Superliga Junior 2025 Jadi Ajang Pembentuk Mental Atlet Dunia
Kamis, 18 September 2025 - 07:07 WIB
loading...
Superliga Junior 2025 tak hanya menjadi ajang persaingan sengit, turnamen beregu ini juga menjadi kawah candradimuka untuk mengasah mental dan teknik para atlet / Foto: Ist
A
A
A
KUDUS - Superliga Junior 2025 kembali menjadi magnet bagi pebulu tangkis muda dari berbagai belahan dunia. Tidak hanya menjadi ajang persaingan sengit, turnamen beregu ini juga menjadi kawah candradimuka untuk mengasah mental dan teknik para atlet.
Diadakan di GOR Djarum, Kudus, Jawa Tengah, turnamen ini menarik minat tak hanya dari negara-negara langganan seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura, tetapi juga pendatang baru seperti Filipina dan Amerika Serikat. Kehadiran tim-tim debutan ini menunjukkan pengakuan terhadap kualitas turnamen di Indonesia.
Bagi Melvin Nubla, Head of Development Philippine Badminton Association, keikutsertaan ini adalah momen bersejarah. "Turnamen ini luar biasa. Di sini, setiap pemain punya kesempatan bertanding lebih banyak. Mereka bisa beradaptasi, belajar, dan melihat standar permainan internasional," ujarnya, Rabu (17/9/2025).
Baca Juga: Menpora Erick Thohir, Figur Non-parpol Pembawa Warna Baru Tata Kelola Olahraga Nasional
Meskipun tim U-17 Putri Filipina harus menelan kekalahan beruntun, Melvin melihatnya sebagai pelajaran berharga. "Level tim-tim dari Indonesia jauh di atas kami, tapi ini justru jadi pelajaran. Indonesia punya gaya main yang komplet: cepat, lincah, dan punya strategi, bukan sekadar power. Ini yang ingin kami tiru," imbuhnya.
Senada dengan Filipina, tim dari Global Badminton Academy AS juga menjadikan ajang ini sebagai tolok ukur. Eti Gunawan, pelatih tim AS, mengatakan turnamen ini sangat penting untuk mengetahui level anak didiknya. "Di sini, para pemain bisa belajar bertanding dalam format beregu yang ketat, mengenal strategi, dan membangun mental juang. Bagi kami, ini adalah simulasi berharga jelang Kejuaraan Dunia Junior di India," jelasnya.
Baca Juga: Jabat Menpora, Erick Thohir Fokus Transformasi Olahraga Nasional
Hendrawan, Technical Advisor Men's & Women's Singles PB Djarum, menyoroti pentingnya turnamen beregu bagi perkembangan atlet. Menurutnya, format ini mengajarkan atlet tentang kebersamaan, strategi tim, dan tanggung jawab.
"Jarang ada turnamen beregu di level junior. Ini sangat berguna untuk membiasakan mereka bertanding di ajang beregu sebelum tampil di event besar seperti Thomas Cup, Uber Cup, dan Sudirman Cup," kata Hendrawan.
Hal ini dirasakan langsung oleh atlet PB Djarum, Jane Maira Faiza. "Kalau main individu, tanggung jawab sendiri. Tapi kalau beregu, rasa tegangnya beda karena kita bawa nama tim. Kami belajar saling support, bukan menyalahkan. Hal itu yang saya pelajari di turnamen ini," tutur Jane, yang timnya berhasil memenangkan tiga pertandingan sejauh ini.
Dengan persaingan yang semakin ketat dan kehadiran tim-tim internasional baru, Superliga Junior 2025 membuktikan posisinya sebagai turnamen penting dalam pembinaan bulutangkis dunia. Bagi Anda pecinta bulu tangkis, turnamen ini terbuka untuk umum dan gratis. Saksikan langsung pertandingan yang berlangsung hingga 21 September 2025 di GOR Djarum, Kudus.
Diadakan di GOR Djarum, Kudus, Jawa Tengah, turnamen ini menarik minat tak hanya dari negara-negara langganan seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura, tetapi juga pendatang baru seperti Filipina dan Amerika Serikat. Kehadiran tim-tim debutan ini menunjukkan pengakuan terhadap kualitas turnamen di Indonesia.
Bagi Melvin Nubla, Head of Development Philippine Badminton Association, keikutsertaan ini adalah momen bersejarah. "Turnamen ini luar biasa. Di sini, setiap pemain punya kesempatan bertanding lebih banyak. Mereka bisa beradaptasi, belajar, dan melihat standar permainan internasional," ujarnya, Rabu (17/9/2025).
Baca Juga: Menpora Erick Thohir, Figur Non-parpol Pembawa Warna Baru Tata Kelola Olahraga Nasional
Meskipun tim U-17 Putri Filipina harus menelan kekalahan beruntun, Melvin melihatnya sebagai pelajaran berharga. "Level tim-tim dari Indonesia jauh di atas kami, tapi ini justru jadi pelajaran. Indonesia punya gaya main yang komplet: cepat, lincah, dan punya strategi, bukan sekadar power. Ini yang ingin kami tiru," imbuhnya.
Senada dengan Filipina, tim dari Global Badminton Academy AS juga menjadikan ajang ini sebagai tolok ukur. Eti Gunawan, pelatih tim AS, mengatakan turnamen ini sangat penting untuk mengetahui level anak didiknya. "Di sini, para pemain bisa belajar bertanding dalam format beregu yang ketat, mengenal strategi, dan membangun mental juang. Bagi kami, ini adalah simulasi berharga jelang Kejuaraan Dunia Junior di India," jelasnya.
Baca Juga: Jabat Menpora, Erick Thohir Fokus Transformasi Olahraga Nasional
Lebih dari Sekadar Kompetisi, Ini Soal Mental dan Kebersamaan
Hendrawan, Technical Advisor Men's & Women's Singles PB Djarum, menyoroti pentingnya turnamen beregu bagi perkembangan atlet. Menurutnya, format ini mengajarkan atlet tentang kebersamaan, strategi tim, dan tanggung jawab.
"Jarang ada turnamen beregu di level junior. Ini sangat berguna untuk membiasakan mereka bertanding di ajang beregu sebelum tampil di event besar seperti Thomas Cup, Uber Cup, dan Sudirman Cup," kata Hendrawan.
Hal ini dirasakan langsung oleh atlet PB Djarum, Jane Maira Faiza. "Kalau main individu, tanggung jawab sendiri. Tapi kalau beregu, rasa tegangnya beda karena kita bawa nama tim. Kami belajar saling support, bukan menyalahkan. Hal itu yang saya pelajari di turnamen ini," tutur Jane, yang timnya berhasil memenangkan tiga pertandingan sejauh ini.
Dengan persaingan yang semakin ketat dan kehadiran tim-tim internasional baru, Superliga Junior 2025 membuktikan posisinya sebagai turnamen penting dalam pembinaan bulutangkis dunia. Bagi Anda pecinta bulu tangkis, turnamen ini terbuka untuk umum dan gratis. Saksikan langsung pertandingan yang berlangsung hingga 21 September 2025 di GOR Djarum, Kudus.
(yov)
Lihat Juga :