5 Petenis Putri Terbaik Indonesia Sepanjang Masa: Yayuk Basuki Fenomenal!

Selasa, 16 September 2025 - 03:03 WIB
loading...
5 Petenis Putri Terbaik...
5 Petenis Putri Terbaik Indonesia Sepanjang Masa: Yayuk Basuki Fenomenal!/Alchetron
A A A
Lima petenis putri terbaik Indonesia sepanjang masa yang pernah mengguncang tenis dunia versi Sindonews akan menjadi pembahasan. Penentuan petenis putri terbaik ini akan dilihat dari prestasi individual, peringkat dunia, dan kontribusi untuk Indonesia di multievent.

Dari ketiga parameter itu mengerucut pada lima nama, yakni Yayuk Basuki, Lita Liem Sugiarto, Wynne Prakusya, Angelique Widjaja, Lany Kaligis. Di masa jayanya, kelima petenis tersebut tercatat pernah mengguncang Grand Slam dan masuk dalam top 100 petenis putri dunia serta memberikan sumbangsih untuk kontingen Indonesia di multievent olahraga.

Baca Juga: Sejarah Janice Tjen Runner-Up di Sao Paulo dan Aldila Sutjiadi di Meksiko

1. Yayuk Basuki
Nama Yayuk Basuki menjadi petenis putri Indonesia terbaik yang prestasinya mendunia di masa jayanya. Petenis fenomenal ini tercatat menjadi petenis tunggal putri Indonesia yang memiliki peringkat WTA tertinggi, 19 dunia di tunggal pada Oktober 1997. Yayuk juga pernah menembus peringkat 9 dunia di ganda. Ia pensiun dari dunia tenis tunggal putra pada tahun 2000, tetapi tetap aktif bermain ganda hingga tahun 2013.

Yayuk pernah mencapai perempat final di Grand Slam Wimbledon dan berpartisipasi di beberapa Grand Slam lainnya. Yayuk Basuki tampil di tunggal, ganda putri dan ganda campuran di semua Grand Slam sepanjang kariernya.

Prestasi terbaik Yayuk di tunggal mencapai perempat final Wimbledon 1997. Yayuk juga mencapai semifinal ganda putri di US Open 1993. Sedangkan di ganda campuran, Yayuk menembus perempat final Wimbledon 1996 dan French Open 1997.

Yayuk tercatat meraih medali emas tunggal putri di Asian Games Bangkok 1998, ganda putri di Asian Games Seoul 1986 dan Beijing 1990, dan ganda campuran Asian Games Beijing 1990. Yayuk juga mampu meraih medali emas tunggal putri di SEA Games Jakarta 1987, SEA Games Kuala Lumpur 1989, ganda putri di SEA Games 1985, 1987, 1995. Satu emas lainnya dipersembahkan di beregu SEA Games 1987.

Lita Liem Sugiarto
Lita Liem Sugiarto terkadang dikenal dengan nama gadisnya Lita Liem, adalah mantan pemain tenis profesional Indonesia. Di eranya, Lita Liem Sugiarto pernah menjadi petenis nomor satu Indonesia. Lita tercatat pernah masuk peringkat 25 dunia

Berpartisipasi di semua Grand Slam, termasuk Australian Open, French Open, US Open, dan Wimbledon. Lita bermain di ajang Grand Slam antara tahun 1968 dan 1975, di nomor tunggal, ganda, dan ganda campuran. Di nomor ganda putri, Lita menggandeng Lany Kaligis dan mencapai dua perempat final Grand Slam: Australia Terbuka pada tahun 1970 dan Wimbledon pada tahun 1971.

Di nomor tunggal, pencapaian terbaiknya adalah tersingkir di putaran ketiga Kejuaraan Australia tahun 1968, Australia Terbuka tahun 1970, Wimbledon tahun 1972, dan Prancis Terbuka tahun 1974.

Pada Asian Games 1966 di Bangkok, ia memenangkan medali perunggu tunggal putri, medali emas ganda putri bersama Lany Kaligis, dan medali perunggu ganda campuran bersama Sutarjo Sugiarto. Ia juga memenangkan medali emas tunggal putri pada Asian Games 1974 di Teheran. Ia merupakan bagian dari tim Piala Fed Indonesia pada tahun 1969, 1970, 1973, 1974, 1975, 1978, 1979, 1980, dan 1981.

Wynne Prakusya
Wynne Prakusya dikenal sebagai petenis putri profesional di masa jayanya. Wynne tercatat pernah mencapai peringkat ke-74 dunia yang diraihnya pada 5 Agustus 2002.

Petenis cantik ini juga berpartisipasi di semua Grand Slam, Australian Open, Wimbledon, French Open, dan US Open di nomor tunggal, ganda putri dan campuran. Penampilan pertamanya di turnamen profesional terjadi pada tahun 1996, saat ia berusia 14 tahun.

Ia resmi menjadi pemain profesional pada tahun 1998. Kemenangan pertamanya di babak utama turnamen besar terjadi di Australia Terbuka 2001, di mana ia dan pasangannya, Janet Lee, mencapai putaran kedua ganda putri. Prestasi terbaik Wynne lolos ke perempat final Australian Open 2003.

Wynne juga tercatat pernah mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di pesta olahraga multievent seperti Asian Games dan SEA Games. Wynne mempersembahkan emas beregu di Asian Games Busan 2002. Wynne juga menyumbangkan emas di SEA Games (tunggal putri, ganda putri, beregu) di Manila 2005.

Angelique Widjaja
Angelique Widjaja lahir 12 Desember 1984 adalah mantan pemain tenis profesional Indonesia. Ia memenangkan kejuaraan junior di Wimbledon pada tahun 2001, mengalahkan Dinara Safina, dan Prancis Terbuka junior 2002, mengalahkan Ashley Harkleroad. Ia mencapai puncak peringkat tunggal WTA di peringkat 55 pada Maret 2003, dan puncak peringkat ganda di peringkat 15 pada Februari 2004.

Baca Juga: Ranking WTA Janice Tjen Meroket 103 Dunia usai Runner-Up di Sao Paulo

Angelique Widjaja tampil di nomor tunggal, ganda, dan campuran di semua Grand Slam. Prestasi terbaik Angie menembus perempat final ganda putri di Australian Open 2004, Wimbledon 2003, 2004, US Open 2003. Sedangkan di ganda campuran, Angie lolos ke perempat final Frenmch Open 2004.Angie pernah menyumbangkan medali emas beregu di Asian Games Busan 2002.

Lany Kaligis

Lany Kaligis, lahir 22 April 1949, terkadang dikenal sebagai Lany Lumanauw, adalah mantan pemain tenis profesional Indonesia. Ia bermain di ajang Grand Slam antara tahun 1968 dan 1975, di tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran.

Di ganda putri, ia dan pasangannya, Lita Liem Sugiarto, mencapai dua perempat final Grand Slam: Australia Terbuka pada tahun 1970 dan Wimbledon pada tahun 1971. Dengan demikian, ia dan Liem termasuk di antara orang Indonesia pertama yang mencapai babak akhir kompetisi Grand Slam. Di tunggal putri, hasil terbaiknya adalah tersingkir di babak ketiga Kejuaraan Australia pada tahun 1968 dan Australia Terbuka pada tahun 1970.

Ia menikmati beberapa kesuksesan di Asian Games. Pada Asian Games 1966 di Bangkok, ia memenangkan medali emas tunggal putri, medali emas ganda putri bersama Lita Liem Sugiarto, dan medali perunggu ganda campuran bersama Soen Houw Goto. Ia juga memenangkan medali perunggu tunggal putri pada Asian Games 1974 di Teheran. Kaligis juga merupakan perwakilan tetap Indonesia di Piala Fed, bermain pada tahun 1969, 1970, 1973, 1974, dan 1975.
(aww)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Petenis Paling Berbakat...
3 Petenis Paling Berbakat di Dunia yang Tak Pernah Menjuarai Grand Slam
Janice Tjen Terhenti...
Janice Tjen Terhenti di Babak Pertama French Open 2026
Kejutan, Janice Tjen...
Kejutan, Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama Indian Wells 2026 usai Ditekuk Jaqueline Cristian
Janice Tjen Bicara Target...
Janice Tjen Bicara Target Jelang Tampil di Indian Wells 2026
Janice Tjen Tembus Ranking...
Janice Tjen Tembus Ranking 36 Dunia, Bayangi Rekor Legendaris Yayuk Basuki
Janice Tjen Kalahkan...
Janice Tjen Kalahkan Petenis Kanada, Tembus 16 Besar Dubai Championships 2026
Lapangan Tenis Tak Lagi...
Lapangan Tenis Tak Lagi Sekadar Arena Bermain, Standar Dunia Jadi Acuan
Rayakan Usia 6 Dekade,...
Rayakan Usia 6 Dekade, Bank Papua Gelar Turnamen Tenis Bank Papua Open 2026
Cetak Sejarah di Shuzou...
Cetak Sejarah di Shuzou WTA 2025, Pendidikan Aldila Sutjiadi Jadi Sorotan
Special Bola
Kisah Unik Alexander...
Bola Dunia
Kisah Unik Alexander Isak, Bintang Timnas Swedia yang Pakai Bendera Negara Lain di Sepatu Piala Dunia 2026
Hasil Grand Final Pro...
Bola Dunia
Hasil Grand Final Pro Futsal League 2 Indonesia 2026: Menang Adu Penalti 4-3 atas Hampton FC, Proton FC Juara!
Dilepas Persib Bandung,...
Liga Indonesia
Dilepas Persib Bandung, Rezaldi Hehanussa Resmi Akhiri Kebersamaan Tiga Setengah Musim
Rekomendasi
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Enzy Storia Panik Saat...
Enzy Storia Panik Saat Mati Listrik di Positano, Sempat Mengira Diganggu Hantu Italia
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Berita Terkini
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil Jumpa Jepang, Argentina Ditantang Cape Verde
Daftar Lengkap 32 Tim...
Daftar Lengkap 32 Tim Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Iran Tersingkir dari...
Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Gagal Lolos Akibat Gol di Detik Terakhir
Aljazair dan Austria...
Aljazair dan Austria Lolos Dramatis usai Bermain Imbang 3-3 di Laga Penuh Drama
Argentina Tundukkan...
Argentina Tundukkan Yordania 3-1, Messi Langsung Cetak Gol usai Masuk sebagai Pemain Pengganti
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved