Kelemahan Timnas Indonesia Terendus Arab Saudi, Awas Bencana Bola Mati!
Selasa, 16 September 2025 - 10:07 WIB
loading...
Keputusan tim nasional Arab Saudi memboyong pakar bola mati Arsenal, Nicolas Jover, dinilai sebagai langkah strategis untuk mengamankan tiket Piala Dunia 2026 / Foto: Isra Triansyah
A
A
A
JAKARTA - Keputusan tim nasional Arab Saudi memboyong pakar bola mati Arsenal, Nicolas Jover, dinilai sebagai langkah strategis untuk mengamankan tiket Piala Dunia 2026. Menurut pengamat sepak bola Harris Pardede atau Bung Harpa, hal ini menjadi sinyal bahaya yang harus diwaspadai serius oleh Timnas Indonesia .
Dalam sebuah podcast pribadinya, Bung Harpa menjelaskan bahwa Elang Arab (julukan Arab Saudi) ingin memaksimalkan setiap peluang untuk mencetak gol. Kehadiran Jover, yang terkenal sebagai analis dan spesialis set-piece, diharapkan bisa menyempurnakan strategi mereka.
"Tampaknya Arab Saudi ingin memaksimalkan semua kemungkinan untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Kalau ingin lolos, harus bisa mencetak gol. Jadi, dari open play sudah mereka siapkan, dan kini juga bola-bola mati. Kenapa? Karena potensi gol dari bola mati itu terbuka lebar," cetus Bung Harpa dikutip dari Podcast Youtuber, Selasa (16/9/2025).
Baca Juga: Arab Saudi Gaet Master Set-piece dari Arsenal, Sinyal Bahaya Timnas Indonesia
Rekam jejak Jover bersama Arsenal sangatlah impresif. Musim lalu, tim asuhan Mikel Arteta berhasil mencetak 22 gol luar biasa dari situasi bola mati, termasuk 16 gol dari sepak pojok.
Angka ini menyamai rekor Liga Inggris yang dicetak West Bromwich Albion pada 2017. Bung Harpa membeberkan alasan kuat mengapa kehadiran Jover harus diwaspadai.
Berdasarkan risetnya pada 10 pertandingan Timnas Indonesia di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, ia menemukan sebuah fakta mencengangkan, Timnas Indonesia sangat rentan kebobolan dari situasi bola mati.
Baca Juga: Aksi Heroik Emil Audero, Lakukan 9 Penyelamatan saat Cremonese Imbangi Verona 0-0
"Enam kali Timnas Indonesia kebobolan dari bola mati. Kalau tanpa Jepang, kita kebobolan 10 kali. Enam di antaranya bisa dibayangkan, enam di antaranya dari bola mati. Jadi 60 persen kebobolan tim nasional kita di babak ketiga kecuali saat melawan Jepang," ungkapnya.
Bung Harpa menekankan bahwa data ini seharusnya sudah berada di meja para staf kepelatihan Timnas Indonesia, seperti Patrick Kluivert, Alex Pastoor, dan Denny Landzaat. Dengan Arab Saudi kini memiliki spesialis bola mati sekelas Nicolas Jover, kelemahan ini bisa menjadi titik lemah yang dieksploitasi secara maksimal.
Dalam sebuah podcast pribadinya, Bung Harpa menjelaskan bahwa Elang Arab (julukan Arab Saudi) ingin memaksimalkan setiap peluang untuk mencetak gol. Kehadiran Jover, yang terkenal sebagai analis dan spesialis set-piece, diharapkan bisa menyempurnakan strategi mereka.
"Tampaknya Arab Saudi ingin memaksimalkan semua kemungkinan untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Kalau ingin lolos, harus bisa mencetak gol. Jadi, dari open play sudah mereka siapkan, dan kini juga bola-bola mati. Kenapa? Karena potensi gol dari bola mati itu terbuka lebar," cetus Bung Harpa dikutip dari Podcast Youtuber, Selasa (16/9/2025).
Baca Juga: Arab Saudi Gaet Master Set-piece dari Arsenal, Sinyal Bahaya Timnas Indonesia
Rekam jejak Jover bersama Arsenal sangatlah impresif. Musim lalu, tim asuhan Mikel Arteta berhasil mencetak 22 gol luar biasa dari situasi bola mati, termasuk 16 gol dari sepak pojok.
Angka ini menyamai rekor Liga Inggris yang dicetak West Bromwich Albion pada 2017. Bung Harpa membeberkan alasan kuat mengapa kehadiran Jover harus diwaspadai.
Berdasarkan risetnya pada 10 pertandingan Timnas Indonesia di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, ia menemukan sebuah fakta mencengangkan, Timnas Indonesia sangat rentan kebobolan dari situasi bola mati.
Baca Juga: Aksi Heroik Emil Audero, Lakukan 9 Penyelamatan saat Cremonese Imbangi Verona 0-0
"Enam kali Timnas Indonesia kebobolan dari bola mati. Kalau tanpa Jepang, kita kebobolan 10 kali. Enam di antaranya bisa dibayangkan, enam di antaranya dari bola mati. Jadi 60 persen kebobolan tim nasional kita di babak ketiga kecuali saat melawan Jepang," ungkapnya.
Bung Harpa menekankan bahwa data ini seharusnya sudah berada di meja para staf kepelatihan Timnas Indonesia, seperti Patrick Kluivert, Alex Pastoor, dan Denny Landzaat. Dengan Arab Saudi kini memiliki spesialis bola mati sekelas Nicolas Jover, kelemahan ini bisa menjadi titik lemah yang dieksploitasi secara maksimal.
(yov)
Lihat Juga :