MotoGP Mandalika Bukti Industri Olahraga RI Melaju, Dampak Ekonomi Rp4,8 Triliun
Kamis, 02 Oktober 2025 - 18:04 WIB
loading...
A
A
A
MotoGP Mandalika 2025 akan membawa dampak besar bagi perekonomian dan masyarakat diperkirakan mencapai Rp4,8 triliun.
Perputaran ekonomi Rp4,8 triliun itu bersumber dari berbagai sektor, termasuk belanja wisatawan (akomodasi, makanan, minuman), aktivitas UMKM, pendapatan daerah dan transaksi ekonomi langsung selama acara.
Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga, Raden Isnanta, menegaskan bahwa angka tersebut membuktikan sport tourism sudah menjadi kekuatan baru bagi Indonesia.
“Event ini terbukti menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, meningkatkan kinerja UMKM hingga 30–50 persen per tahun, serta mendongkrak kunjungan wisatawan nasional hingga 51 persen. Keterlibatan masyarakat lokal mencapai 70 persen, bahkan marshal Mandalika kini dipercaya bertugas di Sepang dan negara Asia lainnya,” ujar Isnanta.
Menurut Isnanta, penyelenggaraan MotoGP Mandalika bukan sekadar balapan, melainkan etalase yang menunjukkan wajah Indonesia di panggung dunia. Oleh karena itu, Isnanta juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menyukseskan event ini.
“MotoGP Mandalika adalah panggung internasional yang menampilkan NTB sekaligus Indonesia. Ini bukan hanya sport tourism, tetapi juga national branding yang membuat industri olahraga kita terus melaju,” tegas Isnanta.
“Kunci sukses MotoGP adalah gotong royong. Pemerintah pusat, daerah, sponsor, hingga masyarakat ikut bergerak. Tanpa kolaborasi, kita tidak akan mampu menghadirkan event sebesar ini,” katanya.
Perputaran ekonomi Rp4,8 triliun itu bersumber dari berbagai sektor, termasuk belanja wisatawan (akomodasi, makanan, minuman), aktivitas UMKM, pendapatan daerah dan transaksi ekonomi langsung selama acara.
Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga, Raden Isnanta, menegaskan bahwa angka tersebut membuktikan sport tourism sudah menjadi kekuatan baru bagi Indonesia.
“Event ini terbukti menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, meningkatkan kinerja UMKM hingga 30–50 persen per tahun, serta mendongkrak kunjungan wisatawan nasional hingga 51 persen. Keterlibatan masyarakat lokal mencapai 70 persen, bahkan marshal Mandalika kini dipercaya bertugas di Sepang dan negara Asia lainnya,” ujar Isnanta.
Menurut Isnanta, penyelenggaraan MotoGP Mandalika bukan sekadar balapan, melainkan etalase yang menunjukkan wajah Indonesia di panggung dunia. Oleh karena itu, Isnanta juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menyukseskan event ini.
“MotoGP Mandalika adalah panggung internasional yang menampilkan NTB sekaligus Indonesia. Ini bukan hanya sport tourism, tetapi juga national branding yang membuat industri olahraga kita terus melaju,” tegas Isnanta.
“Kunci sukses MotoGP adalah gotong royong. Pemerintah pusat, daerah, sponsor, hingga masyarakat ikut bergerak. Tanpa kolaborasi, kita tidak akan mampu menghadirkan event sebesar ini,” katanya.
Lihat Juga :