Terence Crawford Ukir Sejarah: Tumbangkan Canelo Alvarez, Sandang Gelar Juara Tak Terbantahkan!
Minggu, 14 September 2025 - 12:58 WIB
loading...
Terence Crawford menahbiskan namanya sebagai juara tak terbantahkan kelas menengah super WBA (Super), WBC, WBO, IBF, dan The Ring / Foto: The Athletic
A
A
A
LAS VEGAS - Terence Crawford menahbiskan namanya sebagai juara tak terbantahkan kelas menengah super WBA (Super), WBC, WBO, IBF, dan The Ring, usai menang angka 116-112, 115-113, dan 115-113 atas Saul Canelo Alvarez di Allegiant Stadium, Minggu (14/9/2025).
Pertarungan yang sangat dinantikan antara Canelo Alvarez dan Terence Crawford berlangsung dengan intensitas tinggi, menampilkan pertarungan taktik yang menarik sejak ronde pertama. Kedua petinju menunjukkan pendekatan yang berbeda namun sama-sama efektif, membuat jalannya pertandingan sangat sulit diprediksi.
Crawford memulai laga dengan agresif. Ia segera menguasai tengah ring, melancarkan pukulan jab sambil sesekali menjauh untuk mencari jarak aman dan mengendalikan alur pertandingan. Sebaliknya, Canelo terlihat lebih hati-hati di awal. Ia mempelajari gerakan lawannya, fokus pada pertahanan, dan sesekali mencoba melepaskan pukulan besar.
Baca Juga: Petinju Dunia Terbelah Jagokan Saul Canelo Alvarez Atau Terence Crawford
Di ronde pertama, Canelo berhasil mendaratkan pukulan keras pertama berupa hook kanan, namun berhasil diblok oleh Crawford. Tak mau kalah, Crawford membalas dengan kombinasi pukulan, yang juga mengenai sarung tangan lawan.
Hingga bel berbunyi, ronde ini berlangsung ketat, dengan sebuah hook kiri ke badan yang dilancarkan Canelo menjadi pukulan signifikan di akhir ronde. Pertarungan berlanjut dengan permainan tipuan yang rumit. Crawford menjadi petarung yang lebih sibuk, terus-menerus melancarkan jab ke kepala dan tubuh Canelo.
Di sisi lain, Canelo dengan sabar, menunggu momen yang tepat untuk melepaskan pukulan-pukulan andalannya. Ia berusaha menutup ruang gerak Crawford untuk membatasi serangan balik. Canelo berhasil mendaratkan pukulan tunggal yang keras ke badan, namun Crawford dengan cepat membalasnya dengan jab ke kepala.
Baca Juga: Cedera Misterius Alessandro Costa Paksa Sudut Ring Lempar Handuk
Canelo mencoba melancarkan serangan atas untuk pertama kalinya, tapi lagi-lagi disambut dengan counter keras dari Crawford. Petinju Amerika itu tampak tidak gentar menghadapi kekuatan Canelo.
Di ronde-ronde berikutnya, Crawford terus mendominasi dengan jab yang efektif, membuat ia unggul dalam perolehan angka. Namun, ancaman dari Canelo tidak pernah hilang.
Petinju Meksiko itu dengan sabar mencari celah, dan di akhir salah satu ronde, ia berhasil mendaratkan pukulan bersih ke atas kepala Crawford. Meskipun Crawford menggelengkan kepala, pukulan itu menjadi peringatan keras akan bahaya yang ia hadapi. Pertarungan ini terus berlanjut dengan tempo yang seimbang dan penuh perhitungan. Canelo lebih sering menyasar tubuh Crawford, sementara Crawford terus mengandalkan kecepatan dan jabnya untuk menjaga jarak dan mencetak poin.
Memasuki ronde keenam, Crawford terlihat mulai mendominasi jalannya pertandingan, membuat Canelo tampak sedikit frustrasi. Ia menunjukkan kelincahan luar biasa saat ia menghindari pukulan ayunan keras dari Canelo, sebelum dengan cepat melancarkan serangkaian jab ke arah lawannya.
Aksi ini membuat Canelo menggelengkan kepala, mengakui kecerdikan Crawford. Beberapa saat kemudian, Crawford berhasil mendaratkan sebuah overhand kiri yang akurat, menyebabkan kemerahan terlihat di sekitar mata kanan Canelo.
Momen ini tampaknya menaikkan kepercayaan diri Crawford. Ia bahkan sempat menjulurkan lidahnya dan mencibir ke arah Canelo, sebuah gestur yang menunjukkan betapa nyaman dirinya berada di dalam ring.
Saat kembali ke sudutnya, Canelo terlihat sedikit gelisah. Hal ini berbeda dengan Crawford yang tampak semakin mendikte jalannya pertandingan. Analis di pertengahan laga mulai memberikan penilaian, dengan beberapa di antaranya mengunggulkan Crawford.
Di ronde ketujuh, pertukaran pukulan sengit kembali terjadi di tengah ring. Crawford yang sedikit terlalu agresif saat mencoba melancarkan jabnya, memberi celah bagi Canelo untuk membalas dengan sebuah hook keras ke badan.
Namun, Crawford menunjukkan daya tahannya yang luar biasa dengan menahan pukulan itu dan terus melanjutkan serangannya. Ia semakin terbiasa dengan kekuatan Canelo dan tidak terlihat gentar sedikit pun. Meskipun Canelo berhasil memojokkan Crawford, petinju Amerika itu berhasil tetap melancarkan pukulan dan tidak tampak kesulitan berada dalam posisi tersebut.
Crawford tetap fokus pada strategi utamanya, melompat maju dan melepaskan jab ke tubuh Canelo. Pukulan-pukulan ini memang ringan, tetapi efektif untuk mengganggu ritme lawannya. Canelo, di sisi lain, berusaha membalas dengan pukulan keras andalannya, namun Crawford terlalu gesit dan sering kali berhasil menghindari serangan tersebut.
Meskipun Crawford unggul dalam kecepatan dan manuver, Canelo berhasil mendaratkan pukulan kiri keras ke tubuh Crawford yang membuat lawannya sempat membungkuk dan melambat. Momen ini menjadi peringatan bahwa pukulan Canelo tetap berbahaya. Namun, Crawford menunjukkan daya tahannya yang luar biasa dengan terus melanjutkan perlawanan, bahkan menggelengkan kepalanya seolah pukulan itu tidak berarti.
Pertarungan ini benar-benar menguji kekuatan, kecepatan, dan mental kedua petinju, membuat para penonton yang setia berada di kursi mereka menikmati setiap momen dramatis yang terjadi. Di sisa ronde, kedua petinju saling jual beli pukulan. Bahkan ada satu insiden yang membuat pelipis Crawford sempat mengeluarkan darah usai berbenturan kepala dengan Canelo.
Untuk pertama kalinya dalam pertarungan ini, Crawford tampak lebih santai dalam bertahan. Dia tetap ringan, melancarkan jab dan bergerak, menghindari pukulan-pukulan kuat Canelo.
Pertarungan 12 ronde pun berakhir tanpa ada satu petinju yang tertidur di kanvas. Setelah itu, Michael Buffer di depan 70.482 penonton di Allegiant Stadium membacakan poin yang diberikan ketiga hakim. Hasilnya, Crawford menjadi raja baru usai menang 116-112, 115-113, dan 115-113.
Pertarungan yang sangat dinantikan antara Canelo Alvarez dan Terence Crawford berlangsung dengan intensitas tinggi, menampilkan pertarungan taktik yang menarik sejak ronde pertama. Kedua petinju menunjukkan pendekatan yang berbeda namun sama-sama efektif, membuat jalannya pertandingan sangat sulit diprediksi.
Crawford memulai laga dengan agresif. Ia segera menguasai tengah ring, melancarkan pukulan jab sambil sesekali menjauh untuk mencari jarak aman dan mengendalikan alur pertandingan. Sebaliknya, Canelo terlihat lebih hati-hati di awal. Ia mempelajari gerakan lawannya, fokus pada pertahanan, dan sesekali mencoba melepaskan pukulan besar.
Baca Juga: Petinju Dunia Terbelah Jagokan Saul Canelo Alvarez Atau Terence Crawford
Di ronde pertama, Canelo berhasil mendaratkan pukulan keras pertama berupa hook kanan, namun berhasil diblok oleh Crawford. Tak mau kalah, Crawford membalas dengan kombinasi pukulan, yang juga mengenai sarung tangan lawan.
Hingga bel berbunyi, ronde ini berlangsung ketat, dengan sebuah hook kiri ke badan yang dilancarkan Canelo menjadi pukulan signifikan di akhir ronde. Pertarungan berlanjut dengan permainan tipuan yang rumit. Crawford menjadi petarung yang lebih sibuk, terus-menerus melancarkan jab ke kepala dan tubuh Canelo.
Di sisi lain, Canelo dengan sabar, menunggu momen yang tepat untuk melepaskan pukulan-pukulan andalannya. Ia berusaha menutup ruang gerak Crawford untuk membatasi serangan balik. Canelo berhasil mendaratkan pukulan tunggal yang keras ke badan, namun Crawford dengan cepat membalasnya dengan jab ke kepala.
Baca Juga: Cedera Misterius Alessandro Costa Paksa Sudut Ring Lempar Handuk
Canelo mencoba melancarkan serangan atas untuk pertama kalinya, tapi lagi-lagi disambut dengan counter keras dari Crawford. Petinju Amerika itu tampak tidak gentar menghadapi kekuatan Canelo.
Di ronde-ronde berikutnya, Crawford terus mendominasi dengan jab yang efektif, membuat ia unggul dalam perolehan angka. Namun, ancaman dari Canelo tidak pernah hilang.
Petinju Meksiko itu dengan sabar mencari celah, dan di akhir salah satu ronde, ia berhasil mendaratkan pukulan bersih ke atas kepala Crawford. Meskipun Crawford menggelengkan kepala, pukulan itu menjadi peringatan keras akan bahaya yang ia hadapi. Pertarungan ini terus berlanjut dengan tempo yang seimbang dan penuh perhitungan. Canelo lebih sering menyasar tubuh Crawford, sementara Crawford terus mengandalkan kecepatan dan jabnya untuk menjaga jarak dan mencetak poin.
Memasuki ronde keenam, Crawford terlihat mulai mendominasi jalannya pertandingan, membuat Canelo tampak sedikit frustrasi. Ia menunjukkan kelincahan luar biasa saat ia menghindari pukulan ayunan keras dari Canelo, sebelum dengan cepat melancarkan serangkaian jab ke arah lawannya.
Aksi ini membuat Canelo menggelengkan kepala, mengakui kecerdikan Crawford. Beberapa saat kemudian, Crawford berhasil mendaratkan sebuah overhand kiri yang akurat, menyebabkan kemerahan terlihat di sekitar mata kanan Canelo.
Momen ini tampaknya menaikkan kepercayaan diri Crawford. Ia bahkan sempat menjulurkan lidahnya dan mencibir ke arah Canelo, sebuah gestur yang menunjukkan betapa nyaman dirinya berada di dalam ring.
Saat kembali ke sudutnya, Canelo terlihat sedikit gelisah. Hal ini berbeda dengan Crawford yang tampak semakin mendikte jalannya pertandingan. Analis di pertengahan laga mulai memberikan penilaian, dengan beberapa di antaranya mengunggulkan Crawford.
Di ronde ketujuh, pertukaran pukulan sengit kembali terjadi di tengah ring. Crawford yang sedikit terlalu agresif saat mencoba melancarkan jabnya, memberi celah bagi Canelo untuk membalas dengan sebuah hook keras ke badan.
Namun, Crawford menunjukkan daya tahannya yang luar biasa dengan menahan pukulan itu dan terus melanjutkan serangannya. Ia semakin terbiasa dengan kekuatan Canelo dan tidak terlihat gentar sedikit pun. Meskipun Canelo berhasil memojokkan Crawford, petinju Amerika itu berhasil tetap melancarkan pukulan dan tidak tampak kesulitan berada dalam posisi tersebut.
Crawford tetap fokus pada strategi utamanya, melompat maju dan melepaskan jab ke tubuh Canelo. Pukulan-pukulan ini memang ringan, tetapi efektif untuk mengganggu ritme lawannya. Canelo, di sisi lain, berusaha membalas dengan pukulan keras andalannya, namun Crawford terlalu gesit dan sering kali berhasil menghindari serangan tersebut.
Meskipun Crawford unggul dalam kecepatan dan manuver, Canelo berhasil mendaratkan pukulan kiri keras ke tubuh Crawford yang membuat lawannya sempat membungkuk dan melambat. Momen ini menjadi peringatan bahwa pukulan Canelo tetap berbahaya. Namun, Crawford menunjukkan daya tahannya yang luar biasa dengan terus melanjutkan perlawanan, bahkan menggelengkan kepalanya seolah pukulan itu tidak berarti.
Pertarungan ini benar-benar menguji kekuatan, kecepatan, dan mental kedua petinju, membuat para penonton yang setia berada di kursi mereka menikmati setiap momen dramatis yang terjadi. Di sisa ronde, kedua petinju saling jual beli pukulan. Bahkan ada satu insiden yang membuat pelipis Crawford sempat mengeluarkan darah usai berbenturan kepala dengan Canelo.
Untuk pertama kalinya dalam pertarungan ini, Crawford tampak lebih santai dalam bertahan. Dia tetap ringan, melancarkan jab dan bergerak, menghindari pukulan-pukulan kuat Canelo.
Pertarungan 12 ronde pun berakhir tanpa ada satu petinju yang tertidur di kanvas. Setelah itu, Michael Buffer di depan 70.482 penonton di Allegiant Stadium membacakan poin yang diberikan ketiga hakim. Hasilnya, Crawford menjadi raja baru usai menang 116-112, 115-113, dan 115-113.
(yov)
Lihat Juga :