Jose Antonio Rueda Juara Dunia Moto3, Diego Moreira Kampiun Moto2 di Mandalika
Minggu, 05 Oktober 2025 - 13:41 WIB
loading...
Jose Antonio Rueda Juara Dunia Moto3, Diego Moreira Kampiun Moto2 di Mandalika
A
A
A
Sirkuit Mandalika menjadi saksi dua kisah bersejarah di ajang MotoGP Indonesia 2025 . Pembalap muda Spanyol Jose Antonio Rueda resmi mengunci gelar juara dunia Moto3, sementara Diego Moreira asal Brasil tampil gemilang dengan menjuarai balapan Moto2 yang berlangsung Minggu (5/10/2025) siang WIB.
Balapan kelas Moto3 berlangsung penuh drama. Pembalap Indonesia, Fadillah Arbi Aditama (Honda Team Asia), sempat memulai balapan dengan baik setelah naik dari posisi 25 ke urutan 17, namun akhirnya finis di posisi ke-19.
Di barisan depan, persaingan ketat terjadi antara Adrian Fernandez, Maximo Quiles, dan David Munoz. Jose Antonio Rueda yang memulai dari posisi ke-9 tampil impresif dengan menyalip satu per satu pembalap di depannya. Ia sempat memimpin lomba sebelum disalip Fernandez menjelang akhir balapan.
Petaka menimpa Munoz yang terjatuh di lap terakhir, membuat balapan dihentikan lebih awal akibat red flag di lap ke-19. Adrian Fernandez keluar sebagai pemenang, diikuti Rueda di posisi kedua dan Luca Lunetta di urutan ketiga.
Meski hanya finis kedua, hasil tersebut cukup bagi Jose Antonio Rueda (Red Bull KTM Ajo) untuk memastikan diri sebagai juara dunia Moto3 2025. Mandalika pun menjadi tempat spesial bagi pembalap berusia 19 tahun itu karena di sinilah ia meraih gelar dunia pertamanya.
Holgado sempat memberi perlawanan ketat, namun terjatuh di lap ketujuh dan gagal melanjutkan balapan. Sejak saat itu, Moreira memimpin tanpa tersentuh hingga garis finis. Ia meninggalkan Manuel Gonzalez dan Guevara dengan jarak lebih dari tiga detik.
“Balapan ini luar biasa. Sirkuit Mandalika memang sulit, tapi kami menemukan ritme yang tepat sejak awal,” kata Moreira usai lomba.
Di sisi lain, Mario Aji, pembalap tuan rumah dari Honda Team Asia, masih belum mampu menembus papan tengah. Start dari posisi ke-25, ia hanya bisa naik hingga finis di urutan ke-20 setelah beberapa pembalap lain mengalami crash.
Ajang MotoGP Indonesia 2025 kembali menunjukkan karakter khas Mandalika: lintasan panas, grip yang menantang, dan balapan yang sarat kejutan. Dari kemenangan Moreira di Moto2 hingga momen Rueda menutup musim dengan gelar dunia, sirkuit sepanjang 4,3 kilometer ini membuktikan diri sebagai salah satu trek paling dinamis di kalender MotoGP.
Dengan dua bintang muda yang bersinar di hari yang sama, Minggu di Lombok itu terasa seperti perayaan masa depan MotoGP — di mana ketangguhan, strategi, dan sedikit keberuntungan menjadi kunci menuju kejayaan.
Rueda Kunci Gelar Dunia Moto3 di Mandalika
Balapan kelas Moto3 berlangsung penuh drama. Pembalap Indonesia, Fadillah Arbi Aditama (Honda Team Asia), sempat memulai balapan dengan baik setelah naik dari posisi 25 ke urutan 17, namun akhirnya finis di posisi ke-19.
Di barisan depan, persaingan ketat terjadi antara Adrian Fernandez, Maximo Quiles, dan David Munoz. Jose Antonio Rueda yang memulai dari posisi ke-9 tampil impresif dengan menyalip satu per satu pembalap di depannya. Ia sempat memimpin lomba sebelum disalip Fernandez menjelang akhir balapan.
Petaka menimpa Munoz yang terjatuh di lap terakhir, membuat balapan dihentikan lebih awal akibat red flag di lap ke-19. Adrian Fernandez keluar sebagai pemenang, diikuti Rueda di posisi kedua dan Luca Lunetta di urutan ketiga.
Meski hanya finis kedua, hasil tersebut cukup bagi Jose Antonio Rueda (Red Bull KTM Ajo) untuk memastikan diri sebagai juara dunia Moto3 2025. Mandalika pun menjadi tempat spesial bagi pembalap berusia 19 tahun itu karena di sinilah ia meraih gelar dunia pertamanya.
Moreira Tak Terbendung di Moto2
Sementara di kelas Moto2, Diego Moreira dari Italtrans Racing tampil dominan sejak awal balapan. Start dari posisi pertama, pembalap asal Brasil itu langsung bersaing dengan Daniel Holgado dan Izan Guevara.Holgado sempat memberi perlawanan ketat, namun terjatuh di lap ketujuh dan gagal melanjutkan balapan. Sejak saat itu, Moreira memimpin tanpa tersentuh hingga garis finis. Ia meninggalkan Manuel Gonzalez dan Guevara dengan jarak lebih dari tiga detik.
“Balapan ini luar biasa. Sirkuit Mandalika memang sulit, tapi kami menemukan ritme yang tepat sejak awal,” kata Moreira usai lomba.
Di sisi lain, Mario Aji, pembalap tuan rumah dari Honda Team Asia, masih belum mampu menembus papan tengah. Start dari posisi ke-25, ia hanya bisa naik hingga finis di urutan ke-20 setelah beberapa pembalap lain mengalami crash.
Ajang MotoGP Indonesia 2025 kembali menunjukkan karakter khas Mandalika: lintasan panas, grip yang menantang, dan balapan yang sarat kejutan. Dari kemenangan Moreira di Moto2 hingga momen Rueda menutup musim dengan gelar dunia, sirkuit sepanjang 4,3 kilometer ini membuktikan diri sebagai salah satu trek paling dinamis di kalender MotoGP.
Dengan dua bintang muda yang bersinar di hari yang sama, Minggu di Lombok itu terasa seperti perayaan masa depan MotoGP — di mana ketangguhan, strategi, dan sedikit keberuntungan menjadi kunci menuju kejayaan.
(sto)
Lihat Juga :