Profil Reza Arya Pratama, Kiper PSM yang Dipanggil Dadakan ke Timnas Indonesia
Jum'at, 03 Oktober 2025 - 18:18 WIB
loading...
Profil Reza Arya Pratama, Kiper PSM yang Dipanggil Dadakan ke Timnas Indonesia
A
A
A
Kiper PSM Makassar , Reza Arya Pratama, resmi mendapat panggilan mendadak untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Kabar ini disampaikan langsung oleh Manajer Timnas, Sumardji, yang memastikan Reza segera bergabung dengan skuad Garuda di Jeddah, Arab Saudi.
Dengan masuknya Reza Arya, kini Indonesia memiliki lima penjaga gawang: Emil Audero, Maarten Paes, Ernando Ari, Nadeo Argawinata, dan Reza sendiri. Kehadirannya diharapkan menambah kekuatan di bawah mistar, apalagi beberapa kiper utama sempat mengalami masalah cedera.
Profil Reza Arya Pratama
Nama lengkapnya Muhammad Reza Arya Pratama, lahir di Makassar pada 18 Mei 2000. Saat ini ia berusia 25 tahun dengan tinggi 188 cm, menjadikannya sosok ideal untuk posisi penjaga gawang.
Reza memulai karier mudanya bersama PPLP Sulawesi Selatan (2015–2016), kemudian pindah ke Mattombong FC (2016–2017) sebelum akhirnya menembus akademi PSM Makassar pada 2017. Bakatnya berkembang pesat hingga promosi ke tim senior pada 2019.
Sejak itu, Reza tampil konsisten bersama PSM dengan catatan lebih dari 40 pertandingan di Liga 1. Penampilannya turut membantu PSM meraih gelar juara Liga 1 musim 2022/2023 serta Piala Indonesia 2018/2019.
Dipanggil Dadakan ke Timnas
Pemanggilan Reza Arya bersifat mendadak menyusul kondisi kiper utama Timnas, Emil Audero dan Maarten Paes, yang sempat bermasalah dengan cedera di klub masing-masing.
Menurut Sumardji, Reza langsung terbang dari Jakarta pada Jumat (3/10/2025) pukul 11.00 WIB menuju Jeddah. Kehadirannya di skuad Garuda menambah kedalaman di posisi kiper saat Indonesia menghadapi laga krusial melawan Arab Saudi (9 Oktober) dan Irak (12 Oktober) di Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Meski menjadi wajah baru di timnas senior, kiprahnya bersama PSM menjadikan Reza salah satu kiper muda potensial Indonesia. Dengan postur jangkung dan refleks cepat, ia diyakini mampu memberi kejutan di bawah mistar jika mendapat kesempatan tampil.
Pemanggilan Reza Arya bukan hanya kebanggaan bagi PSM Makassar, tetapi juga bukti bahwa talenta lokal Sulawesi Selatan mampu bersaing di level internasional.
M/G Nesya Naila Naulia
Dengan masuknya Reza Arya, kini Indonesia memiliki lima penjaga gawang: Emil Audero, Maarten Paes, Ernando Ari, Nadeo Argawinata, dan Reza sendiri. Kehadirannya diharapkan menambah kekuatan di bawah mistar, apalagi beberapa kiper utama sempat mengalami masalah cedera.
Profil Reza Arya Pratama
Nama lengkapnya Muhammad Reza Arya Pratama, lahir di Makassar pada 18 Mei 2000. Saat ini ia berusia 25 tahun dengan tinggi 188 cm, menjadikannya sosok ideal untuk posisi penjaga gawang.
Reza memulai karier mudanya bersama PPLP Sulawesi Selatan (2015–2016), kemudian pindah ke Mattombong FC (2016–2017) sebelum akhirnya menembus akademi PSM Makassar pada 2017. Bakatnya berkembang pesat hingga promosi ke tim senior pada 2019.
Sejak itu, Reza tampil konsisten bersama PSM dengan catatan lebih dari 40 pertandingan di Liga 1. Penampilannya turut membantu PSM meraih gelar juara Liga 1 musim 2022/2023 serta Piala Indonesia 2018/2019.
Dipanggil Dadakan ke Timnas
Pemanggilan Reza Arya bersifat mendadak menyusul kondisi kiper utama Timnas, Emil Audero dan Maarten Paes, yang sempat bermasalah dengan cedera di klub masing-masing.
Menurut Sumardji, Reza langsung terbang dari Jakarta pada Jumat (3/10/2025) pukul 11.00 WIB menuju Jeddah. Kehadirannya di skuad Garuda menambah kedalaman di posisi kiper saat Indonesia menghadapi laga krusial melawan Arab Saudi (9 Oktober) dan Irak (12 Oktober) di Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Meski menjadi wajah baru di timnas senior, kiprahnya bersama PSM menjadikan Reza salah satu kiper muda potensial Indonesia. Dengan postur jangkung dan refleks cepat, ia diyakini mampu memberi kejutan di bawah mistar jika mendapat kesempatan tampil.
Pemanggilan Reza Arya bukan hanya kebanggaan bagi PSM Makassar, tetapi juga bukti bahwa talenta lokal Sulawesi Selatan mampu bersaing di level internasional.
M/G Nesya Naila Naulia
(sto)
Lihat Juga :