Timnas Sambo Remaja Tiba di Bogor, Saqya dan Reivan Incar Medali
Jum'at, 03 Oktober 2025 - 09:45 WIB
loading...
Pelatih Timnas Sambo Indonesia, Yusmin Johan dan Desi Syafitri, memilih untuk tidak memasang target medali yang muluk-muluk. Mereka menyadari mayoritas atlet remaja dan junior Indonesia baru pertama kali mencicipi kompetisi internasional / Foto: Ist
A
A
A
CIAWI - Suasana tegang dan antusiasme tinggi menyelimuti JSI Resort Convention Hall Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Sejak Rabu (1/10/2025), lokasi ini mulai dipenuhi ratusan atlet dari 34 negara yang akan berlaga dalam Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior (World Youth and Junior Sambo Championship) 2025 yang berlangsung pada 3-5 Oktober.
Skuad Garuda Muda, di bawah manajer tim Nurfirmanwansyah, telah tiba dan menyatakan kesiapannya untuk berhadapan dengan atlet-atlet terbaik dunia di kandang sendiri. Meskipun bertanding di rumah sendiri, pelatih Timnas Sambo Indonesia, Yusmin Johan dan Desi Syafitri, memilih untuk tidak memasang target medali yang muluk-muluk.
Mereka menyadari mayoritas atlet remaja dan junior Indonesia baru pertama kali mencicipi kompetisi internasional. "Kita hanya meminta anak-anak tampil maksimal. Mereka kan kebanyakan baru pertama kali tampil di ajang internasional. Jadi, mereka harus bisa memetik pengalaman berharga dari kejuaraan dunia ini," kata Yusmin Johan di Megamendung, Kamis (2/10/2025).
Harapan meraih prestasi justru datang dari dua atlet yang sudah memiliki pengalaman di kejuaraan dunia sebelumnya. Saqyah Helvi Palufi (Sport 50kg putri), pelajar SMAN 4 Karawang ini ingin mengulang suksesnya.
"Mudah-mudahan saya bisa meraih medali," kata Saqya, yang sebelumnya berhasil membawa pulang medali perunggu dari Kejuaraan Dunia Sambo 2024 di Kazakhstan.
Skuad Garuda Muda, di bawah manajer tim Nurfirmanwansyah, telah tiba dan menyatakan kesiapannya untuk berhadapan dengan atlet-atlet terbaik dunia di kandang sendiri. Meskipun bertanding di rumah sendiri, pelatih Timnas Sambo Indonesia, Yusmin Johan dan Desi Syafitri, memilih untuk tidak memasang target medali yang muluk-muluk.
Mereka menyadari mayoritas atlet remaja dan junior Indonesia baru pertama kali mencicipi kompetisi internasional. "Kita hanya meminta anak-anak tampil maksimal. Mereka kan kebanyakan baru pertama kali tampil di ajang internasional. Jadi, mereka harus bisa memetik pengalaman berharga dari kejuaraan dunia ini," kata Yusmin Johan di Megamendung, Kamis (2/10/2025).
Harapan meraih prestasi justru datang dari dua atlet yang sudah memiliki pengalaman di kejuaraan dunia sebelumnya. Saqyah Helvi Palufi (Sport 50kg putri), pelajar SMAN 4 Karawang ini ingin mengulang suksesnya.
"Mudah-mudahan saya bisa meraih medali," kata Saqya, yang sebelumnya berhasil membawa pulang medali perunggu dari Kejuaraan Dunia Sambo 2024 di Kazakhstan.
Lihat Juga :