Mengapa Mike Tyson Terus Bertarung di Ring Tinju di Usia 59 Tahun?
Kamis, 18 September 2025 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
"Dengar, saya menghasilkan lebih banyak uang di usia 50-an daripada di usia 20-an," jelas Tyson. "Dan saya hanya bertarung, berapa, empat kali selama usia 50-an. Itu sangat menarik. "Dari perspektif itu, saya sekarang berusia 60 tahun. Uang tidak berarti apa-apa. Orang-orang yang saya cintai, bisa saya urus." Daya tarik mendapatkan bayaran besar lagi, ditambah rasa takut melepaskan sesuatu yang telah mendefinisikannya begitu lama, kemungkinan besar menjadi faktor motivasi bagi Tyson.
Baca Juga: Terence Crawford Ogah Dibandingkan Mayweather: Kami Terhebat di Era Kami
Kombinasi ini telah membuat banyak petinju melangkah di atas ring bahkan melewati masa keemasan mereka. Roy Jones Jr. pernah berkata bahwa ia akan pensiun dari tinju sebelum akhirnya dipensiunkan, namun kemudian terus bertarung hingga usia empat puluhan. Ada banyak contoh, dan Tyson sayangnya menjadi salah satunya.
Begitu pula Mayweather, meskipun sebagian besar pertarungan eksibisi pascapensiunnya jauh lebih terencana. Ia menghindari pertarungan melawan petinju profesional sejati dan memilih untuk melawan influencer tinju, bintang televisi realitas, dan berbagai petarung lainnya.
Di puncak kariernya, Mayweather Jr. memenangkan gelar juara dunia dari kelas bulu super hingga kelas welter super, sehingga gagasan untuk melawan mantan juara kelas berat tak terbantahkan mengandung risiko tersendiri. Namun, kontes ini kemungkinan besar tidak akan lebih dari sekadar pertandingan sparring yang dimuliakan.
Baca Juga: Terence Crawford Ogah Dibandingkan Mayweather: Kami Terhebat di Era Kami
Kombinasi ini telah membuat banyak petinju melangkah di atas ring bahkan melewati masa keemasan mereka. Roy Jones Jr. pernah berkata bahwa ia akan pensiun dari tinju sebelum akhirnya dipensiunkan, namun kemudian terus bertarung hingga usia empat puluhan. Ada banyak contoh, dan Tyson sayangnya menjadi salah satunya.
Begitu pula Mayweather, meskipun sebagian besar pertarungan eksibisi pascapensiunnya jauh lebih terencana. Ia menghindari pertarungan melawan petinju profesional sejati dan memilih untuk melawan influencer tinju, bintang televisi realitas, dan berbagai petarung lainnya.
Di puncak kariernya, Mayweather Jr. memenangkan gelar juara dunia dari kelas bulu super hingga kelas welter super, sehingga gagasan untuk melawan mantan juara kelas berat tak terbantahkan mengandung risiko tersendiri. Namun, kontes ini kemungkinan besar tidak akan lebih dari sekadar pertandingan sparring yang dimuliakan.
(aww)
Lihat Juga :