Erick Thohir Tegaskan Indonesia Tak Dibekukan IOC, Atlet Tetap Bisa Bertanding
Sabtu, 25 Oktober 2025 - 10:46 WIB
loading...
Erick Thohir Tegaskan Indonesia Tak Dibekukan IOC, Atlet Tetap Bisa Bertanding
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa Indonesia tidak dibekukan oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC), meski lembaga tersebut melarang Indonesia menjadi tuan rumah ajang Olimpiade dan kegiatan olahraga internasional lainnya.
Sebelumnya, keputusan IOC muncul setelah pemerintah Indonesia menolak enam visa atlet senam asal Israel yang akan berlaga di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, pada 19–25 Oktober 2025.
Erick memastikan, keputusan IOC tersebut tidak mematikan aktivitas olahraga nasional, dan Indonesia tetap dapat mengirim atlet ke berbagai ajang internasional.
“Kami dari Kemenpora tetap menjalankan blueprint olahraga nasional, termasuk mengikuti event-event internasional seperti SEA Games dan Asian Games. Jangan sampai muncul kesan bahwa kita dibekukan dan tidak bisa mengirim atlet. Faktanya, kita masih terus berpartisipasi,” ujar Erick dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Masih Bisa Dinegosiasikan
Erick mengatakan, pemerintah tengah berupaya membuka ruang komunikasi dengan IOC terkait keputusan tersebut. Ia juga telah meminta Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, untuk melakukan negosiasi langsung dengan IOC.
“Saya mendukung penuh KOI untuk berbicara dan berkomunikasi dengan IOC mencari jalan keluar. Ini masih bisa dibicarakan, jadi publik tidak perlu khawatir berlebihan,” tambahnya.
Latar Belakang Penolakan Atlet Israel
Kasus ini bermula dari keputusan pemerintah yang menolak enam visa atlet senam Israel peserta Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. Menyikapi hal itu, Israel sempat mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Namun, banding tersebut ditolak, sehingga enam pesenam asal Israel tetap tidak dapat masuk ke Indonesia.
Keputusan ini memicu reaksi dari IOC yang kemudian menyatakan Indonesia tidak dapat menjadi tuan rumah event olahraga internasional di bawah naungan Olimpiade sampai ada jaminan dari pemerintah bahwa semua atlet, tanpa memandang kewarganegaraan, bisa berpartisipasi.
Meski demikian, Erick menegaskan Indonesia masih memiliki kesempatan untuk melakukan diplomasi olahraga.
“Intinya, olahraga Indonesia tetap berjalan. Kita masih kirim atlet, dan kita akan cari solusi terbaik lewat komunikasi,” pungkasnya.
Sebelumnya, keputusan IOC muncul setelah pemerintah Indonesia menolak enam visa atlet senam asal Israel yang akan berlaga di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, pada 19–25 Oktober 2025.
Erick memastikan, keputusan IOC tersebut tidak mematikan aktivitas olahraga nasional, dan Indonesia tetap dapat mengirim atlet ke berbagai ajang internasional.
“Kami dari Kemenpora tetap menjalankan blueprint olahraga nasional, termasuk mengikuti event-event internasional seperti SEA Games dan Asian Games. Jangan sampai muncul kesan bahwa kita dibekukan dan tidak bisa mengirim atlet. Faktanya, kita masih terus berpartisipasi,” ujar Erick dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Masih Bisa Dinegosiasikan
Erick mengatakan, pemerintah tengah berupaya membuka ruang komunikasi dengan IOC terkait keputusan tersebut. Ia juga telah meminta Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, untuk melakukan negosiasi langsung dengan IOC.
“Saya mendukung penuh KOI untuk berbicara dan berkomunikasi dengan IOC mencari jalan keluar. Ini masih bisa dibicarakan, jadi publik tidak perlu khawatir berlebihan,” tambahnya.
Latar Belakang Penolakan Atlet Israel
Kasus ini bermula dari keputusan pemerintah yang menolak enam visa atlet senam Israel peserta Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. Menyikapi hal itu, Israel sempat mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Namun, banding tersebut ditolak, sehingga enam pesenam asal Israel tetap tidak dapat masuk ke Indonesia.
Keputusan ini memicu reaksi dari IOC yang kemudian menyatakan Indonesia tidak dapat menjadi tuan rumah event olahraga internasional di bawah naungan Olimpiade sampai ada jaminan dari pemerintah bahwa semua atlet, tanpa memandang kewarganegaraan, bisa berpartisipasi.
Meski demikian, Erick menegaskan Indonesia masih memiliki kesempatan untuk melakukan diplomasi olahraga.
“Intinya, olahraga Indonesia tetap berjalan. Kita masih kirim atlet, dan kita akan cari solusi terbaik lewat komunikasi,” pungkasnya.
(sto)
Lihat Juga :