Duel Pemungkas Downhiller Terbaik Indonesia di Klemuk Bike Park: Perburuan Gelar Juara Umum 76 IDH 2025 Memanas!
Jum'at, 17 Oktober 2025 - 20:47 WIB
loading...
Klemuk Bike Park, Batu, Jawa Timur, bersiap menjadi saksi penentuan juara umum dari kejuaraan bergengsi, 76 Indonesian Downhill (IDH) 2025 / Foto: Ist
A
A
A
Klemuk Bike Park, Batu, Jawa Timur, bersiap menjadi saksi penentuan juara umum dari kejuaraan bergengsi, 76 Indonesian Downhill (IDH) 2025. Ajang extreme sports berlisensi UCI level C1 ini akan mencapai puncaknya pada 25-26 Oktober, menjanjikan persaingan paling ketat di musim ini.
Seluruh perhatian akan tertuju pada kelas Men Elite. Pertarungan gelar juara mengerucut pada empat nama teratas. Pahraz Salman Alparisi memimpin klasemen dengan 400 poin, namun ancaman ketat datang dari M. Abdul Hakim (260 poin), Andy Prayoga (250 poin), dan Rendy Varera (210 poin). Persaingan semakin dramatis lantaran downhiller peringkat kedua, Khoiful Mukhib (262 poin), dipastikan absen akibat cedera.
Agnes C. Wuisan dari 76 Rider menyoroti peningkatan signifikan dalam atmosfer kompetisi tahun ini. "Musim ini menyuguhkan kompetisi yang semakin ketat dan tak terduga. Dari sepuluh kelas yang dilombakan, hanya dua atau tiga kelas yang punya juara berulang. Ini mencerminkan tidak adanya dominasi mutlak," ujar Agnes.
Khusus di Men Elite, skenario perburuan gelar sangat menarik. Pahraz Salman wajib waspada, sebab para rivalnya, termasuk M. Abdul Hakim—yang baru saja memenangkan seri Urban Downhill—memiliki peluang realistis untuk menyalip. Baik Andy Prayoga maupun Rendy Varera, yang merupakan veteran juara umum IDH, siap tampil habis-habisan di trek legendaris ini.
Untuk putaran final ini, Event Director 76 IDH, Aditya Nugraha, memastikan adanya pembaruan signifikan pada layout Klemuk Bike Park, yang dikenal sebagai 'pabrik' rider top. "Layout tahun ini berbeda sekitar 40% dibanding 2024. Total panjangnya bertambah sekitar 250 hingga 300 meter," beber Aditya.
Lintasan sepanjang 1,5 kilometer itu kini memiliki tantangan ekstra dengan tambahan section teknikal dan elevasi curam yang menuntut decision making cepat. Faktor keamanan juga ditingkatkan drastis, dengan jumlah jaring pengaman yang nyaris tiga kali lipat lebih banyak dari tahun lalu.
Kualitas kompetisi 76 IDH kian teruji dengan partisipasi atlet internasional. Putaran final di Klemuk dipastikan diramaikan oleh rider dari Filipina, Malaysia, hingga Thailand. Bahkan, Tim Nasional Thailand akan menggunakan ajang ini sebagai persiapan menuju SEA Games.
Ini tidak hanya menjadi duel antar rider nasional, namun juga adu cepat dan adu strategi antar rider elite Asia. Total sepuluh kategori akan dilombakan, termasuk Men Elite, Women Elite, dan berbagai kelas Master.
M. Abdul Hakim, downhiller andalan 76 Rider DH Squad, datang dengan kepercayaan diri berlipat. "Ada selisih poin yang harus saya kejar, tapi secara matematis peluangnya masih terbuka. Jadi saya harus benar-benar optimis dan all out dari sesi seeding run sampai final run nanti," tegas pria yang akrab disapa Jambol tersebut, membawa misi maha penting untuk merebut gelar juara umum di putaran penentu ini.
Seluruh perhatian akan tertuju pada kelas Men Elite. Pertarungan gelar juara mengerucut pada empat nama teratas. Pahraz Salman Alparisi memimpin klasemen dengan 400 poin, namun ancaman ketat datang dari M. Abdul Hakim (260 poin), Andy Prayoga (250 poin), dan Rendy Varera (210 poin). Persaingan semakin dramatis lantaran downhiller peringkat kedua, Khoiful Mukhib (262 poin), dipastikan absen akibat cedera.
Agnes C. Wuisan dari 76 Rider menyoroti peningkatan signifikan dalam atmosfer kompetisi tahun ini. "Musim ini menyuguhkan kompetisi yang semakin ketat dan tak terduga. Dari sepuluh kelas yang dilombakan, hanya dua atau tiga kelas yang punya juara berulang. Ini mencerminkan tidak adanya dominasi mutlak," ujar Agnes.
Khusus di Men Elite, skenario perburuan gelar sangat menarik. Pahraz Salman wajib waspada, sebab para rivalnya, termasuk M. Abdul Hakim—yang baru saja memenangkan seri Urban Downhill—memiliki peluang realistis untuk menyalip. Baik Andy Prayoga maupun Rendy Varera, yang merupakan veteran juara umum IDH, siap tampil habis-habisan di trek legendaris ini.
Untuk putaran final ini, Event Director 76 IDH, Aditya Nugraha, memastikan adanya pembaruan signifikan pada layout Klemuk Bike Park, yang dikenal sebagai 'pabrik' rider top. "Layout tahun ini berbeda sekitar 40% dibanding 2024. Total panjangnya bertambah sekitar 250 hingga 300 meter," beber Aditya.
Lintasan sepanjang 1,5 kilometer itu kini memiliki tantangan ekstra dengan tambahan section teknikal dan elevasi curam yang menuntut decision making cepat. Faktor keamanan juga ditingkatkan drastis, dengan jumlah jaring pengaman yang nyaris tiga kali lipat lebih banyak dari tahun lalu.
Kualitas kompetisi 76 IDH kian teruji dengan partisipasi atlet internasional. Putaran final di Klemuk dipastikan diramaikan oleh rider dari Filipina, Malaysia, hingga Thailand. Bahkan, Tim Nasional Thailand akan menggunakan ajang ini sebagai persiapan menuju SEA Games.
Ini tidak hanya menjadi duel antar rider nasional, namun juga adu cepat dan adu strategi antar rider elite Asia. Total sepuluh kategori akan dilombakan, termasuk Men Elite, Women Elite, dan berbagai kelas Master.
M. Abdul Hakim, downhiller andalan 76 Rider DH Squad, datang dengan kepercayaan diri berlipat. "Ada selisih poin yang harus saya kejar, tapi secara matematis peluangnya masih terbuka. Jadi saya harus benar-benar optimis dan all out dari sesi seeding run sampai final run nanti," tegas pria yang akrab disapa Jambol tersebut, membawa misi maha penting untuk merebut gelar juara umum di putaran penentu ini.
(yov)
Lihat Juga :