Semarak 34th AVBC di Serpong, Ajang Reuni Para Legenda Basket Asia Tenggara
Sabtu, 20 September 2025 - 02:02 WIB
loading...
Tawa, keringat, dan semangat kompetisi membaur di GOR Aim High, Serpong, Banten, selama lima hari gelaran 34th ASEAN Veteran Basketball Conference (AVBC) 2025 / Foto: Ist
A
A
A
SERPONG - Tawa, keringat, dan semangat kompetisi membaur di GOR Aim High, Serpong, Banten, selama lima hari gelaran 34th ASEAN Veteran Basketball Conference (AVBC) 2025. Klub Asaba Indonesia menjadi tuan rumah yang sukses menyelenggarakan turnamen basket veteran bergengsi ini, yang tak hanya menjadi ajang pertarungan di lapangan, tetapi juga reuni para legenda basket dari berbagai negara.
Puluhan tim veteran dari Indonesia, Thailand, Myanmar, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, dan Singapura ambil bagian dalam kejuaraan ini. Tim tuan rumah Asaba Indonesia tampil solid bersama Meteor Pontianak. Sementara itu, tim-tim kuat seperti ZAAP Bangkok (Thailand), Myanmar Legend, dan SIGLAP (Singapura) juga turut memeriahkan atmosfer kompetisi.
Ketua Penyelenggara sekaligus Ketua Umum Asaba Jakarta, Hengardy Tan, menyatakan rasa terima kasihnya atas antusiasme seluruh peserta. Menurutnya, daya tarik turnamen ini tidak hanya datang dari kategori usia muda, tetapi juga dari para pebasket senior.
"Game yang tidak kalah menarik justru datang dari tim peserta umur 60 dan 70 tahun. Meskipun usia mereka sudah tidak muda, skill mereka masih mumpuni. Intelektual bermain mereka masih terlihat jelas," ujar Hengardy.
Ia mencontohkan pertandingan kategori 70 tahun yang sangat memukau, seperti saat Asaba mengalahkan Hornbills Kuching (Malaysia) dengan skor ketat 36-32, dan kemenangan tipis ZAAP Bangkok (Thailand) atas FCBVA Manila (Filipina) 37-35. "Ini bukan hanya tentang pertandingan, tapi juga ajang silaturahmi. Rasa persaudaraannya sangat kental," tambahnya.
Bagi pecinta basket di Indonesia, turnamen ini menjadi momen langka untuk melihat kembali aksi para idola mereka. Nama-nama besar seperti Johny Herry, Njoo Lie Wen, I Made "Lolik" Sudiadnyana, hingga Agustinus Dapar Sigar kembali beraksi di lapangan.
Njoo Lie Wen, mantan pemain timnas era 80-90an, mengaku sangat terkesan dengan penyelenggaraan AVBC tahun ini. "Harus saya akui, penyelenggaraannya bagus. Lapangannya nyaman, lokasinya strategis. Ada juga live streaming di YouTube, jadi keluarga bisa ikut nonton," puji Njoo Lie Wen, yang menyebut Asaba sukses besar sebagai tuan rumah.
Rasa kagum juga diungkapkan oleh Agustinus Dapar Sigar, mantan pemain Satria Muda dan Garuda Bandung. Ia mengaku terinspirasi melihat para seniornya tetap konsisten bermain basket di usia 60 hingga 70 tahun.
"Ini memacu saya untuk bisa terus hidup sehat dan bermain basket sampai usia tua nanti seperti mereka," kata Aguy, sapaan akrabnya.
Tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tim tuan rumah Asaba juga berhasil melaju ke babak final di beberapa kategori. Di kelompok usia 60 tahun, Asaba akan berhadapan dengan HATYAI Thailand, sementara di usia 50 tahun akan terjadi perang saudara antara tim Asaba Merah dan Asaba Putih.
Sebagai penutup, turnamen AVBC ke-35 akan diselenggarakan di Kuching, Malaysia, pada 2026. Hal ini menandai kesuksesan gelaran di Serpong yang ditutup dengan closing ceremony meriah dan menjadi kenangan manis bagi seluruh partisipan.
Puluhan tim veteran dari Indonesia, Thailand, Myanmar, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, dan Singapura ambil bagian dalam kejuaraan ini. Tim tuan rumah Asaba Indonesia tampil solid bersama Meteor Pontianak. Sementara itu, tim-tim kuat seperti ZAAP Bangkok (Thailand), Myanmar Legend, dan SIGLAP (Singapura) juga turut memeriahkan atmosfer kompetisi.
Ketua Penyelenggara sekaligus Ketua Umum Asaba Jakarta, Hengardy Tan, menyatakan rasa terima kasihnya atas antusiasme seluruh peserta. Menurutnya, daya tarik turnamen ini tidak hanya datang dari kategori usia muda, tetapi juga dari para pebasket senior.
"Game yang tidak kalah menarik justru datang dari tim peserta umur 60 dan 70 tahun. Meskipun usia mereka sudah tidak muda, skill mereka masih mumpuni. Intelektual bermain mereka masih terlihat jelas," ujar Hengardy.
Ia mencontohkan pertandingan kategori 70 tahun yang sangat memukau, seperti saat Asaba mengalahkan Hornbills Kuching (Malaysia) dengan skor ketat 36-32, dan kemenangan tipis ZAAP Bangkok (Thailand) atas FCBVA Manila (Filipina) 37-35. "Ini bukan hanya tentang pertandingan, tapi juga ajang silaturahmi. Rasa persaudaraannya sangat kental," tambahnya.
Bagi pecinta basket di Indonesia, turnamen ini menjadi momen langka untuk melihat kembali aksi para idola mereka. Nama-nama besar seperti Johny Herry, Njoo Lie Wen, I Made "Lolik" Sudiadnyana, hingga Agustinus Dapar Sigar kembali beraksi di lapangan.
Njoo Lie Wen, mantan pemain timnas era 80-90an, mengaku sangat terkesan dengan penyelenggaraan AVBC tahun ini. "Harus saya akui, penyelenggaraannya bagus. Lapangannya nyaman, lokasinya strategis. Ada juga live streaming di YouTube, jadi keluarga bisa ikut nonton," puji Njoo Lie Wen, yang menyebut Asaba sukses besar sebagai tuan rumah.
Rasa kagum juga diungkapkan oleh Agustinus Dapar Sigar, mantan pemain Satria Muda dan Garuda Bandung. Ia mengaku terinspirasi melihat para seniornya tetap konsisten bermain basket di usia 60 hingga 70 tahun.
"Ini memacu saya untuk bisa terus hidup sehat dan bermain basket sampai usia tua nanti seperti mereka," kata Aguy, sapaan akrabnya.
Tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tim tuan rumah Asaba juga berhasil melaju ke babak final di beberapa kategori. Di kelompok usia 60 tahun, Asaba akan berhadapan dengan HATYAI Thailand, sementara di usia 50 tahun akan terjadi perang saudara antara tim Asaba Merah dan Asaba Putih.
Sebagai penutup, turnamen AVBC ke-35 akan diselenggarakan di Kuching, Malaysia, pada 2026. Hal ini menandai kesuksesan gelaran di Serpong yang ditutup dengan closing ceremony meriah dan menjadi kenangan manis bagi seluruh partisipan.
(yov)
Lihat Juga :