Kenapa Pemain Liga Inggris Sulit Memenangkan Trofi Ballon dOr?

Kamis, 25 September 2025 - 14:09 WIB
loading...
Kenapa Pemain Liga Inggris...
Kenapa Pemain Liga Inggris Sulit Memenangkan Trofi Ballon d’Or?
A A A
PARIS - Ousmane Dembele resmi menjadi pemenang Ballon d’Or 2025 setelah tampil gemilang bersama Paris Saint-Germain (PSG). Gelar ini semakin mempertegas dominasi pemain non-Premier League dalam perebutan penghargaan individu paling prestisius di dunia sepak bola. Pertanyaannya, mengapa pemain Liga Inggris begitu jarang memenangkan Ballon d’Or?

Sejak tahun 2000, hanya tiga pemain Premier League yang berhasil merebut Ballon d’Or. Michael Owen melakukannya pada 2001 ketika berseragam Liverpool , disusul Cristiano Ronaldo bersama Manchester United pada 2008, dan terakhir adalah Rodri pada 2024 dengan performa fenomenal bersama Manchester City.

Bandingkan dengan La Liga dan Ligue 1, yang pada periode yang sama melahirkan banyak pemenang. Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mendominasi ketika tampil di Spanyol, sementara Karim Benzema (2022) dan kini Ousmane Dembele (2025) membawa nama Ligue 1 ke podium tertinggi.

Liga Terpopuler, Tapi Bukan yang Terkuat

View this post on Instagram

A post shared by Liverpool Football Club (@liverpoolfc)



Premier League memang disebut sebagai liga paling kompetitif dan paling digemari di dunia. Namun, justru karena terlalu kompetitif, sulit bagi satu pemain untuk benar-benar mendominasi.

Persaingan ketat membuat statistik gol atau assist pemain Liga Inggris jarang mencapai angka fantastis seperti Messi atau Ronaldo di La Liga.

Klub-klub Premier League juga lebih merata kualitasnya, sehingga jarang ada pemain yang menonjol ekstrem di atas yang lain.

Ballon d’Or kerap dipengaruhi oleh performa individu yang mencolok. Di Liga Inggris, gaya bermain cepat, fisikal, dan intens membuat pemain lebih banyak bekerja kolektif.

Sebaliknya, di liga seperti La Liga atau Ligue 1, bintang utama sering diberi kebebasan lebih, sehingga statistik pribadi lebih menonjol.

Selain itu, sorotan media internasional masih condong ke penampilan pemain di Liga Champions. Ketika klub-klub Premier League tersingkir lebih cepat, otomatis peluang pemainnya menurun.

Michael Owen jadi contoh nyata betapa sulitnya pemain Inggris meraih Ballon d’Or. Ia berhasil melakukannya pada usia 21 tahun setelah membawa Liverpool menjuarai FA Cup, League Cup, dan Piala Super Eropa pada 2001. Namun setelah itu, butuh tujuh tahun sebelum Cristiano Ronaldo melakukannya lagi bersama Manchester United, dan lebih dari satu dekade hingga Rodri memenangi edisi 2024.

Dengan dominasi finansial Premier League, pemain-pemain terbaik dunia memang banyak berlabuh ke Inggris. Namun, untuk meraih Ballon d’Or, mereka harus mencatat prestasi luar biasa di level Eropa dan timnas.

Erling Haaland (Manchester City) sempat digadang-gadang favorit, tetapi kalah bersaing dari Rodri pada 2024 dan Dembele pada 2025.

Pemain muda seperti Phil Foden, Bukayo Saka, hingga Cole Palmer disebut-sebut berpotensi, tetapi masih harus membuktikan diri di Liga Champions dan turnamen besar timnas.

Premier League mungkin jadi liga terpopuler, namun popularitas tidak selalu berbanding lurus dengan peluang Ballon d’Or. Selama persaingan internal terlalu ketat dan pemain sulit mencetak rekor luar biasa, maka dominasi La Liga dan Ligue 1 dalam penghargaan ini kemungkinan besar akan terus berlanjut.
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dembele Ukir Hat-trick...
Dembele Ukir Hat-trick Tercepat Kedua dalam Sejarah Piala Dunia
5 Legenda Sepak Bola...
5 Legenda Sepak Bola yang Dicurangi Peraturan Lama Ballon d'Or
Menebak Taktik Andoni...
Menebak Taktik Andoni Iraola di Liverpool: Pressing Agresif hingga Sepak Bola Chaos
Iraola Resmi Jadi Pelatih...
Iraola Resmi Jadi Pelatih Anyar Liverpool
Ibrahima Konate Resmi...
Ibrahima Konate Resmi Tinggalkan Liverpool, Eksodus Pemain Bintang The Reds Terus Berlanjut
Paris Mencekam, Ratusan...
Paris Mencekam, Ratusan Suporter PSG Diamankan Polisi dalam Perayaan Gelar Liga Champions
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Viral! Tour Guide Liverpool...
Viral! Tour Guide Liverpool Terpana Lihat Foto Michael Owen Berkunjung ke Rumah Raffi Ahmad
10 Pemain Termahal dalam...
10 Pemain Termahal dalam Sejarah Liverpool
Special Bola
Prediksi Skor Timnas...
Bola Dunia
Prediksi Skor Timnas Spanyol vs Austria di 32 Besar Piala Dunia 2026: La Furia Roja Menang Mudah?
Timnas Inggris Lolos...
Liga Inggris
Timnas Inggris Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026, Arsenal hingga Manchester City Kecipratan Bonus Besar
Osmar Loss Sosok Pelatih...
Liga Indonesia
Osmar Loss Sosok Pelatih yang Bawa Mariano Peralta ke Persib Bandung?
Rekomendasi
Pembangunan Flyover...
Pembangunan Flyover Latumenten Capai 55,2%, Ditargetkan Beroperasi 15 Desember 2026
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Kita Tidak Ada Sponsor, Bohir Kita Hanya Allah
Purbaya Beberkan Penyebab...
Purbaya Beberkan Penyebab Neraca Perdagangan Mei 2026 Defisit
Berita Terkini
Para Legenda Bola Kecam...
Para Legenda Bola Kecam Penalti Belgia di Piala Dunia 2026: Senegal Dirampok Wasit
Kartu Merah Kontroversial...
Kartu Merah Kontroversial Warnai Langkah Amerika Serikat ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Sebastian Beccacece...
Sebastian Beccacece Mundur Setelah Ekuador Tersingkir di Piala Dunia 2026
Amerika Serikat Lolos...
Amerika Serikat Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Tantang Belgia Usai Tekuk Bosnia
Inggris vs Meksiko di...
Inggris vs Meksiko di 16 Besar Piala Dunia 2026, Tuchel Waspadai Tipisnya Oksigen Azteca
Indonesian Padel League...
Indonesian Padel League 2026 Dimulai Agustus, Kompetisi Padel Masuk Era Profesional
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved