Pengamat Sebut Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Sudah Dibeli Arab Saudi dan Qatar
Rabu, 08 Oktober 2025 - 08:19 WIB
loading...
Pengamat Sebut Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Sudah Dibeli Arab Saudi dan Qatar
A
A
A
JAKARTA - Pengamat sepak bola Indonesia dan Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, menyoroti berbagai kendala nonteknis yang akan dihadapi Timnas Indonesia di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Sampai-sampai, Akmal menyatakan bahwa babak tersebut sudah ‘dibeli’ oleh Arab Saudi dan Qatar.
Sebagaimana diketahui, Arab Saudi dan Qatar ditunjuk sebagai tuan rumah di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia . Penunjukkan dua negara tersebut cukup kontroversial karena itu artinya, pertandingan tidak digelar di tempat netral sebagaimana mestinya.
Baca Juga: Prediksi Ranking FIFA Timnas Indonesia usai Lawan Arab Saudi: Bisa Salip Vietnam!
Timnas Indonesia sendiri tergabung dalam Grup B bersama Arab Saudi dan Irak. Sementara Qatar di Grup A dengan Uni Emirat Arab dan Oman. Masing-masing juara grup berhak mendapatkan tiket langsung ke Piala Dunia 2026, sementara masing-masing runner up akan diadu untuk memperebutkan satu tiket play off antar konfederasi.
Situasi tersebut jelas menguntungkan Arab Saudi dan Qatar karena berstatus sebagai tuan rumah. Akmal pun sampai mengatakan kalau kedua negara itu telah membeli jatah di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Alasan utamanya karena kedua negara itu memiliki dua perusahaan besar yang menjadi sponsor FIFA.
“Saya ingin mengatakan bahwa sebenarnya kualifikasi babak keempat Piala Dunia 2026 ini sudah dibeli oleh Arab Saudi dan Qatar, menurut saya,” kata Akmal dalam acara Rakyat Bersuara di iNews TV, Selasa (7/10/2025)
“Kenapa sudah dibeli dua tim ini? Yang pertama ya tidak digelar di tempat netral. Sponsornya pun dari dua negara ini kan. Qatar misalnya sponsornya Qatar Airways, Arab Saudi sponsornya Aramco. Dua perusahaan besar dari dua negara tersebut ini kan bagian dari politik sepak bola,” sambungnya.
Statusnya sebagai donatur itu, kata Akmal, membuat Arab Saudi lebih mudah dalam mengatur faktor nonteknis. Selain wasit asal Kuwait yang akan memimpin laga kontra Timnas Indonesia, mereka juga memiliki waktu istirahat yang lebih lama jika dibandingkan dua lawannya di Grup B.
“Yang kedua misalnya jadwal pertandingan kita kan tidak diuntungkan juga. Kita main lawan Arab Saudi, dua hari kemudian kita main lawan Irak. Sementara Arab Saudi istirahat (4 hari) setelah itu mereka baru lawan Irak,” terang dia.
Terlepas dari lobi-lobi tersebut, Akmal menilai kalau adanya persaingan antara negara Asia Timur dan Asia Barat di pentas Piala Dunia 2026. Menurutnya, negara-negara Asia Barat juga memiliki hasrat tinggi untuk bisa memiliki wakil di ajang tersebut.
“Saya pikir ini semua adalah pilihan-pilihan yang mungkin hasil lobi-lobi dari Timur Tengah ya. Saya melihat, Piala Dunia 2026 ada persaingan antara Asia Timur dengan Asia Barat. Asia Timur langganan piala dunianya Jepang kemudian Korsel, mereka sudah lolos,” ujarnya.
“Sementara Timur Tengah juga merasa punya gengsi disana. Apalagi kan untuk kualifikasi piala dunia ini yang banyak menentukan kan AFC, Presiden AFC-nya dari Bahrain,” pungkas Akmal.
Sebagaimana diketahui, Arab Saudi dan Qatar ditunjuk sebagai tuan rumah di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia . Penunjukkan dua negara tersebut cukup kontroversial karena itu artinya, pertandingan tidak digelar di tempat netral sebagaimana mestinya.
Baca Juga: Prediksi Ranking FIFA Timnas Indonesia usai Lawan Arab Saudi: Bisa Salip Vietnam!
Timnas Indonesia sendiri tergabung dalam Grup B bersama Arab Saudi dan Irak. Sementara Qatar di Grup A dengan Uni Emirat Arab dan Oman. Masing-masing juara grup berhak mendapatkan tiket langsung ke Piala Dunia 2026, sementara masing-masing runner up akan diadu untuk memperebutkan satu tiket play off antar konfederasi.
Situasi tersebut jelas menguntungkan Arab Saudi dan Qatar karena berstatus sebagai tuan rumah. Akmal pun sampai mengatakan kalau kedua negara itu telah membeli jatah di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Alasan utamanya karena kedua negara itu memiliki dua perusahaan besar yang menjadi sponsor FIFA.
“Saya ingin mengatakan bahwa sebenarnya kualifikasi babak keempat Piala Dunia 2026 ini sudah dibeli oleh Arab Saudi dan Qatar, menurut saya,” kata Akmal dalam acara Rakyat Bersuara di iNews TV, Selasa (7/10/2025)
“Kenapa sudah dibeli dua tim ini? Yang pertama ya tidak digelar di tempat netral. Sponsornya pun dari dua negara ini kan. Qatar misalnya sponsornya Qatar Airways, Arab Saudi sponsornya Aramco. Dua perusahaan besar dari dua negara tersebut ini kan bagian dari politik sepak bola,” sambungnya.
Statusnya sebagai donatur itu, kata Akmal, membuat Arab Saudi lebih mudah dalam mengatur faktor nonteknis. Selain wasit asal Kuwait yang akan memimpin laga kontra Timnas Indonesia, mereka juga memiliki waktu istirahat yang lebih lama jika dibandingkan dua lawannya di Grup B.
“Yang kedua misalnya jadwal pertandingan kita kan tidak diuntungkan juga. Kita main lawan Arab Saudi, dua hari kemudian kita main lawan Irak. Sementara Arab Saudi istirahat (4 hari) setelah itu mereka baru lawan Irak,” terang dia.
Terlepas dari lobi-lobi tersebut, Akmal menilai kalau adanya persaingan antara negara Asia Timur dan Asia Barat di pentas Piala Dunia 2026. Menurutnya, negara-negara Asia Barat juga memiliki hasrat tinggi untuk bisa memiliki wakil di ajang tersebut.
“Saya pikir ini semua adalah pilihan-pilihan yang mungkin hasil lobi-lobi dari Timur Tengah ya. Saya melihat, Piala Dunia 2026 ada persaingan antara Asia Timur dengan Asia Barat. Asia Timur langganan piala dunianya Jepang kemudian Korsel, mereka sudah lolos,” ujarnya.
“Sementara Timur Tengah juga merasa punya gengsi disana. Apalagi kan untuk kualifikasi piala dunia ini yang banyak menentukan kan AFC, Presiden AFC-nya dari Bahrain,” pungkas Akmal.
(sto)
Lihat Juga :