Lolos ke Piala Dunia 2026, Penduduk Cape Verde Tak Lebih dari Setengah Warga Bekasi
Selasa, 14 Oktober 2025 - 15:43 WIB
loading...
Lolos ke Piala Dunia 2026, Penduduk Cape Verde Tak Lebih dari Setengah Warga Bekasi
A
A
A
JAKARTA - Sebuah kisah menakjubkan datang dari benua Afrika. Negara kecil Cape Verde resmi mencatat sejarah dengan memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026 — untuk pertama kalinya sejak berdiri sebagai negara merdeka.
Tim berjuluk Tubaroes Azuis atau Hiu Biru itu mengamankan tiket ke putaran final setelah menaklukkan Eswatini pada laga terakhir Grup D Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika di Stadion Nasional Cabo Verde, Senin (13/10/2025).
Kemenangan tersebut mengukuhkan Cape Verde sebagai juara grup dengan torehan impresif: tujuh kemenangan, dua kali imbang, dan hanya satu kekalahan dari 10 pertandingan. Dengan 23 poin, mereka berhasil finis di atas tim-tim berpengalaman seperti Kamerun dan Angola.
Secara geografis, Cape Verde adalah negara kepulauan mungil di Samudra Atlantik yang berpenduduk sekitar 528 ribu jiwa — jauh lebih sedikit dibanding Kabupaten Bekasi di Indonesia yang berisi lebih dari 2,5 juta penduduk.
Dengan prestasi ini, Cape Verde menjadi negara Afrika dengan populasi paling sedikit yang berhasil menembus Piala Dunia. Secara global, mereka hanya kalah dari Islandia (2018) sebagai negara dengan jumlah penduduk terkecil yang pernah tampil di ajang sepak bola terbesar dunia.
Menariknya, tidak semua pemain timnas Cape Verde lahir di tanah air mereka. Banyak yang berasal dari keluarga diaspora di Portugal, Belanda, dan Prancis, negara-negara dengan ikatan sejarah panjang dengan Cape Verde.
Meski tanpa bintang besar, tim ini diperkuat pemain-pemain yang berkarier di berbagai liga luar negeri — mulai dari Eropa hingga Timur Tengah dan Amerika Serikat. Pengalaman internasional itulah yang menjadi modal berharga bagi skuad Bubista, pelatih berusia 54 tahun yang memimpin tim sejak 2020.
Di bawah asuhannya, Cape Verde tampil stabil dan kompak, menunjukkan perkembangan signifikan dalam empat tahun terakhir. Bubista kini tercatat sebagai salah satu pelatih dengan masa kerja terpanjang di antara tim nasional Afrika.
Keberhasilan Cape Verde menembus Piala Dunia menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah sepak bola modern. Bersama Yordania dan Uzbekistan, mereka akan menjalani debut di edisi 2026.
Lebih dari sekadar pencapaian olahraga, kisah Cape Verde adalah simbol harapan bagi negara kecil dengan sumber daya terbatas — bahwa kerja keras, strategi jangka panjang, dan rasa percaya diri mampu menembus segala batas.
Kini, dunia menanti bagaimana “Hiu Biru” dari Samudra Atlantik ini akan menampilkan keberanian dan semangatnya di panggung Piala Dunia.
Debut bersejarah: Ini adalah penampilan perdana Cape Verde di Piala Dunia sejak federasi sepak bolanya berdiri pada 1978.
Negara terkecil di panggung dunia: Menggeser Trinidad & Tobago (2006) sebagai negara dengan luas wilayah terkecil yang tampil di Piala Dunia.
Lebih banyak turis daripada warga: Pada 2022, Cape Verde menerima lebih dari 700 ribu wisatawan — melampaui jumlah penduduknya sendiri.
Peringkat FIFA terbaik: Memulai kualifikasi di posisi 73 dunia, Cape Verde kini naik ke peringkat 70, salah satu capaian tertinggi dalam sejarah mereka.
Tim berjuluk Tubaroes Azuis atau Hiu Biru itu mengamankan tiket ke putaran final setelah menaklukkan Eswatini pada laga terakhir Grup D Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika di Stadion Nasional Cabo Verde, Senin (13/10/2025).
Kemenangan tersebut mengukuhkan Cape Verde sebagai juara grup dengan torehan impresif: tujuh kemenangan, dua kali imbang, dan hanya satu kekalahan dari 10 pertandingan. Dengan 23 poin, mereka berhasil finis di atas tim-tim berpengalaman seperti Kamerun dan Angola.
Secara geografis, Cape Verde adalah negara kepulauan mungil di Samudra Atlantik yang berpenduduk sekitar 528 ribu jiwa — jauh lebih sedikit dibanding Kabupaten Bekasi di Indonesia yang berisi lebih dari 2,5 juta penduduk.
Dengan prestasi ini, Cape Verde menjadi negara Afrika dengan populasi paling sedikit yang berhasil menembus Piala Dunia. Secara global, mereka hanya kalah dari Islandia (2018) sebagai negara dengan jumlah penduduk terkecil yang pernah tampil di ajang sepak bola terbesar dunia.
Menariknya, tidak semua pemain timnas Cape Verde lahir di tanah air mereka. Banyak yang berasal dari keluarga diaspora di Portugal, Belanda, dan Prancis, negara-negara dengan ikatan sejarah panjang dengan Cape Verde.
Meski tanpa bintang besar, tim ini diperkuat pemain-pemain yang berkarier di berbagai liga luar negeri — mulai dari Eropa hingga Timur Tengah dan Amerika Serikat. Pengalaman internasional itulah yang menjadi modal berharga bagi skuad Bubista, pelatih berusia 54 tahun yang memimpin tim sejak 2020.
Di bawah asuhannya, Cape Verde tampil stabil dan kompak, menunjukkan perkembangan signifikan dalam empat tahun terakhir. Bubista kini tercatat sebagai salah satu pelatih dengan masa kerja terpanjang di antara tim nasional Afrika.
Keberhasilan Cape Verde menembus Piala Dunia menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah sepak bola modern. Bersama Yordania dan Uzbekistan, mereka akan menjalani debut di edisi 2026.
Lebih dari sekadar pencapaian olahraga, kisah Cape Verde adalah simbol harapan bagi negara kecil dengan sumber daya terbatas — bahwa kerja keras, strategi jangka panjang, dan rasa percaya diri mampu menembus segala batas.
Kini, dunia menanti bagaimana “Hiu Biru” dari Samudra Atlantik ini akan menampilkan keberanian dan semangatnya di panggung Piala Dunia.
Fakta Menarik Cape Verde di Piala Dunia 2026
Debut bersejarah: Ini adalah penampilan perdana Cape Verde di Piala Dunia sejak federasi sepak bolanya berdiri pada 1978.
Negara terkecil di panggung dunia: Menggeser Trinidad & Tobago (2006) sebagai negara dengan luas wilayah terkecil yang tampil di Piala Dunia.
Lebih banyak turis daripada warga: Pada 2022, Cape Verde menerima lebih dari 700 ribu wisatawan — melampaui jumlah penduduknya sendiri.
Peringkat FIFA terbaik: Memulai kualifikasi di posisi 73 dunia, Cape Verde kini naik ke peringkat 70, salah satu capaian tertinggi dalam sejarah mereka.
(sto)
Lihat Juga :