Ketum FFI Dukung Kehadiran Campus League di Ekosistem Futsal Indonesia
Kamis, 02 Oktober 2025 - 14:45 WIB
loading...
Ketum FFI Michael Sianipar (dua dari kanan) mendukung kehadiran Campus League di ekosistem futsal Indonesia. Foto: SINDOnews/Susanto
A
A
A
Kehadiran Campus League sebagai wadah kompetisi olahraga antarkampus disambut positif oleh Federasi Futsal Indonesia (FFI). Ketua Umum FFI Michael Victor Sianipar menilai inisiatif ini akan menjadi bagian penting dari piramida pembinaan futsal di tanah air.
“Federasi futsal sangat senang dengan inisiatif yang muncul dari Campus League. Ini punya potensi luar biasa. Bahkan saya sudah mendengar paparan visi, yang 30 tahun ke depan mau membangun sesuatu tak kalah hebat dari NCAA (National Collegiate Athletic Association, red) di Amerika,” ujar Ketua Umum FFI Michael Victor Sianipar.
Menurutnya, kompetisi antarkampus ini akan melengkapi jalur pembinaan yang sudah ada. “Kalau bicara soal futsal, kita punya timnas, ada liga pro, tapi kita juga butuh fondasi dari bawah. Campus League masuk tepat di dalam piramida pembinaan futsal yang sedang kita bangun,” tambahnya.
“Campus League lahir dari inisiatif untuk ikut serta berperan dalam peningkatan prestasi olahraga nasional. Kompetisi olahraga di level perguruan tinggi yang integral merupakan kebutuhan mutlak untuk memperkuat mata rantai prestasi olahraga kita,” ujar Ryan dalam Media Gathering di Jakarta, Kamis (2/10/2025) .
Blueprint Campus League dibagi dalam tiga fase hingga 2034, mulai dari kompetisi di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara pada 2025–2027, berlanjut ke fase home & away dan ekspansi cabang olahraga pada 2028–2029, hingga tahap sustainability berupa pembentukan liga tertutup dan komersialisasi pada 2030–2034.
Sebagai edisi pembuka, Campus League 2025 memilih futsal sebagai cabang olahraga perdana. Kompetisi ini akan digelar selama tiga bulan, dari Oktober hingga Desember, melibatkan 64 tim putra dan putri dari empat kota besar: Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.
“Futsal adalah olahraga paling populer di kalangan mahasiswa dan paling siap untuk dipertandingkan segera. Karena 2025 tinggal kuartal terakhir, maka kami fokus dulu pada cabor futsal,” jelas Ryan.
Adapun musim perdana secara resmi akan digelar pada 2026, dengan cakupan lebih luas dan cabang olahraga tambahan seperti basket dan badminton. Selain itu, juga akan hadir uni-games dengan cabang beragam mulai dari sepak bola putri, panjat dinding, hingga wushu.
Ryan menegaskan, Campus League dibangun sebagai wadah inklusif yang melibatkan perguruan tinggi, sivitas akademika, federasi olahraga, sponsor, komunitas, hingga media. “Misi ini tidak bisa dicapai sendirian, melainkan harus bergerak bersama sebagai ekosistem yang saling mendukung,” katanya.
“Federasi futsal sangat senang dengan inisiatif yang muncul dari Campus League. Ini punya potensi luar biasa. Bahkan saya sudah mendengar paparan visi, yang 30 tahun ke depan mau membangun sesuatu tak kalah hebat dari NCAA (National Collegiate Athletic Association, red) di Amerika,” ujar Ketua Umum FFI Michael Victor Sianipar.
Menurutnya, kompetisi antarkampus ini akan melengkapi jalur pembinaan yang sudah ada. “Kalau bicara soal futsal, kita punya timnas, ada liga pro, tapi kita juga butuh fondasi dari bawah. Campus League masuk tepat di dalam piramida pembinaan futsal yang sedang kita bangun,” tambahnya.
Campus League Hadirkan Ekosistem Baru
Campus League sendiri resmi diperkenalkan sebagai organisasi privat yang berfokus pada pengembangan potensi mahasiswa di bidang olahraga. CEO Campus League, Ryan Gozali, menjelaskan bahwa ajang ini dibangun sebagai ekosistem jangka panjang, bukan sekadar event sesaat.“Campus League lahir dari inisiatif untuk ikut serta berperan dalam peningkatan prestasi olahraga nasional. Kompetisi olahraga di level perguruan tinggi yang integral merupakan kebutuhan mutlak untuk memperkuat mata rantai prestasi olahraga kita,” ujar Ryan dalam Media Gathering di Jakarta, Kamis (2/10/2025) .
Blueprint Campus League dibagi dalam tiga fase hingga 2034, mulai dari kompetisi di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara pada 2025–2027, berlanjut ke fase home & away dan ekspansi cabang olahraga pada 2028–2029, hingga tahap sustainability berupa pembentukan liga tertutup dan komersialisasi pada 2030–2034.
Sebagai edisi pembuka, Campus League 2025 memilih futsal sebagai cabang olahraga perdana. Kompetisi ini akan digelar selama tiga bulan, dari Oktober hingga Desember, melibatkan 64 tim putra dan putri dari empat kota besar: Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.
“Futsal adalah olahraga paling populer di kalangan mahasiswa dan paling siap untuk dipertandingkan segera. Karena 2025 tinggal kuartal terakhir, maka kami fokus dulu pada cabor futsal,” jelas Ryan.
Adapun musim perdana secara resmi akan digelar pada 2026, dengan cakupan lebih luas dan cabang olahraga tambahan seperti basket dan badminton. Selain itu, juga akan hadir uni-games dengan cabang beragam mulai dari sepak bola putri, panjat dinding, hingga wushu.
Ryan menegaskan, Campus League dibangun sebagai wadah inklusif yang melibatkan perguruan tinggi, sivitas akademika, federasi olahraga, sponsor, komunitas, hingga media. “Misi ini tidak bisa dicapai sendirian, melainkan harus bergerak bersama sebagai ekosistem yang saling mendukung,” katanya.
(sto)
Lihat Juga :