Piala Putri Nusantara II 2025 Sukses Digelar, Jaga Semangat Saat Belum Ada Kompetisi Resmi
Selasa, 23 September 2025 - 09:20 WIB
loading...
A
A
A
"Saya sudah hampir lebih 10 tahun menggerakkan sepak bola wanita, saya yakin bisa. Jadi sebetulnya siapa pun bisa mengelola sepak bola wanita, cuma tinggal niatnya saja," katanya.
Sementara itu, Kapten tim Serenite FC, Hanipa Halimatusyadiah Suandi, mengaku senang bisa tampil di Piala Putri Nusantara II Tahun 2025. Menurutnya, turnamen yang digagas oleh Esti Puji Lestari itu bak oase di tengah tidak adanya kompetisi resmi seperti Liga 1 Putri yang terakhir digelar PSSI pada tahun 2019.
"Ya, cukup seru, puas dengan hasilnya. Walaupun ini mungkin turnamen tingkat kota dan kabupaten Sukabumi, tetapi acaranya meriah dan banyak pemain dari tim nasional, PON Jabar, dan PON DKI yang ikut," kata Hanipa.
Hanipa bersyukur tokoh sepak bola wanita seperti Esti Puji Lestari mau menggelar turnamen khusus pesepak bola putri di tengah kekosongan kompetisi resmi. Menurutnya, potensi para pesepak bola putri di Indonesia, termasuk di Sukabumi, sangat besar, sehingga perlu wadah yang berkelanjutan seperti Liga 1 Putri.
"Sebenarnya dari kemampuan meningkat, cuma tetap satu kita butuh kompetisi. Kita butuh wadah. Percuma kalau sekarang banyak sekolah-sekolah sepak bola atau akademi, tapi nggak ada kompetisi, nggak ada uji coba dan evaluasi. Jadi kita tetap butuh liga," ucapnya.
Sementara itu, Kapten tim Serenite FC, Hanipa Halimatusyadiah Suandi, mengaku senang bisa tampil di Piala Putri Nusantara II Tahun 2025. Menurutnya, turnamen yang digagas oleh Esti Puji Lestari itu bak oase di tengah tidak adanya kompetisi resmi seperti Liga 1 Putri yang terakhir digelar PSSI pada tahun 2019.
"Ya, cukup seru, puas dengan hasilnya. Walaupun ini mungkin turnamen tingkat kota dan kabupaten Sukabumi, tetapi acaranya meriah dan banyak pemain dari tim nasional, PON Jabar, dan PON DKI yang ikut," kata Hanipa.
Hanipa bersyukur tokoh sepak bola wanita seperti Esti Puji Lestari mau menggelar turnamen khusus pesepak bola putri di tengah kekosongan kompetisi resmi. Menurutnya, potensi para pesepak bola putri di Indonesia, termasuk di Sukabumi, sangat besar, sehingga perlu wadah yang berkelanjutan seperti Liga 1 Putri.
"Sebenarnya dari kemampuan meningkat, cuma tetap satu kita butuh kompetisi. Kita butuh wadah. Percuma kalau sekarang banyak sekolah-sekolah sepak bola atau akademi, tapi nggak ada kompetisi, nggak ada uji coba dan evaluasi. Jadi kita tetap butuh liga," ucapnya.
(sto)
Lihat Juga :