5 Petenis Putri Terbaik Indonesia Sepanjang Masa: Yayuk Basuki Fenomenal!
Selasa, 16 September 2025 - 03:03 WIB
loading...
A
A
A
Berpartisipasi di semua Grand Slam, termasuk Australian Open, French Open, US Open, dan Wimbledon. Lita bermain di ajang Grand Slam antara tahun 1968 dan 1975, di nomor tunggal, ganda, dan ganda campuran. Di nomor ganda putri, Lita menggandeng Lany Kaligis dan mencapai dua perempat final Grand Slam: Australia Terbuka pada tahun 1970 dan Wimbledon pada tahun 1971.
Di nomor tunggal, pencapaian terbaiknya adalah tersingkir di putaran ketiga Kejuaraan Australia tahun 1968, Australia Terbuka tahun 1970, Wimbledon tahun 1972, dan Prancis Terbuka tahun 1974.
Pada Asian Games 1966 di Bangkok, ia memenangkan medali perunggu tunggal putri, medali emas ganda putri bersama Lany Kaligis, dan medali perunggu ganda campuran bersama Sutarjo Sugiarto. Ia juga memenangkan medali emas tunggal putri pada Asian Games 1974 di Teheran. Ia merupakan bagian dari tim Piala Fed Indonesia pada tahun 1969, 1970, 1973, 1974, 1975, 1978, 1979, 1980, dan 1981.
Wynne Prakusya
Wynne Prakusya dikenal sebagai petenis putri profesional di masa jayanya. Wynne tercatat pernah mencapai peringkat ke-74 dunia yang diraihnya pada 5 Agustus 2002.
Petenis cantik ini juga berpartisipasi di semua Grand Slam, Australian Open, Wimbledon, French Open, dan US Open di nomor tunggal, ganda putri dan campuran. Penampilan pertamanya di turnamen profesional terjadi pada tahun 1996, saat ia berusia 14 tahun.
Ia resmi menjadi pemain profesional pada tahun 1998. Kemenangan pertamanya di babak utama turnamen besar terjadi di Australia Terbuka 2001, di mana ia dan pasangannya, Janet Lee, mencapai putaran kedua ganda putri. Prestasi terbaik Wynne lolos ke perempat final Australian Open 2003.
Wynne juga tercatat pernah mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di pesta olahraga multievent seperti Asian Games dan SEA Games. Wynne mempersembahkan emas beregu di Asian Games Busan 2002. Wynne juga menyumbangkan emas di SEA Games (tunggal putri, ganda putri, beregu) di Manila 2005.
Di nomor tunggal, pencapaian terbaiknya adalah tersingkir di putaran ketiga Kejuaraan Australia tahun 1968, Australia Terbuka tahun 1970, Wimbledon tahun 1972, dan Prancis Terbuka tahun 1974.
Pada Asian Games 1966 di Bangkok, ia memenangkan medali perunggu tunggal putri, medali emas ganda putri bersama Lany Kaligis, dan medali perunggu ganda campuran bersama Sutarjo Sugiarto. Ia juga memenangkan medali emas tunggal putri pada Asian Games 1974 di Teheran. Ia merupakan bagian dari tim Piala Fed Indonesia pada tahun 1969, 1970, 1973, 1974, 1975, 1978, 1979, 1980, dan 1981.
Wynne Prakusya
Wynne Prakusya dikenal sebagai petenis putri profesional di masa jayanya. Wynne tercatat pernah mencapai peringkat ke-74 dunia yang diraihnya pada 5 Agustus 2002.
Petenis cantik ini juga berpartisipasi di semua Grand Slam, Australian Open, Wimbledon, French Open, dan US Open di nomor tunggal, ganda putri dan campuran. Penampilan pertamanya di turnamen profesional terjadi pada tahun 1996, saat ia berusia 14 tahun.
Ia resmi menjadi pemain profesional pada tahun 1998. Kemenangan pertamanya di babak utama turnamen besar terjadi di Australia Terbuka 2001, di mana ia dan pasangannya, Janet Lee, mencapai putaran kedua ganda putri. Prestasi terbaik Wynne lolos ke perempat final Australian Open 2003.
Wynne juga tercatat pernah mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di pesta olahraga multievent seperti Asian Games dan SEA Games. Wynne mempersembahkan emas beregu di Asian Games Busan 2002. Wynne juga menyumbangkan emas di SEA Games (tunggal putri, ganda putri, beregu) di Manila 2005.
Lihat Juga :