Terence Crawford Klaim Pukulan Cody Garbrandt Lebih Mengerikan dari Ilia Topuria dan McGregor
Jum'at, 05 September 2025 - 16:13 WIB
loading...
Terence Crawford menyebut nama yang mungkin terlupakan saat ini sebagai petarung terbaik di UFC. Petinju pound-for-pound terbaik di dunia saat ini tidak memilih Ilia Topuria atau Conor McGregor / Foto: Business Insider
A
A
A
JAKARTA - Terence Crawford menyebut nama yang mungkin terlupakan saat ini sebagai petarung terbaik di UFC . Petinju pound-for-pound terbaik di dunia saat ini tidak memilih bintang-bintang seperti Ilia Topuria atau Conor McGregor, melainkan mantan juara kelas bantam UFC, Cody Garbrandt.
Pernyataan Crawford ini disampaikan dalam penampilan terbarunya di Full Send Podcast. Saat ditanya siapa petinju terbaik di UFC, petarung berjuluk Bud secara lugas menyebut nama Garbrandt.
"Temanku, siapa namanya, Cody (Garbrandt), dia petinju UFC terbaik," ujar Crawford dikutip dari GiveMeSport, Jumat (5/9/2025).
Baca Juga: Lupakan Chimaev! Paulo Costa Pilih Petarung Mata Satu Rusia Duel di UFC Qatar
Crawford menjelaskan alasannya, dengan menekankan pada keterampilan tinju murni. Meskipun mengakui kemampuan petarung seperti Topuria, Crawford merasa bahwa keunggulan Garbrandt dalam hal pukulan dan teknik tinju murni berada di level yang berbeda.
"Ketika kita berbicara tentang tinju murni, kita tidak sedang membicarakan hal lain... Saya rasa Cody memiliki keterampilan tinju terbaik di UFC," tambahnya.
Pilihan Crawford ini menarik mengingat rekor Garbrandt yang kurang mengesankan belakangan ini, hanya memenangkan tiga dari 10 pertarungan terakhirnya. Namun, bagi para penggemar yang mengikuti kariernya, bakat Garbrandt terlihat jelas, terutama saat ia mencapai puncak kejayaannya.
Baca Juga: Klarifikasi Alex Pereira: Tweet Kritik UFC Bukan Ulah Peretas, Tapi Ungkapan Kekecewaan
Salah satu penampilan terbaik Garbrandt terjadi di UFC 207 saat ia mengalahkan Dominick Cruz dan merebut gelar juara kelas bantam. Dalam pertarungan tersebut, petarung berjuluk No Love mendominasi Cruz dengan gaya bertarungnya yang eksplosif dan pukulan yang terlalu kuat untuk diimbangi.
Penampilan ikonik itulah yang membuat keterampilan tinjunya masih sangat dihargai oleh para ahli, termasuk petinju sekelas Terence Crawford, meskipun kariernya belakangan ini menurun. Ini membuktikan bahwa di tengah evolusi MMA, fondasi dari disiplin tinju masih sangat relevan dan diakui oleh para profesional.
Pernyataan Crawford ini disampaikan dalam penampilan terbarunya di Full Send Podcast. Saat ditanya siapa petinju terbaik di UFC, petarung berjuluk Bud secara lugas menyebut nama Garbrandt.
"Temanku, siapa namanya, Cody (Garbrandt), dia petinju UFC terbaik," ujar Crawford dikutip dari GiveMeSport, Jumat (5/9/2025).
Baca Juga: Lupakan Chimaev! Paulo Costa Pilih Petarung Mata Satu Rusia Duel di UFC Qatar
Crawford menjelaskan alasannya, dengan menekankan pada keterampilan tinju murni. Meskipun mengakui kemampuan petarung seperti Topuria, Crawford merasa bahwa keunggulan Garbrandt dalam hal pukulan dan teknik tinju murni berada di level yang berbeda.
"Ketika kita berbicara tentang tinju murni, kita tidak sedang membicarakan hal lain... Saya rasa Cody memiliki keterampilan tinju terbaik di UFC," tambahnya.
Pilihan Crawford ini menarik mengingat rekor Garbrandt yang kurang mengesankan belakangan ini, hanya memenangkan tiga dari 10 pertarungan terakhirnya. Namun, bagi para penggemar yang mengikuti kariernya, bakat Garbrandt terlihat jelas, terutama saat ia mencapai puncak kejayaannya.
Baca Juga: Klarifikasi Alex Pereira: Tweet Kritik UFC Bukan Ulah Peretas, Tapi Ungkapan Kekecewaan
Salah satu penampilan terbaik Garbrandt terjadi di UFC 207 saat ia mengalahkan Dominick Cruz dan merebut gelar juara kelas bantam. Dalam pertarungan tersebut, petarung berjuluk No Love mendominasi Cruz dengan gaya bertarungnya yang eksplosif dan pukulan yang terlalu kuat untuk diimbangi.
Penampilan ikonik itulah yang membuat keterampilan tinjunya masih sangat dihargai oleh para ahli, termasuk petinju sekelas Terence Crawford, meskipun kariernya belakangan ini menurun. Ini membuktikan bahwa di tengah evolusi MMA, fondasi dari disiplin tinju masih sangat relevan dan diakui oleh para profesional.
(yov)
Lihat Juga :