ulung, pertarungan di Qatar nanti diprediksi akan menjadi duel yang menarik. Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang?
(yov)
Lihat Juga :