Kenapa Pemain Liga Inggris Sulit Memenangkan Trofi Ballon dOr?
Kamis, 25 September 2025 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
Klub-klub Premier League juga lebih merata kualitasnya, sehingga jarang ada pemain yang menonjol ekstrem di atas yang lain.
Ballon d’Or kerap dipengaruhi oleh performa individu yang mencolok. Di Liga Inggris, gaya bermain cepat, fisikal, dan intens membuat pemain lebih banyak bekerja kolektif.
Sebaliknya, di liga seperti La Liga atau Ligue 1, bintang utama sering diberi kebebasan lebih, sehingga statistik pribadi lebih menonjol.
Selain itu, sorotan media internasional masih condong ke penampilan pemain di Liga Champions. Ketika klub-klub Premier League tersingkir lebih cepat, otomatis peluang pemainnya menurun.
Michael Owen jadi contoh nyata betapa sulitnya pemain Inggris meraih Ballon d’Or. Ia berhasil melakukannya pada usia 21 tahun setelah membawa Liverpool menjuarai FA Cup, League Cup, dan Piala Super Eropa pada 2001. Namun setelah itu, butuh tujuh tahun sebelum Cristiano Ronaldo melakukannya lagi bersama Manchester United, dan lebih dari satu dekade hingga Rodri memenangi edisi 2024.
Ballon d’Or kerap dipengaruhi oleh performa individu yang mencolok. Di Liga Inggris, gaya bermain cepat, fisikal, dan intens membuat pemain lebih banyak bekerja kolektif.
Sebaliknya, di liga seperti La Liga atau Ligue 1, bintang utama sering diberi kebebasan lebih, sehingga statistik pribadi lebih menonjol.
Selain itu, sorotan media internasional masih condong ke penampilan pemain di Liga Champions. Ketika klub-klub Premier League tersingkir lebih cepat, otomatis peluang pemainnya menurun.
Michael Owen jadi contoh nyata betapa sulitnya pemain Inggris meraih Ballon d’Or. Ia berhasil melakukannya pada usia 21 tahun setelah membawa Liverpool menjuarai FA Cup, League Cup, dan Piala Super Eropa pada 2001. Namun setelah itu, butuh tujuh tahun sebelum Cristiano Ronaldo melakukannya lagi bersama Manchester United, dan lebih dari satu dekade hingga Rodri memenangi edisi 2024.
Lihat Juga :