Kevin Diks Cs Terpuruk, Borussia Monchengladbach Terjebak di Zona Merah
Selasa, 21 Oktober 2025 - 07:10 WIB
loading...
Kevin Diks Cs Terpuruk, Borussia Monchengladbach Terjebak di Zona Merah
A
A
A
Legenda sepak bola Jerman, Lothar Matthaus, angkat bicara soal keterpurukan Borussia Monchengladbach di Liga Jerman 2025/2026 . Mantan kapten Timnas Jerman itu mengaku kecewa sekaligus heran melihat tim yang dibelanya di masa lalu kini terpuruk di dasar klasemen.
Monchengladbach menjalani awal musim yang buruk. Dari tujuh pertandingan Bundesliga, Kevin Diks dan kolega belum meraih satu pun kemenangan, tiga kali imbang dan empat kali kalah. Dengan hanya mengoleksi tiga poin, Die Fohlen kini terjebak di posisi juru kunci klasemen sementara.
Baca Juga: Performa Kevin Diks Cs Mengecewakan saat Borussia Monchengladbach Dihajar Eintracht Frankfurt
Kekalahan terakhir mereka datang saat bertandang ke markas Union Berlin di Stadion An der Alten Forsterei, Sabtu (18/10/2025). Gladbach takluk 1-3 dan penampilan mereka kembali menuai sorotan, termasuk dari Matthäus yang dikenal sebagai penggemar berat klub tersebut.
“Sebelum musim dimulai, saya memprediksi mereka finis di posisi ke-12. Saya sudah menduga musim ini akan berat, tapi tidak menyangka mereka akan berada di zona degradasi,” kata Matthäus kepada Bild, Selasa (21/10/2025).
Menurut Matthaus, persoalan utama Monchengladbach adalah ketidakstabilan tim. Pelatih dinilai belum menemukan susunan sebelas pemain utama yang konsisten, sehingga permainan tim terlihat kehilangan arah.
“Di Gladbach belum ada formasi tetap. Terlalu banyak rotasi, dan itu membuat para pemain sulit membangun rasa percaya diri maupun ritme permainan,” lanjutnya.
Dengan kondisi seperti ini, Matthäus mengaku menurunkan ekspektasinya terhadap klub lamanya. Ia bahkan mengatakan rela jika Monchengladbach hanya finis di posisi play-off degradasi asalkan tidak benar-benar turun kasta.
“Sekarang, sebagai fans, saya bahkan bisa menerima kalau mereka harus berjuang di play-off degradasi. Beberapa tim lain yang sebelumnya saya anggap setara justru tampil lebih kompak, agresif, dan terorganisir,” ujarnya.
Monchengladbach kini berada di periode krusial. Selain tekanan dari fans, mereka juga akan menghadapi ujian berat saat menjamu raksasa Bayern Munchen di Borussia Park, Sabtu (25/10/2025). Matthäus berharap Kevin Diks cs tetap tenang dan menjadikan laga tersebut sebagai momentum kebangkitan.
“Saya berharap mereka tidak panik. Meski jadwal ke depan berat, ketenangan dan konsistensi bisa menjadi kunci untuk keluar dari krisis,” pungkas Matthaus.
Kini, para pendukung Die Fohlen hanya bisa berharap tim kebanggaan mereka segera menemukan kembali semangat juangnya. Sebab jika tren negatif ini berlanjut, bukan tidak mungkin Borussia Monchengladbach, klub dengan sejarah panjang di Bundesliga, akan benar-benar terjerumus ke jurang degradasi.
Monchengladbach menjalani awal musim yang buruk. Dari tujuh pertandingan Bundesliga, Kevin Diks dan kolega belum meraih satu pun kemenangan, tiga kali imbang dan empat kali kalah. Dengan hanya mengoleksi tiga poin, Die Fohlen kini terjebak di posisi juru kunci klasemen sementara.
Baca Juga: Performa Kevin Diks Cs Mengecewakan saat Borussia Monchengladbach Dihajar Eintracht Frankfurt
Kekalahan terakhir mereka datang saat bertandang ke markas Union Berlin di Stadion An der Alten Forsterei, Sabtu (18/10/2025). Gladbach takluk 1-3 dan penampilan mereka kembali menuai sorotan, termasuk dari Matthäus yang dikenal sebagai penggemar berat klub tersebut.
“Sebelum musim dimulai, saya memprediksi mereka finis di posisi ke-12. Saya sudah menduga musim ini akan berat, tapi tidak menyangka mereka akan berada di zona degradasi,” kata Matthäus kepada Bild, Selasa (21/10/2025).
Menurut Matthaus, persoalan utama Monchengladbach adalah ketidakstabilan tim. Pelatih dinilai belum menemukan susunan sebelas pemain utama yang konsisten, sehingga permainan tim terlihat kehilangan arah.
“Di Gladbach belum ada formasi tetap. Terlalu banyak rotasi, dan itu membuat para pemain sulit membangun rasa percaya diri maupun ritme permainan,” lanjutnya.
Dengan kondisi seperti ini, Matthäus mengaku menurunkan ekspektasinya terhadap klub lamanya. Ia bahkan mengatakan rela jika Monchengladbach hanya finis di posisi play-off degradasi asalkan tidak benar-benar turun kasta.
“Sekarang, sebagai fans, saya bahkan bisa menerima kalau mereka harus berjuang di play-off degradasi. Beberapa tim lain yang sebelumnya saya anggap setara justru tampil lebih kompak, agresif, dan terorganisir,” ujarnya.
Monchengladbach kini berada di periode krusial. Selain tekanan dari fans, mereka juga akan menghadapi ujian berat saat menjamu raksasa Bayern Munchen di Borussia Park, Sabtu (25/10/2025). Matthäus berharap Kevin Diks cs tetap tenang dan menjadikan laga tersebut sebagai momentum kebangkitan.
“Saya berharap mereka tidak panik. Meski jadwal ke depan berat, ketenangan dan konsistensi bisa menjadi kunci untuk keluar dari krisis,” pungkas Matthaus.
Kini, para pendukung Die Fohlen hanya bisa berharap tim kebanggaan mereka segera menemukan kembali semangat juangnya. Sebab jika tren negatif ini berlanjut, bukan tidak mungkin Borussia Monchengladbach, klub dengan sejarah panjang di Bundesliga, akan benar-benar terjerumus ke jurang degradasi.
(sto)
Lihat Juga :