Indonesia Para Badminton International 2025 Jadi Panggung Perebutan Poin Paralimpiade, Total Hadiah Tembus Rp249 Juta
Rabu, 22 Oktober 2025 - 19:30 WIB
loading...
Indonesia Para Badminton International 2025 akan berlangsung di GOR Indoor Manahan Solo pada 29 Oktober hingga 2 November 2025 / Foto: Ist
A
A
A
Ajang bulu tangkis difabel paling bergengsi di tanah air, resmi naik kelas menjadi turnamen Grade 2 Level 1 Badan Bulu Tangkis Dunia (BWF). Peningkatan status ini menjadikan Polytron Indonesia Para Badminton International (PIPBI) 2025, setara dengan turnamen para badminton level tertinggi setelah Paralimpiade dan Kejuaraan Dunia, sekaligus menjadi medan penting perebutan poin menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.
Diselenggarakan berkat kolaborasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, Polytron, BWF, dan NPC Indonesia, PIPBI 2025 akan berlangsung di GOR Indoor Manahan Solo pada 29 Oktober hingga 2 November 2025. Peningkatan level turnamen ini diikuti dengan kenaikan signifikan pada aspek hadiah dan partisipasi negara.
Total hadiah yang diperebutkan kini mencapai USD15.000 (Rp249 juta), naik dari USD10.000 pada tahun sebelumnya. Tak hanya itu, antusiasme global juga melonjak. Tahun ini, PIPBI kedatangan 24 negara atau meningkat pesat dari 10 negara sebelumnya.
Negara-negara kuat seperti China, India, Inggris, Prancis, Spanyol, dan tuan rumah Indonesia akan bersaing memperebutkan podium di 22 kategori pertandingan yang meliputi sektor tunggal putra dan putri masing-masing enam kategori, ganda putra empat kategori, ganda putri tiga kategori dan ganda campuran tiga kategori dengan klasifikasi WH 1, WH 2, SL 3, SL 4, SU 5 dan SH 6.
President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono, mengungkapkan kebanggaannya atas kepercayaan BWF. "Ini adalah tahun keempat dukungan penuh kami. Peningkatan level ini membuktikan Indonesia teruji mampu menghadirkan kualitas turnamen terbaik," ujar Victor dalam keterangan persnya, Rabu (22/10/2025).
Ia menambahkan, PIPBI juga menjadi satu-satunya turnamen para badminton BWF yang secara rutin memberikan prize money. Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menegaskan dukungan perusahaannya adalah bentuk komitmen terhadap kesetaraan dan semangat inklusif.
"Kami merasa terhormat mendukung ajang yang merepresentasikan keberanian, ketangguhan, dan semangat inklusif tanpa batas. Dukungan kami adalah bentuk nyata dari komitmen untuk mendukung kesetaraan dan akses yang lebih luas dalam pentas olahraga," tegas Tekno.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, juga menekankan urgensi turnamen ini. "Predikat Level 1 ini sangat penting untuk perebutan poin Paralimpiade Los Angeles 2028 serta persiapan menuju ASEAN Para Games ke-13 di Thailand pada Januari 2026," katanya.
Dari kubu Merah Putih, optimisme membara untuk mempertahankan gelar juara umum yang telah diraih Indonesia selama tiga tahun berturut-turut. Leani Ratri Oktila, peraih medali emas Paralimpiade Paris 2024 dan unggulan di tiga nomor, menilai kenaikan level turnamen adalah motivasi besar.
"Naiknya level turnamen membuat kami semakin percaya diri karena bisa bertanding pada level tertinggi di negara sendiri," kata Ratri, yang menargetkan tiga medali emas.
Keyakinan serupa datang dari Subhan, Juara Ganda Campuran dan Tunggal Putra SH 6 tahun sebelumnya. Meskipun persaingan semakin ketat dengan kehadiran India, Thailand, dan Malaysia, Subhan yakin kekuatan merata Indonesia mampu mengatasi tantangan.
"Adanya prize money juga menambah motivasi. Kami jadikan PIPBI 2025 sebagai uji coba bagus sebelum ASEAN Para Games di Thailand," tutup Subhan.
Diselenggarakan berkat kolaborasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, Polytron, BWF, dan NPC Indonesia, PIPBI 2025 akan berlangsung di GOR Indoor Manahan Solo pada 29 Oktober hingga 2 November 2025. Peningkatan level turnamen ini diikuti dengan kenaikan signifikan pada aspek hadiah dan partisipasi negara.
Total hadiah yang diperebutkan kini mencapai USD15.000 (Rp249 juta), naik dari USD10.000 pada tahun sebelumnya. Tak hanya itu, antusiasme global juga melonjak. Tahun ini, PIPBI kedatangan 24 negara atau meningkat pesat dari 10 negara sebelumnya.
Negara-negara kuat seperti China, India, Inggris, Prancis, Spanyol, dan tuan rumah Indonesia akan bersaing memperebutkan podium di 22 kategori pertandingan yang meliputi sektor tunggal putra dan putri masing-masing enam kategori, ganda putra empat kategori, ganda putri tiga kategori dan ganda campuran tiga kategori dengan klasifikasi WH 1, WH 2, SL 3, SL 4, SU 5 dan SH 6.
President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono, mengungkapkan kebanggaannya atas kepercayaan BWF. "Ini adalah tahun keempat dukungan penuh kami. Peningkatan level ini membuktikan Indonesia teruji mampu menghadirkan kualitas turnamen terbaik," ujar Victor dalam keterangan persnya, Rabu (22/10/2025).
Ia menambahkan, PIPBI juga menjadi satu-satunya turnamen para badminton BWF yang secara rutin memberikan prize money. Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menegaskan dukungan perusahaannya adalah bentuk komitmen terhadap kesetaraan dan semangat inklusif.
"Kami merasa terhormat mendukung ajang yang merepresentasikan keberanian, ketangguhan, dan semangat inklusif tanpa batas. Dukungan kami adalah bentuk nyata dari komitmen untuk mendukung kesetaraan dan akses yang lebih luas dalam pentas olahraga," tegas Tekno.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, juga menekankan urgensi turnamen ini. "Predikat Level 1 ini sangat penting untuk perebutan poin Paralimpiade Los Angeles 2028 serta persiapan menuju ASEAN Para Games ke-13 di Thailand pada Januari 2026," katanya.
Dari kubu Merah Putih, optimisme membara untuk mempertahankan gelar juara umum yang telah diraih Indonesia selama tiga tahun berturut-turut. Leani Ratri Oktila, peraih medali emas Paralimpiade Paris 2024 dan unggulan di tiga nomor, menilai kenaikan level turnamen adalah motivasi besar.
"Naiknya level turnamen membuat kami semakin percaya diri karena bisa bertanding pada level tertinggi di negara sendiri," kata Ratri, yang menargetkan tiga medali emas.
Keyakinan serupa datang dari Subhan, Juara Ganda Campuran dan Tunggal Putra SH 6 tahun sebelumnya. Meskipun persaingan semakin ketat dengan kehadiran India, Thailand, dan Malaysia, Subhan yakin kekuatan merata Indonesia mampu mengatasi tantangan.
"Adanya prize money juga menambah motivasi. Kami jadikan PIPBI 2025 sebagai uji coba bagus sebelum ASEAN Para Games di Thailand," tutup Subhan.
(yov)
Lihat Juga :