Media Belanda Sebut Patrick Kluivert Dipecat karena Gelombang Kritik

Kamis, 16 Oktober 2025 - 13:44 WIB
loading...
Media Belanda Sebut...
Media Belanda Sebut Patrick Kluivert Dipecat karena Gelombang Kritik
A A A
PSSI secara resmi mengakhiri kerjasama dengan pelatih Timnas Indonesia , Patrick Kluivert beserta jajaran tim kepelatihannya. Kabar mengejutkan ini turut menyita perhatian media Belanda, Voetbal Primeur.

Sebenarnya, Kluivert masih terikat kontrak hingga 2027. Namun, legenda sepak bola Belanda itu harus menyudahi perjalanannya lebih awal. Dia didepak setelah Timnas Indonesia babak belur di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Ekspektasi pendukung sangat tinggi karena berharap Skuad Garuda bisa melaju ke putaran final. Tapi kenyataannya, Timnas Indonesia justru kalah dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1). Hasil minor itu praktis mengubur mimpi ke Piala Dunia 2026 karena Timnas Indonesia finis sebagai juru kunci Grup B.

Pemberhentian kerjasama antara PSSI dengan Kluivert turut menghebohkan media Belanda. Dalam artikelnya, Voetbal Primeur juga menyampaikan kalau staf kepelatihan Kluivert seperti Alex Pastoor, Denny Landzaat, Gerald Vanenburg, hingga Frank Van Kempen juga ikut hengkang.

“Petualangan Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia resmi berakhir. Hal itu diumumkan oleh federasi sepak bola Indonesia. Para staf pendamping asal Belanda juga dipastikan harus angkat kaki,” tulis Voetbal Primeur, Kamis (16/10/2025).

Voetbal Primeur menyebut kalau sebenarnya PSSI berencana untuk tidak mengakhiri kerjasamanya dengan Kluivert. Namun, karena banyaknya gelombang kritik yang datang dari publik, diputuskan kalau kerja sama tersebut diakhiri lebih awal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara yang Pernah...
10 Negara yang Pernah Diskors FIFA karena Intervensi Politik: Ada Indonesia hingga Rusia
Surat Perpisahan Ronald...
Surat Perpisahan Ronald Koeman Usai Belanda Terusir di Piala Dunia 2026
WOSPAC Paparkan Solusi...
WOSPAC Paparkan Solusi Menuju Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Jeda Hidrasi Piala Dunia...
Jeda Hidrasi Piala Dunia 2026: Demi Pemain atau Senjata Rahasia Pelatih?
Papan Tulis Sakti Jepang...
Papan Tulis Sakti Jepang Bikin Belanda Mandek
Indonesia Taklukkan...
Indonesia Taklukkan Mozambik Lewat Gol Tunggal Ole Romeny
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
Latihan Timnas Indonesia...
Latihan Timnas Indonesia Jelang Hadapi Mozambik
Special Bola
Prediksi Daftar 26 Pemain...
Bola Dunia
Prediksi Daftar 26 Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Justin Hubner Masuk!
Parlemen Eropa Desak...
Bola Dunia
Parlemen Eropa Desak Penyelidikan Terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino Akibat Adanya Keanehan di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas...
Bola Dunia
Prediksi Skor Timnas Prancis vs Maroko di Perempatfinal Piala Dunia 2026: Langkah Mulus The Blues?
Rekomendasi
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
Tingkatkan Efektivitas...
Tingkatkan Efektivitas Layanan, Halodoc Andalkan AI untuk Dukung Dokter dan Pasien
Berita Terkini
Soroti Laga Argentina...
Soroti Laga Argentina vs Mesir, Zohran Mamdani: The Pharaohs Dirampok
FBI Bidik AFA di Tengah...
FBI Bidik AFA di Tengah Mimpi Argentina di Piala Dunia
Azzedine Ounahi, Dari...
Azzedine Ounahi, Dari Jalanan Casablanca Sampai Diingat Dunia
Mimpi Ouahbi dan Misi...
Mimpi Ouahbi dan Misi Bersejarah Maroko di Piala Dunia 2026
Prancis vs Maroko: Misi...
Prancis vs Maroko: Misi Balas Sejarah
Pesan Menyentuh dan...
Pesan Menyentuh dan Akhir Perjalanan Jordan Henderson di Piala Dunia 2026
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved