SEA Games 2025: Anggaran Naik 6 Kali Lipat, Indonesia Kirim 800 Atlet
Jum'at, 17 Oktober 2025 - 07:58 WIB
loading...
SEA Games 2025: Anggaran Naik 6 Kali Lipat, Indonesia Kirim 800 Atlet. Foto: SINDOnews- Cikal Bintang
A
A
A
Menteri Pemuda dan Olahraga ( Menpora ) Erick Thohir memastikan jumlah kontingen Merah Putih yang akan berlaga di SEA Games 2025 Thailand meningkat signifikan. Dari rencana awal hanya 120 atlet, kini Indonesia bersiap memberangkatkan sekitar 700–800 atlet berkat tambahan anggaran besar dari pemerintah.
“Alhamdulillah, yang awalnya kita hanya bisa mengirim 120 atlet, sekarang bisa dengan jumlah seperti SEA Games sebelumnya, yakni sekitar 700–800 atlet,” ujar Erick Thohir di Auditorium Kemenpora, Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Langkah ini diklaim menjadi bukti dukungan pemerintah terhadap dunia olahraga. Setelah menghadap Presiden Prabowo Subianto, Erick mendapat kepastian bahwa anggaran untuk SEA Games 2025 meningkat dari Rp10 miliar menjadi Rp60 miliar, atau naik enam kali lipat dari rencana semula.
Erick mengaku awalnya sempat pesimis karena keterbatasan dana hanya cukup untuk mengirim 120 atlet. Namun, setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, pemerintah akhirnya menyetujui tambahan anggaran signifikan.
“Bapak Presiden menegaskan olahraga ini adalah duta bangsa, cerminan kedigdayaan bangsa. Beliau langsung meminta saya bertemu Pak Menkeu untuk memastikan dukungan itu ada. Dan hari ini, saya bisa pastikan dananya benar-benar tersedia,” kata Erick.
Menurutnya, keputusan pemerintah ini juga menunjukkan komitmen agar Indonesia tetap menjadi salah satu kekuatan terbesar di Asia Tenggara. “Tidak mungkin negara sebesar Indonesia hanya mengirim 120 atlet. Dengan tambahan dana ini, kita bisa berangkat dengan kekuatan penuh,” tegasnya.
Meski anggaran dan jumlah atlet meningkat, Erick mengingatkan bahwa perjuangan Indonesia di SEA Games Thailand tidak akan mudah. Sejumlah cabang olahraga unggulan yang selama ini menjadi ladang emas tidak akan dipertandingkan tahun ini.
“Di SEA Games Kamboja 2023 kita peringkat tiga dengan 87 emas. Di Thailand nanti, kita kehilangan 41 emas karena cabang-cabang potensial dihapus. Kita akan gali tambahan dari cabang lain, tapi maksimal hanya sekitar 32 emas,” papar Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI.
Kendati demikian, pemerintah tetap menargetkan Indonesia untuk finis di tiga besar klasemen akhir dengan minimal 80 hingga 92 medali emas. Target ini dinilai realistis untuk mempertahankan posisi Indonesia di papan atas olahraga Asia Tenggara.
SEA Games 2025 akan digelar di Bangkok, Chonburi, dan Songkhla pada 9–20 Desember 2025. Indonesia kini tengah menyiapkan langkah strategis untuk mempertahankan prestasi sekaligus menunjukkan kekuatan sebagai salah satu kekuatan besar olahraga regional.
Sebagai catatan, pada SEA Games 2023 di Kamboja, Indonesia finis di peringkat ketiga dengan total 276 medali (87 emas, 80 perak, dan 109 perunggu). Salah satu momen paling bersejarah kala itu adalah keberhasilan Timnas U-22 Indonesia merebut medali emas sepak bola setelah penantian 32 tahun.
Dengan tambahan anggaran, jumlah atlet lebih besar, serta dukungan penuh dari pemerintah, SEA Games 2025 diyakini akan menjadi ajang pembuktian bahwa Indonesia tak hanya datang untuk berpartisipasi, tetapi untuk menegaskan kembali kejayaan Merah Putih di Asia Tenggara.
“Alhamdulillah, yang awalnya kita hanya bisa mengirim 120 atlet, sekarang bisa dengan jumlah seperti SEA Games sebelumnya, yakni sekitar 700–800 atlet,” ujar Erick Thohir di Auditorium Kemenpora, Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Langkah ini diklaim menjadi bukti dukungan pemerintah terhadap dunia olahraga. Setelah menghadap Presiden Prabowo Subianto, Erick mendapat kepastian bahwa anggaran untuk SEA Games 2025 meningkat dari Rp10 miliar menjadi Rp60 miliar, atau naik enam kali lipat dari rencana semula.
Erick mengaku awalnya sempat pesimis karena keterbatasan dana hanya cukup untuk mengirim 120 atlet. Namun, setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, pemerintah akhirnya menyetujui tambahan anggaran signifikan.
“Bapak Presiden menegaskan olahraga ini adalah duta bangsa, cerminan kedigdayaan bangsa. Beliau langsung meminta saya bertemu Pak Menkeu untuk memastikan dukungan itu ada. Dan hari ini, saya bisa pastikan dananya benar-benar tersedia,” kata Erick.
Menurutnya, keputusan pemerintah ini juga menunjukkan komitmen agar Indonesia tetap menjadi salah satu kekuatan terbesar di Asia Tenggara. “Tidak mungkin negara sebesar Indonesia hanya mengirim 120 atlet. Dengan tambahan dana ini, kita bisa berangkat dengan kekuatan penuh,” tegasnya.
Meski anggaran dan jumlah atlet meningkat, Erick mengingatkan bahwa perjuangan Indonesia di SEA Games Thailand tidak akan mudah. Sejumlah cabang olahraga unggulan yang selama ini menjadi ladang emas tidak akan dipertandingkan tahun ini.
“Di SEA Games Kamboja 2023 kita peringkat tiga dengan 87 emas. Di Thailand nanti, kita kehilangan 41 emas karena cabang-cabang potensial dihapus. Kita akan gali tambahan dari cabang lain, tapi maksimal hanya sekitar 32 emas,” papar Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI.
Kendati demikian, pemerintah tetap menargetkan Indonesia untuk finis di tiga besar klasemen akhir dengan minimal 80 hingga 92 medali emas. Target ini dinilai realistis untuk mempertahankan posisi Indonesia di papan atas olahraga Asia Tenggara.
Tiga Kota, Satu Semangat
SEA Games 2025 akan digelar di Bangkok, Chonburi, dan Songkhla pada 9–20 Desember 2025. Indonesia kini tengah menyiapkan langkah strategis untuk mempertahankan prestasi sekaligus menunjukkan kekuatan sebagai salah satu kekuatan besar olahraga regional.
Sebagai catatan, pada SEA Games 2023 di Kamboja, Indonesia finis di peringkat ketiga dengan total 276 medali (87 emas, 80 perak, dan 109 perunggu). Salah satu momen paling bersejarah kala itu adalah keberhasilan Timnas U-22 Indonesia merebut medali emas sepak bola setelah penantian 32 tahun.
Dengan tambahan anggaran, jumlah atlet lebih besar, serta dukungan penuh dari pemerintah, SEA Games 2025 diyakini akan menjadi ajang pembuktian bahwa Indonesia tak hanya datang untuk berpartisipasi, tetapi untuk menegaskan kembali kejayaan Merah Putih di Asia Tenggara.
(sto)
Lihat Juga :