Kisah Bocah Papua Menapak Mimpi di Audisi Umum PB Djarum 2025
Selasa, 16 September 2025 - 15:37 WIB
loading...
Kisah Bocah Papua Menapak Mimpi di Audisi Umum PB Djarum 2025
A
A
A
SEORANG bocah asal Papua, Holiness Nicely Pinontoan, menapaki langkah besar dalam hidupnya. Dari Jayapura, bocah berusia 10 tahun yang akrab disapa Olie itu berangkat menuju Kudus untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2025 yang digelar pada 8–12 September.
Lahir pada Juni 2015, Olie merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Perjalanan panjangnya dimulai pada 5 September lalu, saat ia bersama sang ibu, Isye Pinontoan, menempuh rute Jayapura–Semarang yang memakan waktu sekitar 6–7 jam. Bagi Olie, perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan langkah besar dalam merajut mimpi menjadi atlet bulutangkis profesional.
“Awalnya mungkin karena saya juga main bulutangkis, walaupun otodidak. Lalu ada teman saya yang pelatih, dia mulai melatih anak-anak termasuk Olie,” ujar Isye di GOR Djati Jati, Kudus, dikutip Selasa (16/9).
Baca Juga: OMDC Padel Day, Rayakan Hari Olahraga dan Kesehatan Gigi Bersama Difabel
Sejak tiga tahun terakhir, Olie aktif berlatih di sebuah klub bulutangkis yang berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Cenderawasih. Kecintaannya pada olahraga tepok bulu tumbuh dari sang mama yang memang penggemar bulutangkis.
“Kalau ditanya cita-citanya, jawabnya pasti atlet bulutangkis. Jadi sebagai orang tua, kami mendukung penuh,” tutur Isye.
Meski kakaknya sempat menekuni bulutangkis namun tak bertahan lama, Olie tetap teguh mengejar mimpinya. Dukungan keluarga pun terus mengalir, meski Isye tak menampik bahwa perjuangan tersebut penuh tantangan, terutama dari sisi biaya.
“Kalau bicara pengorbanan, semua orang tahu tiket dari Papua saja sudah seperti ke luar negeri,” kata Isye.
Namun demi mimpi sang anak, semua itu dijalani dengan penuh semangat. Dari tanah Papua, Olie kini menatap panggung prestasi yang lebih tinggi. Prestasi di level daerah telah ia raih, dan keikutsertaannya dalam seleksi PB Djarum menjadi bukti keseriusannya meniti jalan sebagai atlet.
“Kalau masuk Djarum, saya sudah siap jauh dari mama, biar jago,” ucap Olie singkat sambil tersenyum penuh percaya diri.
Sebagai informasi, Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama PB Djarum kembali menggelar Audisi Umum PB Djarum 2025 pada 8–12 September. Tahun ini, pencarian bibit pebulutangkis bertalenta dan bermental juara terbuka untuk tiga kategori usia: U-11 (kelahiran 2015–2017), KU 11 (kelahiran 2014), dan KU 12 (kelahiran 2013), baik putra maupun putri.
Total ada 1.729 peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang ambil bagian, termasuk 11 atlet dari Papua. Kehadiran Olie di antara ribuan peserta itu menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari mana saja, bahkan dari pelosok negeri yang jauh di ujung timur Indonesia.
Lahir pada Juni 2015, Olie merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Perjalanan panjangnya dimulai pada 5 September lalu, saat ia bersama sang ibu, Isye Pinontoan, menempuh rute Jayapura–Semarang yang memakan waktu sekitar 6–7 jam. Bagi Olie, perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan langkah besar dalam merajut mimpi menjadi atlet bulutangkis profesional.
“Awalnya mungkin karena saya juga main bulutangkis, walaupun otodidak. Lalu ada teman saya yang pelatih, dia mulai melatih anak-anak termasuk Olie,” ujar Isye di GOR Djati Jati, Kudus, dikutip Selasa (16/9).
Baca Juga: OMDC Padel Day, Rayakan Hari Olahraga dan Kesehatan Gigi Bersama Difabel
Sejak tiga tahun terakhir, Olie aktif berlatih di sebuah klub bulutangkis yang berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Cenderawasih. Kecintaannya pada olahraga tepok bulu tumbuh dari sang mama yang memang penggemar bulutangkis.
“Kalau ditanya cita-citanya, jawabnya pasti atlet bulutangkis. Jadi sebagai orang tua, kami mendukung penuh,” tutur Isye.
Meski kakaknya sempat menekuni bulutangkis namun tak bertahan lama, Olie tetap teguh mengejar mimpinya. Dukungan keluarga pun terus mengalir, meski Isye tak menampik bahwa perjuangan tersebut penuh tantangan, terutama dari sisi biaya.
“Kalau bicara pengorbanan, semua orang tahu tiket dari Papua saja sudah seperti ke luar negeri,” kata Isye.
Namun demi mimpi sang anak, semua itu dijalani dengan penuh semangat. Dari tanah Papua, Olie kini menatap panggung prestasi yang lebih tinggi. Prestasi di level daerah telah ia raih, dan keikutsertaannya dalam seleksi PB Djarum menjadi bukti keseriusannya meniti jalan sebagai atlet.
“Kalau masuk Djarum, saya sudah siap jauh dari mama, biar jago,” ucap Olie singkat sambil tersenyum penuh percaya diri.
Sebagai informasi, Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama PB Djarum kembali menggelar Audisi Umum PB Djarum 2025 pada 8–12 September. Tahun ini, pencarian bibit pebulutangkis bertalenta dan bermental juara terbuka untuk tiga kategori usia: U-11 (kelahiran 2015–2017), KU 11 (kelahiran 2014), dan KU 12 (kelahiran 2013), baik putra maupun putri.
Total ada 1.729 peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang ambil bagian, termasuk 11 atlet dari Papua. Kehadiran Olie di antara ribuan peserta itu menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari mana saja, bahkan dari pelosok negeri yang jauh di ujung timur Indonesia.
(sto)
Lihat Juga :