Nama Shin Tae-yong Bergemuruh Setiap Timnas Indonesia Kalah: Suporter Kangen Sekaligus Kecewa
Rabu, 22 Oktober 2025 - 07:56 WIB
loading...
Nama Shin Tae-yong Bergemuruh Setiap Timnas Indonesia Kalah: Suporter Kangen Sekaligus Kecewa
A
A
A
Meski tak lagi menukangi Timnas Indonesia , Shin Tae-yong (STY) masih menyimpan hubungan emosional yang dalam dengan Garuda Fans. Ia mengaku terharu ketika mendengar namanya masih diserukan para suporter di berbagai laga Skuad Garuda, bahkan setelah dirinya resmi berpisah dengan tim nasional.
Pelatih asal Korea Selatan itu mengetahui namanya kerap digaungkan di tribun penonton, termasuk saat Indonesia bertanding melawan Australia dan Irak dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026. Momen itu menyentuh hatinya.
“Sebenarnya setelah setiap pertandingan, fans selalu meneriakkan nama saya. Tapi di laga melawan Australia dan Irak, mendengar mereka masih memanggil nama saya, rasanya dada saya sangat terharu,” ujar Shin Tae-yong dalam wawancara di kanal YouTube Goalpost, Rabu (22/10/2025).
Baca Juga: Shin Tae-yong Terbuka Kembali Latih Timnas Indonesia, Bersedia Tolak Tawaran Negara Lain
Bagi Shin, sorakan itu adalah tanda cinta dan kenangan yang belum pudar. Ia berterima kasih kepada suporter yang masih mengingatnya, meski di sisi lain turut merasakan kesedihan karena dukungan itu datang di tengah kekecewaan Garuda gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
“Saya pikir, oh ternyata fans Indonesia belum melupakan saya. Tapi mungkin juga karena mereka kalah, mereka memanggil nama saya karena kangen dan kecewa sekaligus,” ucapnya. “Agak sedih tapi juga berterima kasih kepada fans. Perasaan itu campur aduk jadi satu.”
Timnas Indonesia memang harus menelan pil pahit setelah tersingkir di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Skuad Garuda kalah dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1) pada awal Oktober lalu. Kegagalan itu menjadi pukulan berat, mengingat asa tampil di panggung dunia telah dibangun dalam dua tahun terakhir.
Namun Shin meminta Garuda Fans tidak larut dalam kesedihan. Menurutnya, sepak bola selalu memberi kesempatan baru bagi yang mau berproses dan belajar.
“Memang sayang sekali kita gagal di babak keempat, tapi sepak bola tidak berhenti di sana. Masih ada harapan dan langkah berikutnya. Jadi jangan terlalu kecewa,” ujarnya.
Pelatih yang membawa Indonesia ke Piala Asia 2023 itu menilai, turnamen Piala Asia 2027 bisa menjadi momentum kebangkitan menuju target lebih besar: Piala Dunia 2030.
“Kalau dipersiapkan lebih baik, saya yakin Indonesia bisa menuju Piala Dunia 2030. Saya harap semua pihak bisa melihat ke depan dan terus membangun semangat itu lagi,” kata Shin.
Sejak kontraknya diputus PSSI pada Januari 2025 dan digantikan oleh Patrick Kluivert—yang kemudian juga berpisah setelah gagal membawa hasil—Shin Tae-yong belum menerima tawaran resmi untuk kembali. Meski begitu, ia tidak menutup pintu bagi kemungkinan tersebut.
“Kalau nanti ada tawaran, tentu saya akan pertimbangkan. Prinsip saya, kalau ada tawaran yang baik, saya terbuka ke mana saja,” tuturnya.
Meski jarak dan status sudah berubah, suara suporter yang masih menyebut namanya menjadi pengingat bahwa Shin bukan sekadar pelatih bagi Timnas Indonesia, melainkan bagian dari perjalanan emosional sepak bola Tanah Air—yang penuh harapan, kekecewaan, dan cinta yang tak lekang waktu.
Pelatih asal Korea Selatan itu mengetahui namanya kerap digaungkan di tribun penonton, termasuk saat Indonesia bertanding melawan Australia dan Irak dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026. Momen itu menyentuh hatinya.
“Sebenarnya setelah setiap pertandingan, fans selalu meneriakkan nama saya. Tapi di laga melawan Australia dan Irak, mendengar mereka masih memanggil nama saya, rasanya dada saya sangat terharu,” ujar Shin Tae-yong dalam wawancara di kanal YouTube Goalpost, Rabu (22/10/2025).
Baca Juga: Shin Tae-yong Terbuka Kembali Latih Timnas Indonesia, Bersedia Tolak Tawaran Negara Lain
Bagi Shin, sorakan itu adalah tanda cinta dan kenangan yang belum pudar. Ia berterima kasih kepada suporter yang masih mengingatnya, meski di sisi lain turut merasakan kesedihan karena dukungan itu datang di tengah kekecewaan Garuda gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
“Saya pikir, oh ternyata fans Indonesia belum melupakan saya. Tapi mungkin juga karena mereka kalah, mereka memanggil nama saya karena kangen dan kecewa sekaligus,” ucapnya. “Agak sedih tapi juga berterima kasih kepada fans. Perasaan itu campur aduk jadi satu.”
Timnas Indonesia memang harus menelan pil pahit setelah tersingkir di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Skuad Garuda kalah dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1) pada awal Oktober lalu. Kegagalan itu menjadi pukulan berat, mengingat asa tampil di panggung dunia telah dibangun dalam dua tahun terakhir.
Namun Shin meminta Garuda Fans tidak larut dalam kesedihan. Menurutnya, sepak bola selalu memberi kesempatan baru bagi yang mau berproses dan belajar.
“Memang sayang sekali kita gagal di babak keempat, tapi sepak bola tidak berhenti di sana. Masih ada harapan dan langkah berikutnya. Jadi jangan terlalu kecewa,” ujarnya.
Pelatih yang membawa Indonesia ke Piala Asia 2023 itu menilai, turnamen Piala Asia 2027 bisa menjadi momentum kebangkitan menuju target lebih besar: Piala Dunia 2030.
“Kalau dipersiapkan lebih baik, saya yakin Indonesia bisa menuju Piala Dunia 2030. Saya harap semua pihak bisa melihat ke depan dan terus membangun semangat itu lagi,” kata Shin.
Sejak kontraknya diputus PSSI pada Januari 2025 dan digantikan oleh Patrick Kluivert—yang kemudian juga berpisah setelah gagal membawa hasil—Shin Tae-yong belum menerima tawaran resmi untuk kembali. Meski begitu, ia tidak menutup pintu bagi kemungkinan tersebut.
“Kalau nanti ada tawaran, tentu saya akan pertimbangkan. Prinsip saya, kalau ada tawaran yang baik, saya terbuka ke mana saja,” tuturnya.
Meski jarak dan status sudah berubah, suara suporter yang masih menyebut namanya menjadi pengingat bahwa Shin bukan sekadar pelatih bagi Timnas Indonesia, melainkan bagian dari perjalanan emosional sepak bola Tanah Air—yang penuh harapan, kekecewaan, dan cinta yang tak lekang waktu.
(sto)
Lihat Juga :