Talenta Muda Esports Dapat Dukungan UMKM Lokal Tampil di Ajang Nasional dan Internasional
Selasa, 09 September 2025 - 19:52 WIB
loading...
Talenta Muda Esports Dapat Dukungan UMKM Lokal Tampil di Ajang Nasional dan Internasional. Foto: IST
A
A
A
Perkembangan pesat dunia Esports di Indonesia, khususnya game Mobile Legends , membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkiprah di kancah nasional hingga internasional. Menariknya, dukungan terhadap sektor ini kini juga datang dari para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Wulan Safitri, Key Opinion Leader (KOL) dari UMKM Mercon Merah Putih, menyatakan komitmennya mendukung ekosistem Esports Indonesia, khususnya melalui peluncuran produk camilan Bangbang Ring yang dirancang untuk para gamers.
"Kami sebagai pelaku UMKM mendukung perkembangan gamers Esports, terutama Mobile Legends. Ini bagian dari komitmen kami agar UMKM juga bisa mendunia," kata Wulan dalam acara peluncuran produk di Jakarta, Senin (8/9/2025) malam.
Melalui kolaborasi dengan Moonton Team, pengembang game Mobile Legends, Wulan menegaskan bahwa UMKM lokal mampu bersaing dengan brand global. Produk camilan khas Nusantara seperti varian rendang sapi disiapkan untuk mendampingi para pemain saat berlaga atau berlatih.
"Ke depan, kami ingin terus berkolaborasi dalam menciptakan kompetisi bagi para gamers, agar bisa menjaring talenta muda yang potensial," tambahnya.
Hal senada disampaikan Dini Hapsari, perwakilan dari Moonton Team. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan berbagai komunitas Esports serta PBESI (Pengurus Besar Esports Indonesia) untuk mengadakan turnamen resmi di berbagai daerah.
"Kami terus membuka kompetisi agar menjadi wadah pengembangan kompetensi generasi muda di Esports. Selain itu, kami juga gencar memberi edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesadaran dalam bermain game secara sehat," ujar Dini.
Sebagai bentuk dukungan jangka panjang, Moonton juga mulai menggandeng sekolah-sekolah di Indonesia. Tercatat, lebih dari 100 SMP dan SMA di Surabaya telah menjadikan Mobile Legends sebagai kegiatan ekstrakurikuler (eskul) untuk mengasah keterampilan dan membentuk karakter sportif generasi muda.
Sementara itu, Kairi Ygnacio Rayosdelsol alias Kairi, pemain profesional Mobile Legends asal Filipina, menilai potensi pemain Esports Indonesia sangat besar.
"Mereka tidak kalah hebat dari negara-negara Asia lainnya. Mereka handal dan sportif," puji Kairi.
Ia juga menyoroti pentingnya asupan energi selama bermain, terutama camilan yang bisa membantu menjaga konsentrasi di tengah tekanan permainan.
"Kalau mau jadi pro player, harus cinta sama gamenya, terus latihan, dan jangan lupa cemilan Bangbang Ring," ujarnya sambil menyemangati para gamers agar tetap semangat dan tidak melupakan pendidikan.
Dengan kolaborasi antara UMKM, pengembang game, komunitas, hingga dunia pendidikan, ekosistem Esports Indonesia diprediksi akan semakin solid dan mampu mencetak talenta-talenta muda berdaya saing global.
Wulan Safitri, Key Opinion Leader (KOL) dari UMKM Mercon Merah Putih, menyatakan komitmennya mendukung ekosistem Esports Indonesia, khususnya melalui peluncuran produk camilan Bangbang Ring yang dirancang untuk para gamers.
"Kami sebagai pelaku UMKM mendukung perkembangan gamers Esports, terutama Mobile Legends. Ini bagian dari komitmen kami agar UMKM juga bisa mendunia," kata Wulan dalam acara peluncuran produk di Jakarta, Senin (8/9/2025) malam.
Melalui kolaborasi dengan Moonton Team, pengembang game Mobile Legends, Wulan menegaskan bahwa UMKM lokal mampu bersaing dengan brand global. Produk camilan khas Nusantara seperti varian rendang sapi disiapkan untuk mendampingi para pemain saat berlaga atau berlatih.
"Ke depan, kami ingin terus berkolaborasi dalam menciptakan kompetisi bagi para gamers, agar bisa menjaring talenta muda yang potensial," tambahnya.
Hal senada disampaikan Dini Hapsari, perwakilan dari Moonton Team. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan berbagai komunitas Esports serta PBESI (Pengurus Besar Esports Indonesia) untuk mengadakan turnamen resmi di berbagai daerah.
"Kami terus membuka kompetisi agar menjadi wadah pengembangan kompetensi generasi muda di Esports. Selain itu, kami juga gencar memberi edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesadaran dalam bermain game secara sehat," ujar Dini.
Sebagai bentuk dukungan jangka panjang, Moonton juga mulai menggandeng sekolah-sekolah di Indonesia. Tercatat, lebih dari 100 SMP dan SMA di Surabaya telah menjadikan Mobile Legends sebagai kegiatan ekstrakurikuler (eskul) untuk mengasah keterampilan dan membentuk karakter sportif generasi muda.
Sementara itu, Kairi Ygnacio Rayosdelsol alias Kairi, pemain profesional Mobile Legends asal Filipina, menilai potensi pemain Esports Indonesia sangat besar.
"Mereka tidak kalah hebat dari negara-negara Asia lainnya. Mereka handal dan sportif," puji Kairi.
Ia juga menyoroti pentingnya asupan energi selama bermain, terutama camilan yang bisa membantu menjaga konsentrasi di tengah tekanan permainan.
"Kalau mau jadi pro player, harus cinta sama gamenya, terus latihan, dan jangan lupa cemilan Bangbang Ring," ujarnya sambil menyemangati para gamers agar tetap semangat dan tidak melupakan pendidikan.
Dengan kolaborasi antara UMKM, pengembang game, komunitas, hingga dunia pendidikan, ekosistem Esports Indonesia diprediksi akan semakin solid dan mampu mencetak talenta-talenta muda berdaya saing global.
(sto)
Lihat Juga :