Pemain Timnas Indonesia Mees Hilgers Disebut Jadi Korban Perundungan di FC Twente
Rabu, 24 September 2025 - 09:14 WIB
loading...
Pemain Timnas Indonesia Mees Hilgers Disebut Jadi Korban Perundungan di FC Twente
A
A
A
ENSCHEDE - Dua kelompok Asosiasi Pemain, VVSC dan ProProf mengkritik kebijakan FC Twente yang tak kunjung memainkan Mees Hilgers karena masalah kontrak. Direktur VVCS, Louis Everard menyebut kebijakan FC Twente sebagai perundungan terang-terangan.
Mees Hilgers masih belum bermain untuk FC Twente sejak awal musim 2025-2026. Bek Timnas Indonesia itu melewatkan total enam pertandingan The Tukkers -julukan FC Twente- di Liga Belanda musim ini.
Penyebabnya, Mees belum menandatangani perpanjangan kontrak yang akan habis pada musim depan. Manajemen FC Twente menjadikan hal itu sebagai syarat jika Mees ingin kembali masuk dalam skuad.
Ini diungkap oleh pelatih anyar FC Twente, John Van Den Brom. Dia memastikan, kesepakatan internal dengan manajemen The Tukkers membuat Mees 'dibekukan' untuk sementara.
Situasi ini membuat asosiasi pemain ramai-ramai buka suara. Louis Everard dari VVCS menyebut, FC Twente telah menyalahgunakan kekuasaan dan melakukan perundungan kepada Mees.
"Sepertinya klub menyalahgunakan posisi dominannya," kata Everard dikutip dari Twente Insite, Rabu (24/9/2025).
"Fakta bahwa ia (Mees Hilgers) tidak akan bermain sampai kontraknya diperbarui telah diakui secara terbuka. Ini pada dasarnya perundungan. Ini tidak sesuai dengan praktik ketenagakerjaan yang baik, dan saya pikir ada masalah hukum terkait hal ini," tambah Everard.
Senada dengan VVCS, Direktur ProProf, Ko Andriessen juga menilai FC Twente telah melakukan tekanan berlebihan kepada Mees. Menurutnya, adalah hal yang wajar jika Mees tidak dimainkan karena alasan taktik. Namun, seperti diketahui, sang pelatih tak memainkannya lantaran tekanan dari manajemen.
"FC Twente memberikan tekanan yang tidak semestinya kepada Hilgers untuk memperpanjang kontraknya. Hal itu sering terjadi di sepak bola, tentu saja. Wajar jika klub bisa lolos begitu saja asalkan mereka menunjukkan bahwa mereka tidak memasukkan seorang pemain ke dalam skuad karena alasan olahraga," tutur Andriessen.
"Namun, dalam kasus ini, John van den Brom keceplosan dalam konferensi pers dengan mengatakan bahwa ia mematuhi keputusan manajemen untuk tidak menurunkannya karena situasi kontrak," pungkasnya.
Kontrak Mees Hilgers akan habis pada akhir musim depan. Sang pemain memang sudah menunjukan niat untuk hengkang, namun belum ada klub yang serius di bursa transfer musim panas kemarin.
Situasi ini membuat Mees terjebak di FC Twente. Dia harus menyelesaikan kontraknya dengan The Tukkers. Namun di sisi lain, klub tidak ingin Mees pergi secara gratis pada musim depan sehingga harus memperpanjang kontrak setidaknya satu tahun.
Mees Hilgers masih belum bermain untuk FC Twente sejak awal musim 2025-2026. Bek Timnas Indonesia itu melewatkan total enam pertandingan The Tukkers -julukan FC Twente- di Liga Belanda musim ini.
Penyebabnya, Mees belum menandatangani perpanjangan kontrak yang akan habis pada musim depan. Manajemen FC Twente menjadikan hal itu sebagai syarat jika Mees ingin kembali masuk dalam skuad.
Ini diungkap oleh pelatih anyar FC Twente, John Van Den Brom. Dia memastikan, kesepakatan internal dengan manajemen The Tukkers membuat Mees 'dibekukan' untuk sementara.
Situasi ini membuat asosiasi pemain ramai-ramai buka suara. Louis Everard dari VVCS menyebut, FC Twente telah menyalahgunakan kekuasaan dan melakukan perundungan kepada Mees.
"Sepertinya klub menyalahgunakan posisi dominannya," kata Everard dikutip dari Twente Insite, Rabu (24/9/2025).
"Fakta bahwa ia (Mees Hilgers) tidak akan bermain sampai kontraknya diperbarui telah diakui secara terbuka. Ini pada dasarnya perundungan. Ini tidak sesuai dengan praktik ketenagakerjaan yang baik, dan saya pikir ada masalah hukum terkait hal ini," tambah Everard.
Senada dengan VVCS, Direktur ProProf, Ko Andriessen juga menilai FC Twente telah melakukan tekanan berlebihan kepada Mees. Menurutnya, adalah hal yang wajar jika Mees tidak dimainkan karena alasan taktik. Namun, seperti diketahui, sang pelatih tak memainkannya lantaran tekanan dari manajemen.
"FC Twente memberikan tekanan yang tidak semestinya kepada Hilgers untuk memperpanjang kontraknya. Hal itu sering terjadi di sepak bola, tentu saja. Wajar jika klub bisa lolos begitu saja asalkan mereka menunjukkan bahwa mereka tidak memasukkan seorang pemain ke dalam skuad karena alasan olahraga," tutur Andriessen.
"Namun, dalam kasus ini, John van den Brom keceplosan dalam konferensi pers dengan mengatakan bahwa ia mematuhi keputusan manajemen untuk tidak menurunkannya karena situasi kontrak," pungkasnya.
Kontrak Mees Hilgers akan habis pada akhir musim depan. Sang pemain memang sudah menunjukan niat untuk hengkang, namun belum ada klub yang serius di bursa transfer musim panas kemarin.
Situasi ini membuat Mees terjebak di FC Twente. Dia harus menyelesaikan kontraknya dengan The Tukkers. Namun di sisi lain, klub tidak ingin Mees pergi secara gratis pada musim depan sehingga harus memperpanjang kontrak setidaknya satu tahun.
(sto)
Lihat Juga :