Satukan Dunia Islam Lewat Olahraga, Riyadh 2025 Usung Semangat One Nation
Kamis, 16 Oktober 2025 - 11:28 WIB
loading...
Satukan Dunia Islam Lewat Olahraga, Riyadh 2025 Usung Semangat One Nation
A
A
A
RIYADH - Satu bulan jelang pembukaan Islamic Solidarity Games (ISG) 2025, panitia resmi meluncurkan slogan bertema 'One Nation' sebagai simbol persatuan dan solidaritas dunia Islam melalui kekuatan olahraga .
Ketua Komite Tertinggi Penyelenggara, Pangeran Fahad Bin Jalawi Al Saud, menegaskan bahwa slogan tersebut bukan sekadar simbol atau identitas acara, melainkan pesan mendalam tentang pentingnya persaudaraan antarnegeri Muslim.
“Slogan ‘One Nation’ membawa makna yang lebih besar dari sekadar kompetisi olahraga. Ini adalah pesan persatuan yang menyatukan dunia Islam lewat nilai-nilai bersama dan semangat solidaritas,” ujar Pangeran Fahad dalam pernyataan resminya, dikutip pada Kamis (16/10/2025).
![Satukan Dunia Islam Lewat Olahraga, Riyadh 2025 Usung Semangat One Nation]()
Ia menambahkan, dengan dukungan penuh dari kepemimpinan Kerajaan Arab Saudi, ISG Riyadh 2025 diharapkan menjadi momentum mempererat hubungan antarpelaku olahraga Muslim di berbagai belahan dunia.
“Tak peduli seberapa sengit persaingan di lapangan, kami semua hadir dengan keyakinan bahwa kita adalah satu ummah,” ujarnya menegaskan.
Ajang dua tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada 7–21 November 2025 mendatang. Ajang ini akan diikuti lebih dari 3.000 atlet dari 57 negara. Sebanyak 23 cabang olahraga dipertandingkan di lima arena utama di sekitar Riyadh, dengan pertandingan awal dimulai pada 3 November.
Kembali menjadi tuan rumah setelah edisi perdana pada 2005, Riyadh berambisi menunjukkan diri sebagai pusat penyelenggaraan olahraga internasional yang berpadu dengan nilai-nilai Islam dan tradisi Arab Saudi.
Upacara pembukaan resmi dijadwalkan digelar di Stadion Prince Faisal bin Fahad, Riyadh, Arab Saudi pada 7 November 2025. Acara tersebut akan menampilkan pertunjukan spektakuler bernuansa warisan budaya dan spiritualitas Islam.
Dengan mengusung slogan 'One Nation', panitia berharap ISG Riyadh 2025 bukan hanya menjadi ajang perebutan medali, melainkan juga pesta olahraga yang menumbuhkan rasa persaudaraan, memperkuat solidaritas, dan membuka jalan menuju masa depan olahraga Islam yang lebih inklusif.
Ketua Komite Tertinggi Penyelenggara, Pangeran Fahad Bin Jalawi Al Saud, menegaskan bahwa slogan tersebut bukan sekadar simbol atau identitas acara, melainkan pesan mendalam tentang pentingnya persaudaraan antarnegeri Muslim.
“Slogan ‘One Nation’ membawa makna yang lebih besar dari sekadar kompetisi olahraga. Ini adalah pesan persatuan yang menyatukan dunia Islam lewat nilai-nilai bersama dan semangat solidaritas,” ujar Pangeran Fahad dalam pernyataan resminya, dikutip pada Kamis (16/10/2025).

Ia menambahkan, dengan dukungan penuh dari kepemimpinan Kerajaan Arab Saudi, ISG Riyadh 2025 diharapkan menjadi momentum mempererat hubungan antarpelaku olahraga Muslim di berbagai belahan dunia.
“Tak peduli seberapa sengit persaingan di lapangan, kami semua hadir dengan keyakinan bahwa kita adalah satu ummah,” ujarnya menegaskan.
Ajang dua tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada 7–21 November 2025 mendatang. Ajang ini akan diikuti lebih dari 3.000 atlet dari 57 negara. Sebanyak 23 cabang olahraga dipertandingkan di lima arena utama di sekitar Riyadh, dengan pertandingan awal dimulai pada 3 November.
Kembali menjadi tuan rumah setelah edisi perdana pada 2005, Riyadh berambisi menunjukkan diri sebagai pusat penyelenggaraan olahraga internasional yang berpadu dengan nilai-nilai Islam dan tradisi Arab Saudi.
Upacara pembukaan resmi dijadwalkan digelar di Stadion Prince Faisal bin Fahad, Riyadh, Arab Saudi pada 7 November 2025. Acara tersebut akan menampilkan pertunjukan spektakuler bernuansa warisan budaya dan spiritualitas Islam.
Dengan mengusung slogan 'One Nation', panitia berharap ISG Riyadh 2025 bukan hanya menjadi ajang perebutan medali, melainkan juga pesta olahraga yang menumbuhkan rasa persaudaraan, memperkuat solidaritas, dan membuka jalan menuju masa depan olahraga Islam yang lebih inklusif.
(sto)
Lihat Juga :