Tantangan Berbagi Tempat Merekam Momen Olahraga
Selasa, 21 Oktober 2025 - 18:06 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau motret manusia, tetap harus meminta izin atau memastikan objek sadar sedang difoto, terutama anak kecil, perempuan, atau momen sensitif. Kalau memotret properti, pastikan itu tidak melanggar privasi pemiliknya." kata Isra.
Persoalan lain kemudian muncul: klaim lokasi pemotretan dan “kavling-kavling” fotografer di ruang publik berujung intimidasi. Padahal, ruang publik sejatinya adalah tempat terbuka bagi siapa pun selama tidak melanggar hukum, termasuk untuk kegiatan fotografi.
"Seharusnya komunitas fotografer itu menjadi wadah untuk saling belajar, berbagi, dan mengasah rasa. Bukan malah membuat lokasi pemotretan menjadi arena rebutan spot, gengsi, atau penegasan status senioritas," tambah Isra.
Olahraga tidak lagi sekadar keringat, kompetisi, dan kemenangan. Di berbagai sudut kota, lapangan futsal, trek lari, arena gowes, hingga lapangan basket publik—hadir fenomena yang kian jamak: kehadiran kamera. Entah di tangan fotografer komunitas, ponsel peserta, atau drone yang mengudara.
Muncul ekosistem baru yang menopang budaya visual ini: fotografer komunitas. Mereka hadir di spot-spot olahraga—dari CFD (Car Free Day), taman kota, hingga gelanggang olahraga, membidik momen dengan tekun dan cermat. Tak sedikit dari mereka bekerja sukarela, hanya berbekal passion dan kamera, lalu mengunggah hasilnya ke Instagram atau Google Drive agar peserta bisa mengunduhnya.
Persoalan lain kemudian muncul: klaim lokasi pemotretan dan “kavling-kavling” fotografer di ruang publik berujung intimidasi. Padahal, ruang publik sejatinya adalah tempat terbuka bagi siapa pun selama tidak melanggar hukum, termasuk untuk kegiatan fotografi.
"Seharusnya komunitas fotografer itu menjadi wadah untuk saling belajar, berbagi, dan mengasah rasa. Bukan malah membuat lokasi pemotretan menjadi arena rebutan spot, gengsi, atau penegasan status senioritas," tambah Isra.
Olahraga tidak lagi sekadar keringat, kompetisi, dan kemenangan. Di berbagai sudut kota, lapangan futsal, trek lari, arena gowes, hingga lapangan basket publik—hadir fenomena yang kian jamak: kehadiran kamera. Entah di tangan fotografer komunitas, ponsel peserta, atau drone yang mengudara.
Muncul ekosistem baru yang menopang budaya visual ini: fotografer komunitas. Mereka hadir di spot-spot olahraga—dari CFD (Car Free Day), taman kota, hingga gelanggang olahraga, membidik momen dengan tekun dan cermat. Tak sedikit dari mereka bekerja sukarela, hanya berbekal passion dan kamera, lalu mengunggah hasilnya ke Instagram atau Google Drive agar peserta bisa mengunduhnya.
Lihat Juga :