Dari Komunitas Jadi Akademi: Glorius Dorong Perkembangan Basket Usia Dini
Jum'at, 03 Oktober 2025 - 12:27 WIB
loading...
Dari Komunitas Jadi Akademi: Glorius Dorong Perkembangan Basket Usia Dini. Foto: SINDOnews/Istimewa
A
A
A
Dari komunitas menjadi akademi, itulah terobosan berani yang dihadirkan Glorius. Tentunya langkah mereka untuk mendukung perkembangan olahraga basket di Indonesia.
Akademi basket yang lahir dari semangat komunitas basket Glorius yang sudah berkiprah lebih dari 17 tahun di skena basket jalanan. Jika Glorius Community menjadi ruang berkumpulnya para pecinta basket lintas kota, Glorius Academy hadir sebagai entitas berbeda yang fokus pada pembinaan anak-anak sejak usia dini.
Founder Glorius Rizky Julian mengatakan programnya dirancang untuk memperkenalkan olahraga basket dengan cara yang menyenangkan sekaligus membangun perkembangan atletik, motorik, disiplin, kerja sama, dan rasa percaya diri anak. Lahirnya akademi ini bukan untuk menggantikan peran komunitas, melainkan melengkapinya.
“Sejak awal Glorius berdiri,semangat kami adalah membuat basket bisa diakses oleh siapa saja. Komunitas akan selalu menjadi ruang berkumpul, sedangkan Glorius Academy hadir untuk memberikan jalur pembinaan yang lebih terarah bagi generasi muda,” jelas Rizky dalam keterangannya.
Saat ini, Glorius Academy telah memiliki lebih dari 30 peserta aktif yang terbagi dalam kelas Toddler (4–6 tahun), U-10 (7–10 tahun), serta kelas dewasa pemula. Latihan rutin digelar di The Forum Sports Hub, Bintaro, dengan kapasitas kelas yang terbatas agar setiap anak mendapat perhatian maksimal dari pelatih.
Selain latihan reguler, Glorius Academy juga menghadirkan kelas skill development bersama pelatih berpengalaman. Itu dirancang untuk melatih mental kompetitif peserta dalam suasana menyenangkan.
Sementara itu, Program Director Glorius Academy Andrey Ridho mengatakan pendekatan ini sengaja dipilih agar anak-anak tetap merasa enjoy saat berlatih. Tentunya tanpa kehilangan esensi pembinaan yang benar.
“Kami ingin anak-anak belajar basket dengan cara yang fun tapi tetap membentuk fundamental dengan baik. Tidak hanya itu, disiplin, teamwork, sampai percaya diri, semua bisadibangun lewat basket jika dilatih dengan cara yang tepat sejak dini,” tutur Andrey.
Ke depan, Glorius Academy berencana memperluas program akademi bola basket ini. Harapannya, semakin banyak anak Indonesia bisa merasakan pengalaman belajar basket yang menyenangkan sekaligus terarah sejak dini.
Glorius Academy bukan sekadar tempat latihan basket, tetapi juga wadah anak untuk bersosialisasi, belajar nilai-nilai sportivitas, dan tumbuh dengan cara yang sehat. Sebuah perjalanan baru yang tetap berakar dari semangat komunitas, namun memberi arah lebih jelas untuk masa depan generasi muda Indonesia
Akademi basket yang lahir dari semangat komunitas basket Glorius yang sudah berkiprah lebih dari 17 tahun di skena basket jalanan. Jika Glorius Community menjadi ruang berkumpulnya para pecinta basket lintas kota, Glorius Academy hadir sebagai entitas berbeda yang fokus pada pembinaan anak-anak sejak usia dini.
Founder Glorius Rizky Julian mengatakan programnya dirancang untuk memperkenalkan olahraga basket dengan cara yang menyenangkan sekaligus membangun perkembangan atletik, motorik, disiplin, kerja sama, dan rasa percaya diri anak. Lahirnya akademi ini bukan untuk menggantikan peran komunitas, melainkan melengkapinya.
“Sejak awal Glorius berdiri,semangat kami adalah membuat basket bisa diakses oleh siapa saja. Komunitas akan selalu menjadi ruang berkumpul, sedangkan Glorius Academy hadir untuk memberikan jalur pembinaan yang lebih terarah bagi generasi muda,” jelas Rizky dalam keterangannya.
Saat ini, Glorius Academy telah memiliki lebih dari 30 peserta aktif yang terbagi dalam kelas Toddler (4–6 tahun), U-10 (7–10 tahun), serta kelas dewasa pemula. Latihan rutin digelar di The Forum Sports Hub, Bintaro, dengan kapasitas kelas yang terbatas agar setiap anak mendapat perhatian maksimal dari pelatih.
Selain latihan reguler, Glorius Academy juga menghadirkan kelas skill development bersama pelatih berpengalaman. Itu dirancang untuk melatih mental kompetitif peserta dalam suasana menyenangkan.
Sementara itu, Program Director Glorius Academy Andrey Ridho mengatakan pendekatan ini sengaja dipilih agar anak-anak tetap merasa enjoy saat berlatih. Tentunya tanpa kehilangan esensi pembinaan yang benar.
“Kami ingin anak-anak belajar basket dengan cara yang fun tapi tetap membentuk fundamental dengan baik. Tidak hanya itu, disiplin, teamwork, sampai percaya diri, semua bisadibangun lewat basket jika dilatih dengan cara yang tepat sejak dini,” tutur Andrey.
Ke depan, Glorius Academy berencana memperluas program akademi bola basket ini. Harapannya, semakin banyak anak Indonesia bisa merasakan pengalaman belajar basket yang menyenangkan sekaligus terarah sejak dini.
Glorius Academy bukan sekadar tempat latihan basket, tetapi juga wadah anak untuk bersosialisasi, belajar nilai-nilai sportivitas, dan tumbuh dengan cara yang sehat. Sebuah perjalanan baru yang tetap berakar dari semangat komunitas, namun memberi arah lebih jelas untuk masa depan generasi muda Indonesia
(sto)
Lihat Juga :