Agit Kabayel Pulang Kampung: Raksasa Jerman Siap Hidupkan Kembali Era Emas Tinju Kelas Berat
Kamis, 23 Oktober 2025 - 17:24 WIB
loading...
Agit Kabayel Pulang Kampung: Raksasa Jerman Siap Hidupkan Kembali Era Emas Tinju Kelas Berat. Foto: britishboxingnews.co.uk
A
A
A
Dunia tinju Jerman bersiap menyambut kebangkitan besar. Petinju kelas berat Agit Kabayel , juara interim WBC dan salah satu dari lima petinju terbaik dunia, dipastikan akan naik ring di tanah kelahirannya pada 10 Januari 2026 di Rudolf-Weber-Arena, Oberhausen.
Pertarungan ini bukan sekadar duel mempertahankan sabuk, tetapi simbol dari “kelahiran kembali” kejayaan tinju Jerman. DAZN dan Queensberry Promotions menggandeng Kabayel untuk menggelar malam besar bertajuk Homecoming, yang akan disiarkan secara eksklusif ke seluruh dunia.
“Saya berterima kasih kepada DAZN atas kepercayaannya. Tak sabar rasanya bertarung kembali di depan publik Jerman. Tujuan saya jelas: membawa sabuk juara dunia kembali ke Jerman,” ujar Agit Kabayel penuh semangat.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Masuk Persiapan Akhir Jelang Piala Dunia U-17: 5 Pemain Dicoret
Kabayel, yang lahir di Leverkusen dan besar di kawasan Ruhr, kini menjadi harapan baru tinju Jerman. Dengan gaya bertarung agresif dan rekor lima kemenangan beruntun lewat knockout, ia tengah menapaki jalan menuju sabuk juara dunia sejati—bahkan disebut-sebut sebagai calon penantang Oleksandr Usyk dalam perebutan gelar tak terbantahkan pada 2026.
CEO DAZN untuk wilayah Jerman, Austria, Swiss, dan Belgia, Alice Mascia, menyebut laga ini sebagai momentum bersejarah.
“Ini lebih dari sekadar pertarungan, ini pernyataan. Bersama Kabayel, kami menghidupkan kembali era emas tinju Jerman. Kami ingin menggabungkan generasi lama pencinta tinju dengan generasi baru yang haus sensasi ring,” katanya.
Sementara itu, promotor ternama Frank Warren dari Queensberry Promotions menyebut laga ini sebagai langkah besar bagi masa depan tinju Jerman.
“Negeri ini punya sejarah luar biasa di dunia tinju—dari Henry Maske hingga Dariusz Michalczewski. Sekarang saatnya mengembalikan malam-malam besar itu, dimulai dari Oberhausen,” ujarnya.
Pertarungan Homecoming akan menjadi peristiwa paling bergengsi sejak era Wladimir dan Vitali Klitschko, ketika tinju Jerman sempat mendominasi dunia pada dekade 1990-an. Bagi penggemar tinju, malam 10 Januari nanti bukan sekadar pertandingan—melainkan momen nostalgia, kebanggaan nasional, dan awal dari babak baru perjalanan tinju Jerman.
Pertarungan ini bukan sekadar duel mempertahankan sabuk, tetapi simbol dari “kelahiran kembali” kejayaan tinju Jerman. DAZN dan Queensberry Promotions menggandeng Kabayel untuk menggelar malam besar bertajuk Homecoming, yang akan disiarkan secara eksklusif ke seluruh dunia.
“Saya berterima kasih kepada DAZN atas kepercayaannya. Tak sabar rasanya bertarung kembali di depan publik Jerman. Tujuan saya jelas: membawa sabuk juara dunia kembali ke Jerman,” ujar Agit Kabayel penuh semangat.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Masuk Persiapan Akhir Jelang Piala Dunia U-17: 5 Pemain Dicoret
Kabayel, yang lahir di Leverkusen dan besar di kawasan Ruhr, kini menjadi harapan baru tinju Jerman. Dengan gaya bertarung agresif dan rekor lima kemenangan beruntun lewat knockout, ia tengah menapaki jalan menuju sabuk juara dunia sejati—bahkan disebut-sebut sebagai calon penantang Oleksandr Usyk dalam perebutan gelar tak terbantahkan pada 2026.
CEO DAZN untuk wilayah Jerman, Austria, Swiss, dan Belgia, Alice Mascia, menyebut laga ini sebagai momentum bersejarah.
“Ini lebih dari sekadar pertarungan, ini pernyataan. Bersama Kabayel, kami menghidupkan kembali era emas tinju Jerman. Kami ingin menggabungkan generasi lama pencinta tinju dengan generasi baru yang haus sensasi ring,” katanya.
Sementara itu, promotor ternama Frank Warren dari Queensberry Promotions menyebut laga ini sebagai langkah besar bagi masa depan tinju Jerman.
“Negeri ini punya sejarah luar biasa di dunia tinju—dari Henry Maske hingga Dariusz Michalczewski. Sekarang saatnya mengembalikan malam-malam besar itu, dimulai dari Oberhausen,” ujarnya.
Pertarungan Homecoming akan menjadi peristiwa paling bergengsi sejak era Wladimir dan Vitali Klitschko, ketika tinju Jerman sempat mendominasi dunia pada dekade 1990-an. Bagi penggemar tinju, malam 10 Januari nanti bukan sekadar pertandingan—melainkan momen nostalgia, kebanggaan nasional, dan awal dari babak baru perjalanan tinju Jerman.
(sto)
Lihat Juga :