Asian Youth Games 2025: Qiken Dwi Rebut Perak, Furgon Habbil Sabet Emas Pertama Indonesia
Selasa, 21 Oktober 2025 - 13:33 WIB
loading...
Asian Youth Games 2025: Qiken Dwi Rebut Perak, Furgon Habbil Sabet Emas Pertama Indonesia. Foto: NOC Indonesia
A
A
A
SAKHIR - Cabang olahraga pencak silat kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional. Dua pesilat muda Indonesia, Qiken Dwi Tata Olifia dan Furgon Habbil Winata, sukses membuka keran medali untuk Merah Putih di Asian Youth Games 2025 yang berlangsung di Exhibition World Bahrain, Sakhir, Bahrain, Senin (20/10/2025) petang WIB.
Qiken Dwi lebih dulu mempersembahkan medali perak, menjadi medali pertama bagi kontingen Indonesia di ajang ini. Tampil di nomor 51-55 kg putri, Qiken berhasil menembus babak final setelah menyingkirkan wakil Uzbekistan, Feruza Bozorova, di semifinal.
Namun, di partai puncak, Qiken harus mengakui keunggulan pesilat Filipina, Kram Airam Carpio, setelah bertarung sengit selama tiga ronde. Qiken tampil agresif sejak awal dengan kombinasi pukulan dan tendangan terukur, tetapi Kram mampu mengantisipasi dengan baik dan mempertahankan keunggulan hingga akhir laga.
Baca Juga: Janice Tjen Tembus 80 Dunia usai Juara Jinan Open, Ranking WTA Tertinggi dalam Kariernya
Pertandingan berakhir dengan skor 33-19 untuk kemenangan wakil Filipina. Meski gagal merebut emas, perjuangan Qiken tetap patut diapresiasi karena berhasil menyumbang medali perdana bagi Indonesia.
Tak lama berselang, kebanggaan Indonesia semakin lengkap. Dari nomor putra, Furgon Habbil Winata tampil gemilang dengan menyabet medali emas sekaligus menjadi yang pertama bagi Indonesia di Asian Youth Games 2025.
Furgon melangkah ke final setelah menang telak atas wakil Kamboja, Daniel Phouk, dengan skor mencolok 51-1 di semifinal. Di partai puncak, ia tampil semakin percaya diri saat menghadapi pesilat tuan rumah, Abdulla Qassim.
Dengan performa dominan, Furgon menutup pertandingan dengan kemenangan telak 81-10 dalam tiga ronde. Sejak ronde pertama, Furgon menguasai jalannya duel lewat serangan cepat dan kombinasi tendangan akurat yang membuat lawannya tak berkutik.
Kemenangan tersebut memastikan Indonesia meraih emas pertamanya di Asian Youth Games 2025, sekaligus menegaskan bahwa pencak silat masih menjadi salah satu andalan utama Tanah Air di level Asia.
Dengan hasil ini, cabang pencak silat sementara menjadi penyumbang dua medali bagi kontingen Indonesia — satu emas dari Furgon Habbil Winata dan satu perak dari Qiken Dwi Tata Olifia.
Qiken Dwi lebih dulu mempersembahkan medali perak, menjadi medali pertama bagi kontingen Indonesia di ajang ini. Tampil di nomor 51-55 kg putri, Qiken berhasil menembus babak final setelah menyingkirkan wakil Uzbekistan, Feruza Bozorova, di semifinal.
Namun, di partai puncak, Qiken harus mengakui keunggulan pesilat Filipina, Kram Airam Carpio, setelah bertarung sengit selama tiga ronde. Qiken tampil agresif sejak awal dengan kombinasi pukulan dan tendangan terukur, tetapi Kram mampu mengantisipasi dengan baik dan mempertahankan keunggulan hingga akhir laga.
Baca Juga: Janice Tjen Tembus 80 Dunia usai Juara Jinan Open, Ranking WTA Tertinggi dalam Kariernya
Pertandingan berakhir dengan skor 33-19 untuk kemenangan wakil Filipina. Meski gagal merebut emas, perjuangan Qiken tetap patut diapresiasi karena berhasil menyumbang medali perdana bagi Indonesia.
Tak lama berselang, kebanggaan Indonesia semakin lengkap. Dari nomor putra, Furgon Habbil Winata tampil gemilang dengan menyabet medali emas sekaligus menjadi yang pertama bagi Indonesia di Asian Youth Games 2025.
Furgon melangkah ke final setelah menang telak atas wakil Kamboja, Daniel Phouk, dengan skor mencolok 51-1 di semifinal. Di partai puncak, ia tampil semakin percaya diri saat menghadapi pesilat tuan rumah, Abdulla Qassim.
Dengan performa dominan, Furgon menutup pertandingan dengan kemenangan telak 81-10 dalam tiga ronde. Sejak ronde pertama, Furgon menguasai jalannya duel lewat serangan cepat dan kombinasi tendangan akurat yang membuat lawannya tak berkutik.
Kemenangan tersebut memastikan Indonesia meraih emas pertamanya di Asian Youth Games 2025, sekaligus menegaskan bahwa pencak silat masih menjadi salah satu andalan utama Tanah Air di level Asia.
Dengan hasil ini, cabang pencak silat sementara menjadi penyumbang dua medali bagi kontingen Indonesia — satu emas dari Furgon Habbil Winata dan satu perak dari Qiken Dwi Tata Olifia.
(sto)
Lihat Juga :