Janice Tjen Sedih Jadi Runner Up Sao Paulo Open 2025: Saya Belajar Banyak Hal Positif
Senin, 15 September 2025 - 14:34 WIB
loading...
Janice Tjen Sedih Jadi Runner Up Sao Paulo Open 2025: Saya Belajar Banyak Hal Positif
A
A
A
PETENIS Indonesia, Janice Tjen , bereaksi usai menjadi runner-up dalam turnamen Sao Paulo Open 2025. Janice mengaku sedih karena gagal meraih gelar juara pada partai final turnamen WTA Tour pertamanya.
Janice menantang petenis asal Prancis, Tiantsoa Rakotomanga Rajaonah di Parque Villa Lobos, Brasil, Senin (15/9) dini hari WIB. Sayang, final WTA pertamanya itu tak berbuah gelar juara karena kalah dua set langsung dengan skor 3-6, dan 4-6.
Petenis kelahiran Jakarta itu mengaku tampil dalam performa terbaiknya sepanjang turnamen. Sehingga kekalahan di laga pamungkas terasa cukup menyakitkan.
“Saya rasa, secara keseluruhan, ini adalah minggu yang sangat bagus bagi saya. Tentu sedikit sedih karena tidak bisa meraih kemenangan hari ini,” kata Janice, dikutip dari Diario Do Tennis, Senin (15/9/2025).
Meski demikian, Janice mengambil banyak pelajaran positif dari Sao Paulo Open 2025. Baginya, turnamen ini menjadi titik penting untuk menambah motivasi sekaligus memperbaiki diri ke depan.
“Tapi tetap saja ada banyak hal positif yang bisa saya ambil dari pengalaman ini. Saya ingin belajar dari apa yang terjadi dan melangkah maju,” ujarnya.
Lebih lanjut, Janice mengakui memberi pujian kepada Tiantsoa. Menurutnya, pemain kelahiran Madagascar itu telah menunjukkan kualitasnya sebagai pemain bagus selama turnamen Sao Paulo Open 2025.
“Saya tidak terkejut, karena ada alasan mengapa dia bisa sampai ke final. Dia (Rajaonah) tertinggal 1-5 di set ketiga pada babak pertama dan berhasil membalikkan keadaan. Setelah itu dia mengalahkan lawan-lawan tangguh hingga sampai di sini,” tuturnya.
“Itu menunjukkan bahwa dia punya sesuatu yang istimewa. Hari ini, dia bermain sangat baik dan saya tidak bisa keluar dari tekanan yang dia berikan. Saya akan mencoba belajar dari hal itu,” pungkas Janice.
Kendati gagal merebut gelar juara, Janice berhasil mengukir sejarah dengan menjadi petenis Indonesia ketiga yang lolos ke final WTA Tour. Dia mengikuti jejak Yayuk Basuki dan Angelique WIjaya.
Janice menantang petenis asal Prancis, Tiantsoa Rakotomanga Rajaonah di Parque Villa Lobos, Brasil, Senin (15/9) dini hari WIB. Sayang, final WTA pertamanya itu tak berbuah gelar juara karena kalah dua set langsung dengan skor 3-6, dan 4-6.
Petenis kelahiran Jakarta itu mengaku tampil dalam performa terbaiknya sepanjang turnamen. Sehingga kekalahan di laga pamungkas terasa cukup menyakitkan.
“Saya rasa, secara keseluruhan, ini adalah minggu yang sangat bagus bagi saya. Tentu sedikit sedih karena tidak bisa meraih kemenangan hari ini,” kata Janice, dikutip dari Diario Do Tennis, Senin (15/9/2025).
Meski demikian, Janice mengambil banyak pelajaran positif dari Sao Paulo Open 2025. Baginya, turnamen ini menjadi titik penting untuk menambah motivasi sekaligus memperbaiki diri ke depan.
“Tapi tetap saja ada banyak hal positif yang bisa saya ambil dari pengalaman ini. Saya ingin belajar dari apa yang terjadi dan melangkah maju,” ujarnya.
Lebih lanjut, Janice mengakui memberi pujian kepada Tiantsoa. Menurutnya, pemain kelahiran Madagascar itu telah menunjukkan kualitasnya sebagai pemain bagus selama turnamen Sao Paulo Open 2025.
“Saya tidak terkejut, karena ada alasan mengapa dia bisa sampai ke final. Dia (Rajaonah) tertinggal 1-5 di set ketiga pada babak pertama dan berhasil membalikkan keadaan. Setelah itu dia mengalahkan lawan-lawan tangguh hingga sampai di sini,” tuturnya.
“Itu menunjukkan bahwa dia punya sesuatu yang istimewa. Hari ini, dia bermain sangat baik dan saya tidak bisa keluar dari tekanan yang dia berikan. Saya akan mencoba belajar dari hal itu,” pungkas Janice.
Kendati gagal merebut gelar juara, Janice berhasil mengukir sejarah dengan menjadi petenis Indonesia ketiga yang lolos ke final WTA Tour. Dia mengikuti jejak Yayuk Basuki dan Angelique WIjaya.
(sto)
Lihat Juga :