Amelia Devy Bertekad Ikuti Jejak Krisna Bayu
Sabtu, 04 Oktober 2025 - 19:09 WIB
loading...
Timnas Sambo Indonesia berhasil menambah koleksi medali di Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior (World Youth and Junior Sambo Championship) 2025 / Foto: Ist
A
A
A
BOGOR - Timnas Sambo Indonesia berhasil menambah koleksi medali di Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior (World Youth and Junior Sambo Championship) 2025. Kali ini, giliran atlet putri, Amelia Devy, yang menyumbangkan medali perunggu kedua bagi Merah Putih dalam ajang bergengsi di JSI Resort Convention Hall Megamendung, Bogor, Sabtu (4/10/2025).
Bertanding di kategori Sport Sambo Junior +80 kilogram putri, langkah Devy terhenti di babak semifinal. Ia dipaksa mengakui keunggulan atlet tangguh Kira Safonova (FIAS 2/Belarusia).
Meski gagal melaju ke final, perunggu yang diraihnya adalah sebuah pencapaian yang prestisius di kancah dunia. Medali ini menjadi perunggu kedua yang diraih Timnas Sambo Indonesia, menyusul prestasi sebelumnya yang diukir oleh Handezka Vaktorias.
Raut wajah bangga tak bisa disembunyikan Amelia Devy saat diwawancarai usai pertandingan. "Senang dan nggak menduga bisa mendapatkan medali perunggu," ujar mahasiswi semester 7 Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga ini.
Namun, semangat atlet kelahiran Salatiga 17 Mei 2008 ini tak berhenti di podium. Kekalahan dari atlet level FIAS 2 (Federasi Sambo Internasional) justru membakar tekadnya.
"Setelah merasakan pertandingan melawan atlet FIAS 2 dan kalah, saya sadar harus terus berlatih lebih keras lagi. Tenaga dan stamina saya harus lebih ditingkatkan lagi," imbuh putri pertama pasangan Dwi Arianto dan Putri Ariani ini dengan nada serius.
Amelia mengungkapkan bahwa ambisinya di dunia Sambo sangat tinggi, terinspirasi dari legenda judo Indonesia, Krisna Bayu OLY. "Saya mengidolakan Pak Krisna Bayu dan ingin bisa mengikuti jejak prestasinya," ungkap peraih dua medali emas di Porprov Jawa Tengah ini.
Ia sadar bahwa jalan menuju puncak prestasi internasional tidaklah mudah. Pengalaman di Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior 2025 ini telah menjadi cermin baginya untuk mengukur kemampuan diri.
"Saya sadar tak mudah untuk mewujudkannya. Saya harus terus keras berlatih, dan sesudah merasakan tanding di Kejuaraan Dunia ini, kekuatan serta stamina harus lebih ditingkatkan lagi jika memang ingin dapat bersaing di level internasional. Saya berharap bisa melakukan itu dengan bimbingan pelatihan," imbuh Devy.
Bertanding di kategori Sport Sambo Junior +80 kilogram putri, langkah Devy terhenti di babak semifinal. Ia dipaksa mengakui keunggulan atlet tangguh Kira Safonova (FIAS 2/Belarusia).
Meski gagal melaju ke final, perunggu yang diraihnya adalah sebuah pencapaian yang prestisius di kancah dunia. Medali ini menjadi perunggu kedua yang diraih Timnas Sambo Indonesia, menyusul prestasi sebelumnya yang diukir oleh Handezka Vaktorias.
Raut wajah bangga tak bisa disembunyikan Amelia Devy saat diwawancarai usai pertandingan. "Senang dan nggak menduga bisa mendapatkan medali perunggu," ujar mahasiswi semester 7 Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga ini.
Namun, semangat atlet kelahiran Salatiga 17 Mei 2008 ini tak berhenti di podium. Kekalahan dari atlet level FIAS 2 (Federasi Sambo Internasional) justru membakar tekadnya.
"Setelah merasakan pertandingan melawan atlet FIAS 2 dan kalah, saya sadar harus terus berlatih lebih keras lagi. Tenaga dan stamina saya harus lebih ditingkatkan lagi," imbuh putri pertama pasangan Dwi Arianto dan Putri Ariani ini dengan nada serius.
Amelia mengungkapkan bahwa ambisinya di dunia Sambo sangat tinggi, terinspirasi dari legenda judo Indonesia, Krisna Bayu OLY. "Saya mengidolakan Pak Krisna Bayu dan ingin bisa mengikuti jejak prestasinya," ungkap peraih dua medali emas di Porprov Jawa Tengah ini.
Ia sadar bahwa jalan menuju puncak prestasi internasional tidaklah mudah. Pengalaman di Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior 2025 ini telah menjadi cermin baginya untuk mengukur kemampuan diri.
"Saya sadar tak mudah untuk mewujudkannya. Saya harus terus keras berlatih, dan sesudah merasakan tanding di Kejuaraan Dunia ini, kekuatan serta stamina harus lebih ditingkatkan lagi jika memang ingin dapat bersaing di level internasional. Saya berharap bisa melakukan itu dengan bimbingan pelatihan," imbuh Devy.
(yov)
Lihat Juga :