FIFA Tolak Jatuhkan Sanksi kepada Israel
Minggu, 05 Oktober 2025 - 08:50 WIB
loading...
FIFA Tolak Jatuhkan Sanksi kepada Israel
A
A
A
ZURICH - Federasi Sepak Bola Dunia ( FIFA ) menegaskan tidak akan memberikan sanksi terhadap Israel, meski mendapat tekanan dari sejumlah negara dan organisasi internasional terkait situasi kemanusiaan di Gaza.
Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan hal tersebut dalam rapat Dewan FIFA yang digelar di Zurich, Swiss, belum lama ini. Ia menekankan bahwa sepak bola tidak boleh dijadikan alat politik, melainkan sarana untuk menyatukan umat manusia.
“FIFA berkomitmen untuk terus mempromosikan perdamaian, solidaritas, dan persaudaraan melalui sepak bola,” ujar Infantino, seperti dikutip dari ESPN.
Baca Juga: Buntut Serang Palestina, FIFA Putuskan Masa Depan Sepak Bola Israel Akhir Juli
Desakan agar Israel dikeluarkan dari ajang internasional sebelumnya datang dari sekelompok pakar independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka menyerukan larangan tersebut setelah muncul laporan mengenai pelanggaran hak asasi manusia dalam agresi militer di Gaza.
Sejumlah asosiasi sepak bola Eropa seperti Turki dan Norwegia mendukung seruan PBB tersebut. Namun, beberapa negara lain seperti Jerman dan Italia menolak, dengan alasan mempertahankan hubungan diplomatik dan ekonomi yang telah lama terjalin dengan Israel.
Situasi ini mengingatkan pada keputusan FIFA dan UEFA yang pernah menjatuhkan sanksi terhadap Rusia setelah invasi ke Ukraina. Namun, Infantino menegaskan bahwa setiap kasus harus dinilai secara independen dan sesuai dengan prinsip-prinsip FIFA.
Keputusan untuk tidak memberikan sanksi kepada Israel datang di tengah meningkatnya ketegangan global akibat konflik di Gaza. Sebagai catatan, Indonesia sempat mendapat sanksi dari FIFA pada 2023 karena menolak partisipasi tim Israel di Piala Dunia U-20.
Berbeda dengan sikap terhadap Rusia maupun Indonesia, kali ini FIFA memilih jalur non-sanksi terhadap Israel, dengan alasan menjaga prinsip netralitas organisasi dan peran sepak bola sebagai pemersatu, bukan alat tekanan politik.
Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan hal tersebut dalam rapat Dewan FIFA yang digelar di Zurich, Swiss, belum lama ini. Ia menekankan bahwa sepak bola tidak boleh dijadikan alat politik, melainkan sarana untuk menyatukan umat manusia.
“FIFA berkomitmen untuk terus mempromosikan perdamaian, solidaritas, dan persaudaraan melalui sepak bola,” ujar Infantino, seperti dikutip dari ESPN.
Baca Juga: Buntut Serang Palestina, FIFA Putuskan Masa Depan Sepak Bola Israel Akhir Juli
Desakan agar Israel dikeluarkan dari ajang internasional sebelumnya datang dari sekelompok pakar independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka menyerukan larangan tersebut setelah muncul laporan mengenai pelanggaran hak asasi manusia dalam agresi militer di Gaza.
Sejumlah asosiasi sepak bola Eropa seperti Turki dan Norwegia mendukung seruan PBB tersebut. Namun, beberapa negara lain seperti Jerman dan Italia menolak, dengan alasan mempertahankan hubungan diplomatik dan ekonomi yang telah lama terjalin dengan Israel.
Situasi ini mengingatkan pada keputusan FIFA dan UEFA yang pernah menjatuhkan sanksi terhadap Rusia setelah invasi ke Ukraina. Namun, Infantino menegaskan bahwa setiap kasus harus dinilai secara independen dan sesuai dengan prinsip-prinsip FIFA.
Keputusan untuk tidak memberikan sanksi kepada Israel datang di tengah meningkatnya ketegangan global akibat konflik di Gaza. Sebagai catatan, Indonesia sempat mendapat sanksi dari FIFA pada 2023 karena menolak partisipasi tim Israel di Piala Dunia U-20.
Berbeda dengan sikap terhadap Rusia maupun Indonesia, kali ini FIFA memilih jalur non-sanksi terhadap Israel, dengan alasan menjaga prinsip netralitas organisasi dan peran sepak bola sebagai pemersatu, bukan alat tekanan politik.
(sto)
Lihat Juga :