Petinju Jake Paul Soroti Teror Penembakan Aktivis Sayap Kanan Charlie Kirk
Kamis, 11 September 2025 - 07:27 WIB
loading...
Petinju Jake Paul Soroti Teror Penembakan Aktivis Sayap Kanan Charlie Kirk
A
A
A
Petinju Jake Paul ikut angkat bicara usai kabar mengejutkan mengenai tewasnya aktivis konservatif Charlie Kirk dalam sebuah penembakan di Utah Valley University, Rabu (10/9) waktu setempat. Paul menilai insiden itu terjadi lantaran Kirk “berbicara kebenaran”.
Lewat unggahannya di platform X, Paul menulis: “Charlie Kirk ditembak karena mengatakan kebenaran. Hanya itu alasannya. Betapa sakitnya zaman yang sedang kita jalani. Kita membutuhkan Tuhan lebih dari sebelumnya. Doa saya untuk keluarga Charlie dan juga untuk kesembuhan orang-orang jahat ini.”
Kirk, pendiri organisasi Turning Point USA, ditembak di bagian leher saat sedang menggelar acara “American Comeback Tour” di kampus Utah Valley University, Orem.
Baca Juga: Jake Paul Ejek Gervonta Davis Berlatih Tanding dengan Petinju Kelas Berat Jangkung
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.10 siang saat sesi tanya jawab mahasiswa. Ia sempat dilarikan ke Timpanogos Valley Hospital, namun otoritas kemudian mengonfirmasi bahwa Kirk meninggal dunia akibat luka serius yang dialaminya. Insiden tersebut memicu gelombang kecaman dari berbagai pihak lintas kubu politik.
Di tengah sorotan publik atas komentarnya soal Charlie Kirk, nama Jake Paul kembali jadi perbincangan lantaran pertarungannya melawan Gervonta “Tank” Davis pada 14 November mendatang di Atlanta, Georgia, kini berada dalam ketidakpastian.
Menurut laporan USA Today, laga yang sebelumnya dikabarkan sudah resmi diumumkan itu ternyata belum mendapatkan persetujuan dari Georgia Athletic and Entertainment Commission (GAEC), badan yang berwenang mengatur duel tinju di negara bagian tersebut. Isu utama yang dipersoalkan adalah selisih berat badan kedua petinju, yang jauh melampaui batas maksimal 9 pon sesuai regulasi GAEC. Paul terakhir bertanding di bobot 200 pon, sementara Davis tercatat hanya 135 pon.
Ketua GAEC, Rick Thompson, bahkan melontarkan kritik keras. “Ini adalah hal paling bodoh yang pernah saya dengar. Hanya ajang mencari uang, dan saya tidak setuju dengan itu,” ujarnya.
Ia menambahkan akan mengajukan argumen terkuat untuk menolak duel tersebut dalam rapat GAEC pada 18 September. Dengan komisi terdiri dari lima anggota, setidaknya tiga suara dibutuhkan agar laga disetujui.
Meski demikian, Jake Paul tetap optimistis. Dalam wawancaranya dengan Front Office Sports pada 8 September, ia menegaskan: “100 persen pertarungan ini akan terjadi. Jadwal sudah ditetapkan, semuanya sudah di-booking.”
Kini, nasib duel Paul vs Davis bergantung pada keputusan komisi. Jika penolakan benar-benar terjadi, pertarungan yang sudah lama ditunggu para penggemar bisa saja batal digelar.
Lewat unggahannya di platform X, Paul menulis: “Charlie Kirk ditembak karena mengatakan kebenaran. Hanya itu alasannya. Betapa sakitnya zaman yang sedang kita jalani. Kita membutuhkan Tuhan lebih dari sebelumnya. Doa saya untuk keluarga Charlie dan juga untuk kesembuhan orang-orang jahat ini.”
Kirk, pendiri organisasi Turning Point USA, ditembak di bagian leher saat sedang menggelar acara “American Comeback Tour” di kampus Utah Valley University, Orem.
Baca Juga: Jake Paul Ejek Gervonta Davis Berlatih Tanding dengan Petinju Kelas Berat Jangkung
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.10 siang saat sesi tanya jawab mahasiswa. Ia sempat dilarikan ke Timpanogos Valley Hospital, namun otoritas kemudian mengonfirmasi bahwa Kirk meninggal dunia akibat luka serius yang dialaminya. Insiden tersebut memicu gelombang kecaman dari berbagai pihak lintas kubu politik.
Duel Jake Paul vs Gervonta Davis Terancam Gagal
Di tengah sorotan publik atas komentarnya soal Charlie Kirk, nama Jake Paul kembali jadi perbincangan lantaran pertarungannya melawan Gervonta “Tank” Davis pada 14 November mendatang di Atlanta, Georgia, kini berada dalam ketidakpastian.
Menurut laporan USA Today, laga yang sebelumnya dikabarkan sudah resmi diumumkan itu ternyata belum mendapatkan persetujuan dari Georgia Athletic and Entertainment Commission (GAEC), badan yang berwenang mengatur duel tinju di negara bagian tersebut. Isu utama yang dipersoalkan adalah selisih berat badan kedua petinju, yang jauh melampaui batas maksimal 9 pon sesuai regulasi GAEC. Paul terakhir bertanding di bobot 200 pon, sementara Davis tercatat hanya 135 pon.
Ketua GAEC, Rick Thompson, bahkan melontarkan kritik keras. “Ini adalah hal paling bodoh yang pernah saya dengar. Hanya ajang mencari uang, dan saya tidak setuju dengan itu,” ujarnya.
Ia menambahkan akan mengajukan argumen terkuat untuk menolak duel tersebut dalam rapat GAEC pada 18 September. Dengan komisi terdiri dari lima anggota, setidaknya tiga suara dibutuhkan agar laga disetujui.
Meski demikian, Jake Paul tetap optimistis. Dalam wawancaranya dengan Front Office Sports pada 8 September, ia menegaskan: “100 persen pertarungan ini akan terjadi. Jadwal sudah ditetapkan, semuanya sudah di-booking.”
Kini, nasib duel Paul vs Davis bergantung pada keputusan komisi. Jika penolakan benar-benar terjadi, pertarungan yang sudah lama ditunggu para penggemar bisa saja batal digelar.
(sto)
Lihat Juga :